PRE 2nd LEG SEMIFINAL CHAMPIONS LEAGUE 2009/2010: Barcelona vs Inter Milan: Antara Obsesi & Mimpi

28/04/2010 at 10:46 am (CHAMPIONS LEAGUE, LA LIGA, SERIE A) (, , )

UNTUK kali pertama sejak juara Champions League 2000/2001, Bayern Muenchen akhirnya kembali menapak final kejuaraan sepakbola antarklub tertinggi di Eropa. Hattrick Ivica Olic ke gawang Olympique Lyonnais pada 2nd leg semifinal di Stade de Gerland, Selasa (27/4), menggenapkan kemenangan Die Roten dengan keunggulan agregat 4-0.

Mirisnya, tak ada jaminan Muenchen bakal kembali juara musim ini. Soalnya, Arjen Robben cs dipastikan bertemua lawan kuat pada final di Santiago Bernabeu, Madrid, pada 22 Mei, yakni pemenang antara Internazionale Milan kontra Barcelona.

Namun, jika boleh memilih, bos Muenchen Louis van Gaal dan Robben lebih suka melawan pasukan Jose Mourinho ketimbang armada Pep Guardiola di final. Maklum, van Gaal dan Robben sadar Muenchen bakal kesulitan meladeni gaya atraktif dan cepat permainan ala Lionel Messi dkk daripada gaya pragmatis Samuel Eto’o cs.

Well, Muenchen boleh saja berharap, tapi lawan yang mereka hadapi di Madrid baru akan ditentukan dari hasil 2nd leg semifinal saat Inter menyambangi Nou Camp, markas Barca, Rabu (28/4) atau Kamis (29/4) dinihari WIB.

Mourinho mengklaim peluang Inter dan Barca 50:50 meski I Nerazzurri menang 3-1 pada 1st leg di Giuseppe Meazza, pekan lalu. El Blaugrana masih mungkin menyingkirkan Inter dengan kemenangan berselisih 2 gol atau lebih.

So, media Spanyol melabeli duel nanti sebagai sebuah perang yang harus dimenangi kubu tuan rumah. Xavi Hernandez dan Gerard Pique bahkan terang-terangan bilang Barcelonistas harus membuat atmosfer Nou Camp tak bersahabat dan mengintimidasi para pemain Inter sepanjang pertandingan. Sudah pasti, bagi para punggawa La Beneamata, mengerikan jika tak kurang dari 83.000 orang yang memadati Nou Camp menyoraki mereka.

Kontan, situasi ini membakar emosi sejumlah pendukung Blaugrana yang ujung-ujungnya mulai menumbuhkan kebencian kepada Inter, terutama Mou. Sayang, mereka melampiaskannya dengan cara kurang terpuji.

Mereka mencemooh dan meneriaki kata-kata kasar dan kotor kepada Mou ketika ia menemani Javier Zanetti cs berlatih di Nou Camp pada Selasa malam. Pengelola stadion pun terpaksa mengerahkan beberapa bodyguards khusus untuk mengawal Mou. Bisa dibayangkan apa yang bakal dialami Mou di pertandingan dinihari nanti.

Tapi, bukan Mou namanya jika tak membalas. Ia balik melancarkan serangan psikologis ke kubu Guardiola. Mou menyebut Barca terlalu terobsesi menapak final di Santiago Bernabeu yang notabene markas Real Madrid. Sudah pasti tak ada yang lebih membanggakan Messi dkk daripada menjuarai Champions League di ‘halaman rumah’ musuh bebuyutan mereka di La Liga, bahkan sensasinya melebihi kala juara di Paris, Prancis (2005/2006) dan Roma, Italia (2008/2009).

Mou pasti tahu betul paham anti-Madridismo di klub Catalan itu lantaran pernah menempa ilmu kepelatihan di Barca sebagai pelatih Barcelona B sekaligus asisten pelatih Sir Bobby Robson dan Louis van Gaal pada 1996-2000.

Sebaliknya, Mou membantah membawa Inter juara Champions League adalah obsesinya. Eks arsitek FC Porto dan Chelsea itu berkelit lebih tepat jika menyebut hasrat I Nerazzuri juara Champions League sebagai mimpi. Sebab, kali terakhir Inter jadi kampiun Eropa terjadi pada 1972 ketika Champions League masih bertitel European Cup.

“Saya tak tahu masalah mereka (pendukung Barca) dan apa yang menyebabkan mereka bertindak kasar seperti itu. Apa sih susahnya bagi tim terkuat dunia (Barca) untuk membalas kekalahan 3-1? Mari kita ingat bahwa ini bukanlah sebuah perang, tapi sebuah pertandingan sepakbola,” sindir Mou (tribalfootball).

“Juara Champions League adalah mimpi bagi saya, Inter, dan fans mereka. Saya berharap memberi sedikit kontribusi untuk membantu mereka juara. Jadi, saya katakan kepada pemain saya, mereka harus mengejar mimpi, bukan obsesi. Tapi, justru Barca yang sangat terobsesi dan jelas itu bukan murni sebuah mimpi.”

“Bagi Barca, mimpi itu sudah lewat yakni ketika juara di Paris dan Roma. Namun, bermain di Santiago Bernabeu, ‘halaman rumah’ Madrid, jelas sebuah obsesi. Bagi Inter, final Champions League jadi sebuah obsesi jika dihelat di Turin (kandang Juventus),” papar Mou.

Well, di samping perang urat syaraf, kita juga sekali lagi disuguhkan kepiawaian Mou dan Guardiola beradu taktik dan strategi permainan. Guardiola diyakini bakal menerapkan skema permainan yang sama ketika menggilas Arsenal 4-1 pada 2nd leg perempat final di Nou Camp, 6 April. Di laga ini, Messi tampil brilian dengan memborong keempat gol. Namun, tak ada yang berani memastikan striker Argentina bakal bisa mengulangi hal itu terhadap Inter.

Mirisnya, sang skipper, Carles Puyol, yang absen di partai kontra Arsenal karena akumulasi kartu terpaksa absen lagi kontra Inter dengan kasus serupa. Guardiola mungkin lebih memilih Gabriel Milito ketimbang Rafael Marquez sebagai penggati Puyol untuk menemani Pique. Ini menarik karena Gabriel bakal head-to-head melawan kakak kandungnya, Diego Milito, sebagai ujung tombak Inter.

Sementara itu, Mou juga tak bisa menurunkan Dejan Stankovic yang terbelit sanksi akumulasi kartu. Tak pelak, situasi ini memunculkan masalah sendiri bagi kubu La Beneamata lantaran tak fitnya playmaker Wesley Sneijder akibat cedera lutut.

Tapi, Mou tak punya pilihan lain kecuali tetap memainkan Sneijder meski mungkin tak untuk 90 menit. Sejak bergabung dari Madrid, attacking midfielder berdarah Belanda itu memang jadi ruh permainan Inter. Andai Sneijder tak bermain optimal atau para pemain Barca bisa mematikan pergerakan atau memutus aliran bola ke Sneijder, Inter dalam masalah besar.

Yang menarik, kondisi serupa terjadi juga di Barca. Guardiola belum bisa melepaskan ketergantungannya kepada Xavi dan Messi. Di Giuseppe Meazza, salah satu kunci kemenangan Inter adalah mematikan mobilitas kedua pemain itu.

Meski begitu, Mou tak boleh mengabaikan statistika. Faktanya, dari 2 kali lawatan ke Nou Camp di ajang Champions League pada 2003 dan 2009, Inter masing-masing kalah 3-0 dan 2-0. Ini membuktikan ketajaman Barca berlipat ganda tiap kali bermain di Nou Camp.

Tak ayal, tak sedikit orang berspekulasi, Inter bakal menerapkan negative football alias bertahan total demi menjaga keunggulan 3-1. Tapi, Mou membantahnya. Ia menegaskan Inter bakal tetap bermain seperti gaya permainan yang telah membawa mereka hingga ke semifinal.

Well, Mou memang ada benarnya. Bermain bertahan melawan Barca sama saja bunuh diri. Kendati begitu, jika Inter mampu mencuri gol lebih dulu tak ada salahnya bermain sedikit ke belakang demi mengamankan gawang mereka. Lagipula, Mou bukanlah penganut gaya sepakbola indah, tapi gaya pragmatis di mana hasil akhir adalah yang terpenting. Jadi, tak masalah jika Barca menang asalkan Inter tetap lolos ke final.

5 PARTAI TERAKHIR

BARCELONA

24.04.2010 La Liga vs Xerez  (K) 3-1 (M)

20.04.2010 Champions League vs Inter (T) 1-3 (Klh)

17.04.2010 La Liga vs Espanyol (T) 0-0 (S)

14.04.2010 La Liga vs Coruna (K) 3-0 (M)

10.04.2010 La Liga vs Madrid (T) 2-0 (M)

—————

INTER

24.04.2010 Serie A vs Atalanta (K) 3-1 (M)

20.04.2010 Champions League vs Barcelona (K) 3-1 (M)

16.04.2010 Serie A vs Juventus (K) 2-0 (M)

13.04.2010 Coppa Italia vs Fiorentina (T) 1-0 (M)

10.04.2010 Serie A vs Fiorentina (T) 2-2 (S)

REKOR PERTEMUAN

20.04.2010 Champions League Inter Milan 3-1 Barcelona

24.11.2009 Champions League Barcelona 2-0 Inter Milan

16.09.2009 Champions League Inter Milan 0-0 Barcelona

26.02.2003 Champions League Inter Milan 0-0 Barcelona

18.02.2003 Champions League Barcelona 3-0 Inter Milan

PRAKIRAAN PEMAIN

BARCELONA (4-3-3) Pelatih: Pep Guardiola

1-Valdes; 2-Alves, 3-Pique, 18-G. Milito, 22-Abidal; 6-Xavi, 16-Busquets, 15-Keita; 10-Messi, 9-Ibrahimovic, 17-Pedro

———–

INTER (4-3-1-2) Pelatih: Jose Mourinho

12-Cesar; 13-Maicon, 6-Lucio, 25-Samuel, 4-Zanetti; 19-Cambiasso, 8-Motta; 9-Eto’o, 10-Sneijder, 27-Pandev; 22-D. Milito

PREDIKSI

BARCELONA 2-1 INTER

Dari berbagai sumber

Iklan

8 Komentar

  1. copiluvhera said,

    Yahh….

    Prediksinya sama dengan saya lagi…. 🙂

    Silahkan baca DISINI.

    Sukses terus mas Triendra… 🙂

  2. triendra said,

    iya tulisan di blog mas sama persis dgn tulisan saya .. bahkan sampe prediksi skornya jg idem 🙂 sukses juga buat mas … terimkasih dah berknjung …

  3. huda jo said,

    ok bagus juga prediksinya , haruss menang dan lolos !!

  4. triendra said,

    @huda: terimakasih mas … salam kenal

  5. aditric said,

    prediksi yang menarik n bermanfaat. tq bro
    salam hangat dari http://aditric.wordpress.com

  6. triendra said,

    tq jg mas dah mampir & ksh komen … salam kenal …

  7. Shodik said,

    Akhirnya impian Louis van Gaal tekabul,
    inter kalah 1-0 tapi tetep maju kefinal.
    Go Muenchen go……!

  8. triendra said,

    Inilah sisi minus dari sistem 2 leg, agregat gol sangat vital meski secara permainan Barca jelas lebih layak ke final daripada Inter … thx dah mampir & komen …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: