PRE FINAL FA CUP (Sabtu, 15/5): Chelsea vs Portsmouth: The Blues Bidik The Double
DUEL Chelsea vs Portsmouth di Stadion Wembley, London, Sabtu (15/5), boleh berlabel final FA Cup 2009/2010. Tapi, toh tak bisa disangkal, ini adalah laga antara juara Premier League musim ini dengan klub penghuni dasar klasemen alias peringkat 20 dan otomatis terdegradasi ke Divisi Championship musim depan.
Jika diibaratkan perbedaannya skuad The Blues dan armada The Pompey bak langit dan bumi. Ini didukung statistika, sejak berkiprah di Premier League pada 2003/2004, Portsmouth tak pernah menang atas Chelsea.
Dari total 14 bentrokan terakhir, The Pompey bahkan kalah 13 dan hanya mampu seri 1 kali. Kondisi klub yang terbelit utang hingga 138 juta pound dan hanya diperkuat lapisan pemain yang kurang top, makin mengecilkan peluang klub besutan Avram Grant ini menggebuk pasukan Carlo Ancelotti di final nanti.
Apalagi, Grant terancam tak bisa memainkan beberapa pilar pentingnya akibat cedera, sebut saja Michael Brown, Marc Wilson, Hassan Yebda, Hreidarsson, Tal Ben-Haim, Kevin Prince Boateng dan Dindane. Tapi, mungkin Grant bakal mengambil risiko menurunkan beberapa dari pemain cedera tersebut. So, wajar, banyak orang berargumen partai final ke-129 FA Cup nanti bakal berat sebelah.
Modal The Pompey yang baru 2 kali juara FA Cup (1939 dan 2008) mungkin hanya semangat tinggi demi menjaga momentum kala menggusur Tottenham Hotspur di semifinal FA Cup. Logikanya barangkali jika Spurs saja mampu menekuk Chelsea, kenapa The Pompey tak sanggup berbuat yang sama?
Grant sendiri bahkan menyebut kemenangan The Pompey di partai semifinal kontra Spurs justru lebih layak diingat ketimbang laga final melawan The Blues nanti.
“Semifinal adalah dongeng sesungguhnya bagi Portsmouth. Saya ingat para fans merayakan kemenangan atas Spurs hingga 1 jam setelah laga usai di stadion dan seluruh pemain juga bergembira. Saya rasa andai kami juara pun, kami tak akan segembira kala menang di semifinal. Itu benar-benar sebuah prestasi besar,” ungkap Grant (sport.co.uk).
Juara FA Cup musim ini boleh jadi punya arti sangat besar bagi beberapa pemain seperti kiper David James, Steve Finnan, Ricardo Rocha, Angelos Basinas, Jamie O’Hara, Aruna Dindane, dan Herman Hreidarsson. Maklum, final kontra Chelsea bakal jadi kali terakhir mereka membela The Pompey karena klub tak mampu memperpanjang kontrak mereka masing-masing.
Di kubu Chelsea, hanya 1 ambisi yang memenuhi otak pasukan Don Carlo. Ya, John Terry cs bertekad menoreh sejarah dengan meraih The Double alias gelar ganda dengan mengawinkan trofi Premier League/Liga Inggris dengan trofi FA Cup.
The Blues resmi mengoleksi trofi Liga Inggris ke-4 mereka pasca membantai Wigan Athletic 8-0 di Stamford Bridge. Kini, Chelski yang merupakan juara musim lalu mengincar trofi FA Cup ke-6 di Wembley.
Di antara anggota Big Four, The Blues jadi satu-satunya klub yang belum mampu menggabungkan trofi Liga Inggris dan FA Cup. Manchester United dan Arsenal bahkan masing-masing sudah 3 kali mencetak The Double (MU pada 1994, 1996 dan 1999 dan Arsenal pada 1971, 1998, dan 2002).
Sedangkan Liverpool baru 1 kali melakukannya yakni pada 1986, setara dengan raihan Preston North End (1889), Aston Villa (1897), dan Spurs (1961). Artinya, Chelsea bakal jadi klub ke-7 yang mampu merebut The Double.
Jika sukses mengukir prestasi ini, Don Carlo mungkin berhak menyandang sebagai pelatih tersukses Chelsea setelah Jose Mourinho yang kini menangani Internazionale Milan. Kendati begitu, eks pembesut AC Milan ini tak mau jumawa.
Baginya, The Pompey yang ditukangi Grant yang pernah mengarsiteki The Blues pada 2008 tetap harus diperhitungkan. Di tangan Grant, Terry cs finis runner-up Premier League di bawah MU dan menapak 2 final: Carling Cup dan Champions League.
“Ini bakal jadi pertama kali Chelsea merengkuh the Double. Tapi, kami harus menghargai Portsmouth. Mereka sudah terdegradasi namun tetap layak bertanding di final. Di semifinal Portsmouth mengalahkan Spurs dan bermain sangat baik,” papar Carletto (givemefootball).
Dia melanjutkan, “Grant adalah pelatih hebat. Ia melatih Chelsea 1 tahun dan sanggup mengantar klub ini ke final Champions League. Tahun ini, Portsmouth mengalami musim yang buruk tapi tetap menggapai final. Kami akan melawan para pemain dengan motivasi sangat besar.”
Kabarnya, Chelsea dan Portsmouth bakal mengenakan kostum teranyar mereka di final FA Cup nanti. The Blues memakai kostum kandang mereka berupa kaos biru, celana pendek biru, dan kaus kaki putih. Sedangkan, The Pompey menggunakan kostum tandang berwarna putih, celana pendek dan kaus kaki jingga.
5 PARTAI TERAKHIR
CHELSEA
09.05.2010 Premier League vs Wigan (K) 8-0 (M)
02.05.2010 Premier League vs Liverpool (T) 2-0 (M)
25.04.2010 Premier League vs Stoke (K) 7-0 (M)
17.04.2010 Premier League vs Tottenham (T) 1-2 (Klh)
13.04.2010 Premier League vs Bolton (K) 1-0 (M)
—————
PORTSMOUTH
09.05.2010 Premier League vs Everton (T) 0-1 (Klh)
01.05.2010 Premier League vs Wolves (K) 3-1 (M)
24.04.2010 Premier League vs Bolton (T) 2-2 (S)
18.04.2010 Premier League vs Villa (K) 1-2 (Klh)
14.04.2010 Premier League vs Wigan (T) 0-0 (S)
5 PERTEMUAN TERAKHIR
24.03.2010 Premier League Portsmouth 0-5 Chelsea
16.12.2009 Premier League Chelsea 2-1 Portsmouth
03.03.2009 Premier League Portsmouth 0-1 Chelsea
24.09.2008 Carling Cup Portsmouth 0-4 Chelsea
17.08.2008 Premier League Chelsea 4-0 Portsmouth
PRAKIRAAN PEMAIN
CHELSEA (4-3-3) Pelatih: Carlo Ancelotti
1-Cech; 2-Ivanovic, 33-Alex, 26-Terry, 3-A Cole; 8-Lampard, 13-Ballack, 15-Malouda; 21-Kalou, 11-Drogba, 39-Anelka
———-
PORTSMOUTH (4-5-1) Pelatih: Avram Grant
1-James; 40-Ward, 4-Mokoena, 46-Sowah, 6-Mullins; 32-Yebda, 11-Brown, 22-Hughes, 8-Diop, 5-O’Hara; 9-Piquionne
PREDIKSI
CHELSEA 3-0 PORTSMOUTH
Dari berbagai sumber
sekoteng berkata,
15/05/2010 pada 6:09 pm
Dukung selalu untuk kejayaan chelsea…..
triendra berkata,
15/05/2010 pada 8:58 pm
Salam kenal … Siip, saya juga dukung The Blues juara mas … trmksh dah mampir & ksh komen di blog saya …