REV 2nd LEG QF CL: Barcelona vs Arsenal, CSKA Moscow vs Inter Milan

07/04/2010 at 9:42 am (CHAMPIONS LEAGUE, LA LIGA, PREMIER LEAGUE, SERIE A) (, , , , , , , )

  • CSKA Moscow 0-1 (Sneijder 6) Inter: Inter lolos ke semifinal agregat 2-0
  • Barcelona (Messi 21, 37, 42, 88) 4-1 (Bendtner 18) Arsenal: Barca ke semifinal agregat 6-3

Inter Tantang Barca di Semifinal

EMPAT gol Lionel Messi dan 1 gol Wesley Sneijder memastikan Barcelona dan Internazionale Milan bentrok di semifinal Champions League 2009/2010 yang bakal digelar 20 April (1st leg di Giuseppe Meazza) dan 28 April (2nd leg di Nou Camp).

Inter gagal melaju ke 4 Besar Champions League sejak 7 tahun lalu (3 musim terakhir kandas di Babak 16 Besar). Tapi, bagi Jose Mourinho, ini jadi semifinal keempat Champions League.

Sebelumnya pembesut berdarah Portugal ini mengantar FC Porto (akhirnya juara pada 2003/2004) dan Chelsea (2 kali). Mou mencatatkan diri sebagai pelatih pertama yang mampu membawa 3 klub berbeda ke semifinal Champions League.

Bagi Barca, ini jadi kali ke-4 dalam 5 musim terakhir mereka menembus semifinal (2005/2006, 2007/2008, 2008/2009, dan 2009/2010). Hebatnya, pada 2005/2006 dan 2008/2009, El Barca sukses menapak final dan juara masing-masing mengalahkan Arsenal dan Manchester United (MU).

Barca dan Inter pernah satu grup (Grup F) di babak penyisihan grup Champions League musim ini. Dari 2 pertemuan, pasukan Pep Guardiola menang 2-0 di Nou Camp (24 November 2009), sedangkan di Giuseppe Meazza (16 September 2009), kedua klub bermain imbang 0-0.

Kendati begitu, Guardiola tak mau sesumbar. Ia tahu aura dan tekanan di semifinal bakal berbeda dari penyisihan grup. Tapi, Guardiola tak bisa menampik sebagai juara bertahan, Barca jelas lebih diunggulkan ketimbang I Nerazzurri untuk lolos ke final.

Semifinal nanti juga jadi ajang reuni beberapa pemain. Eto’o bakal kembali bertemu eks rekan-rekannya dan tutornya di Barca ketika meraih Champions League, La Liga, dan Copa del Rey 2008/2009. Sebaliknya, Zlatan Ibrahimovic dan Maxwell bereuni dengan mantan rekannya dan manajernya di Inter.

Apapun, kita jangan berharap partai Barca kontra Inter bakal seatraktif Barca vs Arsenal. Soalnya, Mou lebih bersifat pragmatis. Ia tak sungkan mengorbankan permainan indah demi mengejar kemenangan.

Teranyar, Mou menerapkan formasi 4-5-1 untuk meredam kecepatan para pemain CSKA Moscow di Stadion Luzhniki, Rabu (7/4) dinihari WIB. Eto’o cs lebih mengandalkan pada counter attack alias serangan balik untuk menjebol gawang lawan. Namun, faktanya gaya permainan pragmatis ini sukses mengantar I Nerazzurri ke semifinal.

Artinya, kecil kemungkinan Mou mengubah pola ini saat meladeni Barca yang justru bergaya menyerang dengan skema 4-3-3. Bahkan, bukan tak mungkin, Mou menginstruksikan seorang pemain yang khusus mengawal pergerakan Lionel Messi.

Striker Argentina ini memborong 4 gol kemenangan 4-1 Barca di Nou Camp sekaligus mengubur mimpi Arsenal ke semifinal. Messi menyejajarkan diri dengan 7 pemain lain [Marco van Basten (Milan), Simone Inzaghi (Lazio), Dado Pršo (Monaco), Ruud van Nistelrooy (Manchester United), Andriy Shevchenko (Milan), dan Ferenc Puskas (Madrid)] yang mencetak 4 gol dalam 1 laga. Zanetti yang notabene kapten timnas Argentina jadi sosok yang paling pas mengawal Messi.

Tapi, Mou tak boleh lupa, Barca bukan cuma Messi. Ibrahimovic, Xavi Hernandez, dan Andres Iniesta juga bisa mengancam. Well, semifinal Inter vs Barca memang bakal ketat dan sengit, tapi menarik sebagai tontonan? Mungkin lebih baik kita jangan terlalu berharap.

Dari berbagai sumber

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: