PRE 2nd LEG SEMIFINAL EUROPA LEAGUE 2009/2010: Fulham vs Hamburg: Hamburg Blunder?
ADA beberapa fakta yang menarik disimak jelang 2nd leg semifinal Europa League antara Fulham kontra Hamburg SV di Craven Cottage, Kamis (29/4) atau Jumat (30/4) dinihari WIB. Pertama, keputusan manajemen Hamburg memecat pelatih Bruno Labbadia dan menunjuk asisten pelatih, Ricardo Moniz, sebagai pengganti mungkin jadi blunder bagi klub Jerman itu.
Meski pencapaian Hamburg terbilang kelam di musim ini, manajemen seharusnya tak menutup mata dengan fakta bahwa Labbadia berjasa dengan membuat Hamburg sanggup melangkah sampai semifinal Europa League.
Moniz yang pernah ikut akademi kepelatihan di PSV Eindhoven belum sekalipun menjabat sebagai head coach klub mana pun. Pelatih berdarah Belanda ini baru 2 kali jadi asisten pelatih yakni untuk Martin Jol di Tottenham Hotspur dan Hamburg serta untuk Labbadia di Hamburg.
Moniz jelas mengemban tugas super berat. Apalagi, laga di Craven Cottage bakal jadi debutnya sebagai pelatih Hamburg. Ia harus membawa Hamburg menembus final yang bakal dihelat di kandang mereka sendiri, HSH Nordbank Arena, pada 12 Mei. Tapi, manajemen Hamburg berdalih punya alasan kuat mengangkat Moniz sebagai suksesor Labbadia.
Moniz yang pernah jadi asisten Jol ketika menukangi Tottenham tentu paham betul atmosfer sepakbola Inggris, termasuk di Craven Cottage, kandang Fulham. Menariknya, Moniz bakal bertemu kembali dengan eks anak didiknya di Spurs yang kini jadi kapten The Cottagers, Danny Murphy. Kontan, Murphy mewanti-wanti bosnya sekarang, Hodgson, tentang gaya menyerang yang dianut Moniz.
“Sebagai seorang ahli taktik, akan sangat mengejutkan jika ia tak berorientasi menyerang,” ucap Murphy (sport.stv.tv).
Fakta menarik kedua yakni Fulham dan Hamburg sama-sama menuai hasil buruk di 10 partai terakhir mereka masing-masing (menang 3, seri 3, kalah 4). Keduanya juga kalah di laga teranyar mereka di liga domestik.
The Cottagers takluk 1-2 dari Everton, tapi sang bos, Roy Hodgson, yang mengistirahatkan 9 pemain inti di laga itu tak mempermasalahkan kekalahan tersebut. Sedangkan, Rothosen ditebas 1-5 oleh Hoffenheim. Kekalahan telak ini yang memastikan Labbadia dipecat. Di posisi klasemen, Hamburg yang bercokol di peringkat 7 Bundesliga jelas masih lebih baik ketimbang Fulham yang terpuruk di posisi 12 Premier League.
Hamburg terancam tak bisa ikut kompetisi Eropa musim depan. Situasi ini yang mewajibkan Hamburg harus juara Europa League 2009/2010 agar berhak tampil lagi di kejuaraan ini musim depan.
Fulham sendiri lebih tenang. Sebab, sekalipun gagal juara musim ini, The Cottagers masih mungkin terjun di Europa League 2010/2011. Jalurnya lewat UEFA’s Fair Play League. UEFA menempatkan Inggris di bawah Spanyol dan Italia sebagai liga yang memperagakan permainan fair play terbaik di ‘Benua Biru’.
Di daftar fair play Premier League, Fulham menempati peringkat 3 di belakang Arsenal dan Tottenham. Kemudian, Fulham diikuti Manchester United, Chelsea dan Burnley. Meski terdegradasi dari Premier League musim depan, Burnley tetap berpeluang tampil di Europa League jika Fulham sukses juara Europa League musim ini. Soalnya, empat klub lainnya dipastikan bakal tampil di Champions League dan Europa League 2010/2011.
Apa pun, Fulham tetap menjaga tinggi motivasi untuk juara musim ini. Tapi, motivasi Ruud van Nistelrooy cs juga tak kalah tinggi. Maklum, mereka tak mau sekadar jadi penonton di partai final yang digelar di ‘rumah’ mereka, HSH Norbank Arena.
Bagi Fulham, skor 0-0 pada 1st leg di Hamburg bikin Murphy cs tak boleh lengah sedikit pun. Sebaliknya, bagi Hamburg, mencuri 1 gol lebih dulu bakal sangat menguntungkan mereka. Namun, The Cottagers punya rapor biru tiap kali tampil di kandang di arena Europa League.
Dari total 8 kali menjamu para tamu di Craven Cottage sejak kualifikasi Babak III, pasukan Hodgson memenangi 7 laga (termasuk menekuk Shakhtar Donetsk, Juventus, dan Wolfsburg) dan hanya seri 1. Sebaliknya, dari 8 kali melawat ke markas lawan sejak Babak III, Hamburg menang dan kalah masing-masing 4 kali.
Meski begitu, Murphy tak berani sesumbar Fulham bakal mampu menekuk Hamburg menyusul masih diragukannya bomber mereka Bobby Zamora bisa tampil atau tidak. Zamora yang kerap jadi lone striker sudah mengepak 19 gol di segala kompetisi untuk The Cottagers.
Jika Zamora gagal pulih dari cedera Achilless-nya, Hodgson kemungkinan besar bakal menslot Clint Dempsey sebagai ujung tombak. Well, situasi tanpa Zamora boleh jadi justru akan menguntungkan Fulham. Hamburg mungkin akan bermain lebih terbuka untuk memburu gol dan menghindari adu penalti.
5 PARTAI TERAKHIR
FULHAM
25.04.2010 Premier League vs Everton (T) 1-2 (Klh)
22.04.2010 Europa League vs Hamburg (T) 0-0 (S)
17.04.2010 Premier League vs Wolves (K) 0-0 (S)
11.04.2010 Premier League vs Liverpool (T) 0-0 (S)
08.04.2010 Europa League vs Wolfsburg (T) 1-0 (M)
—————-
HAMBURG
25.04.2010 Bundesliga vs Hoffenheim (T) 1-5 (Klh)
22.04.2010 Europa League vs Fulham (K) 0-0 (S)
17.04.2010 Bundesliga vs Mainz (K) 0-1 (Klh)
11.04.2010 Bundesliga vs Bochum (T) 2-1 (M)
08.04.2010 Europa League vs Standard Liege (T) 3-1 (M)
REKOR PERTEMUAN
22.04.2010 Europa League Hamburg 0-0 Fulham
PRAKIRAAN PEMAIN
FULHAM (4-4-1-1) Pelatih: Roy Hodgson
1-Schwarzer; 4-Pantsil, 18-Hughes, 5-Hangeland, 5-Konchesky; 16-Duff, 20-Etuhu, 13-Murphy, 29-Davies; 11-Gera; 23-Dempsey
——–
HAMBURG (4-4-2) Pelatih: Ricardo Moniz
1-Rost; 20-Demel, 5-Mathijsen, 17-Boateng, 6-Aogo; 13-Tesche, 8-Ze Roberto, 14-Jarolim, 21-Pitroipa; 10-Petric, 22-Van Nistelrooy
PREDIKSI
FULHAM 1-0 HAMBURG
Dari berbagai sumber
Haris Istanto berkata,
30/04/2010 pada 6:50 am
Posting yang menarik, salam kenal dan semoga sukses.
Silahkan kunjungi Blog kami http://www.harisistanto.wordpress.com, baca posting baru hari ini berjudul : “Wisata kepulau Bali”, serta artikel lain yang menarik, dan kalau berkenan mohon diberi komentar. Terima kasih.
haris phoenix berkata,
01/05/2010 pada 7:23 am
Akhir yang kurang menyenangkan untuk van nistelroy
triendra berkata,
01/05/2010 pada 7:58 pm
Mudah2an fulham jd penyelamat wajah sepakbola Inggris dh .. thx dah mampir & ksh komen …