PRE 2nd LEG SEMIFINAL CHAMPIONS LEAGUE 2009/2010: Barcelona vs Inter Milan: Antara Obsesi & Mimpi

28/04/2010 at 10:46 am (CHAMPIONS LEAGUE, LA LIGA, SERIE A) (, , )

UNTUK kali pertama sejak juara Champions League 2000/2001, Bayern Muenchen akhirnya kembali menapak final kejuaraan sepakbola antarklub tertinggi di Eropa. Hattrick Ivica Olic ke gawang Olympique Lyonnais pada 2nd leg semifinal di Stade de Gerland, Selasa (27/4), menggenapkan kemenangan Die Roten dengan keunggulan agregat 4-0.

Mirisnya, tak ada jaminan Muenchen bakal kembali juara musim ini. Soalnya, Arjen Robben cs dipastikan bertemua lawan kuat pada final di Santiago Bernabeu, Madrid, pada 22 Mei, yakni pemenang antara Internazionale Milan kontra Barcelona.

Namun, jika boleh memilih, bos Muenchen Louis van Gaal dan Robben lebih suka melawan pasukan Jose Mourinho ketimbang armada Pep Guardiola di final. Maklum, van Gaal dan Robben sadar Muenchen bakal kesulitan meladeni gaya atraktif dan cepat permainan ala Lionel Messi dkk daripada gaya pragmatis Samuel Eto’o cs.

Well, Muenchen boleh saja berharap, tapi lawan yang mereka hadapi di Madrid baru akan ditentukan dari hasil 2nd leg semifinal saat Inter menyambangi Nou Camp, markas Barca, Rabu (28/4) atau Kamis (29/4) dinihari WIB.

Mourinho mengklaim peluang Inter dan Barca 50:50 meski I Nerazzurri menang 3-1 pada 1st leg di Giuseppe Meazza, pekan lalu. El Blaugrana masih mungkin menyingkirkan Inter dengan kemenangan berselisih 2 gol atau lebih.

So, media Spanyol melabeli duel nanti sebagai sebuah perang yang harus dimenangi kubu tuan rumah. Xavi Hernandez dan Gerard Pique bahkan terang-terangan bilang Barcelonistas harus membuat atmosfer Nou Camp tak bersahabat dan mengintimidasi para pemain Inter sepanjang pertandingan. Sudah pasti, bagi para punggawa La Beneamata, mengerikan jika tak kurang dari 83.000 orang yang memadati Nou Camp menyoraki mereka.

Kontan, situasi ini membakar emosi sejumlah pendukung Blaugrana yang ujung-ujungnya mulai menumbuhkan kebencian kepada Inter, terutama Mou. Sayang, mereka melampiaskannya dengan cara kurang terpuji.

Mereka mencemooh dan meneriaki kata-kata kasar dan kotor kepada Mou ketika ia menemani Javier Zanetti cs berlatih di Nou Camp pada Selasa malam. Pengelola stadion pun terpaksa mengerahkan beberapa bodyguards khusus untuk mengawal Mou. Bisa dibayangkan apa yang bakal dialami Mou di pertandingan dinihari nanti.

Tapi, bukan Mou namanya jika tak membalas. Ia balik melancarkan serangan psikologis ke kubu Guardiola. Mou menyebut Barca terlalu terobsesi menapak final di Santiago Bernabeu yang notabene markas Real Madrid. Sudah pasti tak ada yang lebih membanggakan Messi dkk daripada menjuarai Champions League di ‘halaman rumah’ musuh bebuyutan mereka di La Liga, bahkan sensasinya melebihi kala juara di Paris, Prancis (2005/2006) dan Roma, Italia (2008/2009).

Mou pasti tahu betul paham anti-Madridismo di klub Catalan itu lantaran pernah menempa ilmu kepelatihan di Barca sebagai pelatih Barcelona B sekaligus asisten pelatih Sir Bobby Robson dan Louis van Gaal pada 1996-2000.

Sebaliknya, Mou membantah membawa Inter juara Champions League adalah obsesinya. Eks arsitek FC Porto dan Chelsea itu berkelit lebih tepat jika menyebut hasrat I Nerazzuri juara Champions League sebagai mimpi. Sebab, kali terakhir Inter jadi kampiun Eropa terjadi pada 1972 ketika Champions League masih bertitel European Cup.

“Saya tak tahu masalah mereka (pendukung Barca) dan apa yang menyebabkan mereka bertindak kasar seperti itu. Apa sih susahnya bagi tim terkuat dunia (Barca) untuk membalas kekalahan 3-1? Mari kita ingat bahwa ini bukanlah sebuah perang, tapi sebuah pertandingan sepakbola,” sindir Mou (tribalfootball).

“Juara Champions League adalah mimpi bagi saya, Inter, dan fans mereka. Saya berharap memberi sedikit kontribusi untuk membantu mereka juara. Jadi, saya katakan kepada pemain saya, mereka harus mengejar mimpi, bukan obsesi. Tapi, justru Barca yang sangat terobsesi dan jelas itu bukan murni sebuah mimpi.”

“Bagi Barca, mimpi itu sudah lewat yakni ketika juara di Paris dan Roma. Namun, bermain di Santiago Bernabeu, ‘halaman rumah’ Madrid, jelas sebuah obsesi. Bagi Inter, final Champions League jadi sebuah obsesi jika dihelat di Turin (kandang Juventus),” papar Mou.

Well, di samping perang urat syaraf, kita juga sekali lagi disuguhkan kepiawaian Mou dan Guardiola beradu taktik dan strategi permainan. Guardiola diyakini bakal menerapkan skema permainan yang sama ketika menggilas Arsenal 4-1 pada 2nd leg perempat final di Nou Camp, 6 April. Di laga ini, Messi tampil brilian dengan memborong keempat gol. Namun, tak ada yang berani memastikan striker Argentina bakal bisa mengulangi hal itu terhadap Inter.

Mirisnya, sang skipper, Carles Puyol, yang absen di partai kontra Arsenal karena akumulasi kartu terpaksa absen lagi kontra Inter dengan kasus serupa. Guardiola mungkin lebih memilih Gabriel Milito ketimbang Rafael Marquez sebagai penggati Puyol untuk menemani Pique. Ini menarik karena Gabriel bakal head-to-head melawan kakak kandungnya, Diego Milito, sebagai ujung tombak Inter.

Sementara itu, Mou juga tak bisa menurunkan Dejan Stankovic yang terbelit sanksi akumulasi kartu. Tak pelak, situasi ini memunculkan masalah sendiri bagi kubu La Beneamata lantaran tak fitnya playmaker Wesley Sneijder akibat cedera lutut.

Tapi, Mou tak punya pilihan lain kecuali tetap memainkan Sneijder meski mungkin tak untuk 90 menit. Sejak bergabung dari Madrid, attacking midfielder berdarah Belanda itu memang jadi ruh permainan Inter. Andai Sneijder tak bermain optimal atau para pemain Barca bisa mematikan pergerakan atau memutus aliran bola ke Sneijder, Inter dalam masalah besar.

Yang menarik, kondisi serupa terjadi juga di Barca. Guardiola belum bisa melepaskan ketergantungannya kepada Xavi dan Messi. Di Giuseppe Meazza, salah satu kunci kemenangan Inter adalah mematikan mobilitas kedua pemain itu.

Meski begitu, Mou tak boleh mengabaikan statistika. Faktanya, dari 2 kali lawatan ke Nou Camp di ajang Champions League pada 2003 dan 2009, Inter masing-masing kalah 3-0 dan 2-0. Ini membuktikan ketajaman Barca berlipat ganda tiap kali bermain di Nou Camp.

Tak ayal, tak sedikit orang berspekulasi, Inter bakal menerapkan negative football alias bertahan total demi menjaga keunggulan 3-1. Tapi, Mou membantahnya. Ia menegaskan Inter bakal tetap bermain seperti gaya permainan yang telah membawa mereka hingga ke semifinal.

Well, Mou memang ada benarnya. Bermain bertahan melawan Barca sama saja bunuh diri. Kendati begitu, jika Inter mampu mencuri gol lebih dulu tak ada salahnya bermain sedikit ke belakang demi mengamankan gawang mereka. Lagipula, Mou bukanlah penganut gaya sepakbola indah, tapi gaya pragmatis di mana hasil akhir adalah yang terpenting. Jadi, tak masalah jika Barca menang asalkan Inter tetap lolos ke final.

5 PARTAI TERAKHIR

BARCELONA

24.04.2010 La Liga vs Xerez  (K) 3-1 (M)

20.04.2010 Champions League vs Inter (T) 1-3 (Klh)

17.04.2010 La Liga vs Espanyol (T) 0-0 (S)

14.04.2010 La Liga vs Coruna (K) 3-0 (M)

10.04.2010 La Liga vs Madrid (T) 2-0 (M)

—————

INTER

24.04.2010 Serie A vs Atalanta (K) 3-1 (M)

20.04.2010 Champions League vs Barcelona (K) 3-1 (M)

16.04.2010 Serie A vs Juventus (K) 2-0 (M)

13.04.2010 Coppa Italia vs Fiorentina (T) 1-0 (M)

10.04.2010 Serie A vs Fiorentina (T) 2-2 (S)

REKOR PERTEMUAN

20.04.2010 Champions League Inter Milan 3-1 Barcelona

24.11.2009 Champions League Barcelona 2-0 Inter Milan

16.09.2009 Champions League Inter Milan 0-0 Barcelona

26.02.2003 Champions League Inter Milan 0-0 Barcelona

18.02.2003 Champions League Barcelona 3-0 Inter Milan

PRAKIRAAN PEMAIN

BARCELONA (4-3-3) Pelatih: Pep Guardiola

1-Valdes; 2-Alves, 3-Pique, 18-G. Milito, 22-Abidal; 6-Xavi, 16-Busquets, 15-Keita; 10-Messi, 9-Ibrahimovic, 17-Pedro

———–

INTER (4-3-1-2) Pelatih: Jose Mourinho

12-Cesar; 13-Maicon, 6-Lucio, 25-Samuel, 4-Zanetti; 19-Cambiasso, 8-Motta; 9-Eto’o, 10-Sneijder, 27-Pandev; 22-D. Milito

PREDIKSI

BARCELONA 2-1 INTER

Dari berbagai sumber

Iklan

Permalink 8 Komentar

REV 1st LEG SEMIFINAL CHAMPIONS LEAGUE 2009/2010: Bayern Muenchen vs Olympique Lyonnais: Pekan Kelam Ribery

22/04/2010 at 9:45 am (CHAMPIONS LEAGUE) (, , )

  • Muenchen (Robben 69) 1-0 Lyon
  • Partai 2nd leg semifinal di Stade de Gerland, Selasa (27/4)

BAYERN Muenchen berutang budi kepada Arjen Robben. Gol winger Belanda di menit 69 membawa kemenangan 1-0 untuk tuan rumah atas Olympique Lyonnais pada 1st leg semifinal Champions League di Allianz Arena, Rabu (21/4).

Kendati begitu, pasukan Louis van Gaal sesungguhnya belum boleh tenang. Sebab, di 2nd leg, Robben cs harus menyambangi markas Lyon, Stade de Gerland, Selasa (27/4). Mirisnya, Van Gaal dipastikan tak diperkuat winger terbaiknya, Franck Ribery, yang mendapat kartu merah di Allianz Arena.

Kartu merah yang dikeluarkan wasit Italia, Roberto Rosetti, untuk Ribery sebenarnya layak dipertanyakan. Pasalnya, winger Prancis langsung diganjar kartu merah tanpa terlebih dulu diberi kartu kuning kala melanggar striker Lyon, Lisandro Lopez, di menit 37.

Boleh jadi ini sebagai bentuk frustasi Ribery yang sebelum men-tackle Lopez, dirinya lebih dulu dilanggar keras pemain Les Gones, tapi Rosetti justru tak menganggapnya itu sebagai pelanggaran. Rosetti berdalih ia melihat Ribery menginjak kaki Lisandro terlalu lama dengan maksud mencederai yang jelas dibantah Van Gaal.

Ironisnya, ini bukan kali pertama Rosetti mengecewakan kubu Jerman. Ia juga pernah membuat sejumlah keputusan merugikan bagi timnas Jerman saat bentrok dengan Spanyol pada final Euro 2008 di Austria-Swiss.

Kendati begitu, kubu Die Roten menerima keputusan Rosetti dan tak akan mengajukan keberatan apa pun kepada UEFA. Namun, Van Gaal tetap berharap UEFA tak memberi Ribery sanksi larangan tampil di 2 laga. Jika ini terjadi, artinya Ribery tak bisa memperkuat FC Hollywood andai lolos ke final dan bentrok dengan pemenang antara Internazionale Milan dan Barcelona.

Bagi Ribery pribadi, pekan ini mungkin jadi yang terkelam sepanjang hidupnya. Pasalnya, di luar lapangan, Ribery juga terbelit masalah hukum serius. Winger yang punya codet di wajah ini dituduh melakukan praktek prostitusi terhadap gadis-gadis di bawah umur di Prancis. Polisi memang masih dalam tahap menginvestigasi Ribery sebagai saksi bersama sejumlah pemain timnas Prancis lain, termasuk pemain Lyon, Sydney Govou.

Sementara itu, tanpa Ribery di 2nd leg, Van Gaal terpaksa mengubah taktik. Di Allianz Arena, Les Gones sudah membuktikan kekuatan mereka. Bahkan, Robben baru bisa bikin gol pasca Lyon juga bermain dengan 10 orang menyusul dikeluarkannya Jeremy Toulalan. Centre back ini menerima kartu kuning kedua pada menit 54 atau hanya 3 menit setelah mendapat kartu kuning pertamanya.

Di Stade de Gerland, praktis Van Gaal sangat mengandalkan Robben untuk merusak pertahanan Lyon. Namun, boleh jadi bukan tugas mudah menaklukkan Les Gones di kandang. Lisandro cs tak terkalahkan dalam 5 kali menjamu para tamunya di Stade de Gerland di Champions League musim ini.

Fiorentina, Real Madrid, dan Girondins Bordeaux serta Debreceni sanggup ditumpas. Satu-satunya hasil imbang ditoreh saat menjamu Liverpool pada penyisihan Grup E. Tapi, coach Lyon, Claude Puel, tetap wajib meracik skema permainan yang pas demi menghambat Muenchen dengan absennya centre back Toulalan.

SUSUNAN PEMAIN

MUENCHEN (4-4-1-1) Pelatih: Louis van Gaal

22-Butt; 21-Lahm, 5-Van Buyten, 6-Demichelis, 26-Contento; 10-Robben (8-Altintop 85), 31-Schweinsteiger, 23-Pranjic (33-Gomes 63), 7-Ribery; 25-Muller; 11-Olic (44-Tymoschuk 45)

———-

LYON (4-4-2) Pelatih: Claude Puel

1-Lloris; 13-Reveillere, 3-Cris, 28-Toulalan, 20-Cissokho; 10-Ederson (7-Bastos 70), 41-Gonalons, 6-Kallstrom, 19-Delgado (14-Govou 79); 8-Pjanic (17-Makoun 56), 9-Lisandro

Dari berbagai sumber

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

REV 1st LEG SEMIFINAL CHAMPIONS LEAGUE 2009/2010: Inter Milan vs Barcelona: Kisah Buram Dibalik Kemenangan Inter

21/04/2010 at 3:56 pm (CHAMPIONS LEAGUE) (, , )

  • Inter (Sneijder  30, Maicon 48, Milito 61) 3-1 (Pedro 19) Barcelona
  • Partai 2nd leg semifinal di Nou Camp, Rabu (28/4)

EUFORIA kemenangan 3-1 Internazionale Milan atas Barcelona pada 1st leg semifinal Champions League, Selasa (20/4), menyisakan noda. Ya, kisah buram tentang ‘bocah’ bengal berusia 19 tahun, Mario Balotelli, lebih mencuat ketimbang cerita superioritas Inter atas tamunya, Barca.

Balotelli bikin onar begitu laga bubar. Emosi striker berjuluk Super Mario ini mendidih melihat para Interisti mencibirnya saat masuk ke ruang ganti. Reaksinya dengan membanting kostumnya ke tanah dan mengeluarkan sumpar serapah, tak ayal, bikin fans tambah kesal.

Ironisnya, Balotelli justru diserang rekannya sendiri, Marco Meterazzi, dengan kata-kata kasar di lorong menuju ruang ganti. Eks bomber Inter yang kini berkostum Barca, Zlatan Ibrahimovic, melihat langsung peristiwa itu. Namun, ia justru membela Balotelli dan menyalahkan Materazzi.

“Saya tak pernah melihat kejadian seperti itu sepanjang karier saya. Materazzi seharusnya merayakan kemenangan di lapangan dan membiarkan Balotelli. Jika saya diserang seperti itu, saya pasti akan segera memukulnya,” ungkap Ibra kepada RAI.

Tak cukup sampai sini, sejumlah fans berniat menyerang Balotelli ketika menuju mobilnya di halaman parkir, tapi berhasil digagalkan anggota keamanan setempat.

Jose Mourinho memberi kesempatan kepada Balotelli unjuk kebolehan untuk menggantikan Diego Milito pada menit ke-75. Namun, penampilan Super Mario sangat mengecewakan publik Giuseppe Meazza.

Setidaknya 2 kali ia menggagalkan counter attack Inter yang berpeluang memperbesar kemenangan tuan rumah. Ini yang bikin fans geram dan mulai mengejek Balotelli yang sebelumnya kerap berselisih dengan Mourinho dan sejumlah rekannya.

Insiden itu jelas merusak pesta kemenangan I Nerazzurri. Akibat ulahnya itu, Balotelli terancam dikenai sanksi disiplin oleh klub seperti yang diungkapkan Managing Director, Ernesto Paolilo. Tak cuma itu, Mou pun kemungkinan besar tak bakal memboyong sang striker ke Nou Camp untuk melakoni 2nd leg semifinal pada 28 April.

Apa pun, kemenangan 3-1 di kandang belum menjamin Inter bakal lolos ke final. Barca punya potensi membalikkan keadaan. Pasukan Pep Guardiola hanya butuh menang dengan selisih 2 gol (2-0) untuk menapak final. Lionel Messi cs sudah membuktikan ketajaman mereka di kandang kala melipat Arsenal 4-1 pada 2nd leg perempat final.

“Semua masih mungkin terjadi dan saya sangat yakin dengan kemampuan Barca. Jika Inter sanggup mencetak 2 atau 3 gol di kandang mereka, kami juga mampu menoreh 4 atau 5 gol di Nou Camp,” pungkas Ibra.

SUSUNAN PEMAIN

INTER (4-2-3-1) Pelatih: Jose Mourinho

12-Cesar; 13-Maicon (26-Chivu 73), 6-Lucio, 25-Samuel, 4-Zanetti; 8-Motta, 19-Cambiasso; 9-Eto’o, 10-Sneijder, 27-Pandev (5-Stankovic 56); 22-Milito (45-Balotelli 75)

————

BARCELONA (4-3-3) Pelatih: Pep Guardiola

1-Valdes; 2-Alves, 3-Pique, 5-Puyol, 19-Maxwell; 6-Xavi, 16-Busquets, 15-Keita; 10-Messi, 9-Ibrahimovic (22-Abidal 62), 17-Pedro

Dari berbagai sumber

Permalink 2 Komentar

PRE 1st LEG SEMIFINAL CHAMPIONS LEAGUE 2009/2010: Bayern Muenchen vs Olympique Lyon: Mencari Eksistensi

20/04/2010 at 12:33 pm (CHAMPIONS LEAGUE) (, , )

SEMIFINAL antara Bayern Muenchen kontra Olympique Lyonnais memang kalah gengsi ketimbang Internazionale Milan versus Barcelona yang bahkan disebut-sebut sebagai ‘final kepagian’.

Namun, duel Muenchen lawan Lyon sesungguhnya tetap layak disaksikan. Bukan saja laga ini bertajuk semifinal Champions League yang sudah pasti seharusnya berkelas, tapi juga adanya misi pencarian eksistensi yang tersirat di dalamnya.

Ya, ini adalah epik 2 klub dari 2 negara, Prancis (Lyon) dan Jerman (Muenchen), yang berusaha membelah hegemoni klub-klub Italia (Serie A), Inggris (Premier League), dan Spanyol (La Liga) yang menguasai Eropa bahkan mungkin juga dunia.

Bagi Muenchen, musim ini adalah momen terbaik merestorasi citra mereka sebagai klub yang pernah dijuluki salah satu raksasa di kancah sepakbola dunia, khususnya Eropa. FC Hollywood praktis tak bertaji lagi di ‘Benua Biru’ sejak menjuarai Champions League 2000/2001 dengan menumbangkan Valencia di partai final.

Ironisnya, itu juga kali terakhir klub Bundesliga jadi kampiun Eropa. Bayer Leverkusen yang mencoba meneruskan langkah Muenchen pada musim 2001/2002 kandas di tangan Real Madrid pada partai final.

Momentum juga tengah dipegang pasukan Louis van Gaal. Di Bundesliga, Muenchen membantai Hannover 7-0, Sabtu (17/4) di Allianz Arena. Menjamu Lyon di Allianz Arena, Rabu (21/4) atau Kamis (22/4) dinihari WIB, Franck Ribery cs pun berpeluang mendulang kemenangan.

Mereka sudah membuktikan jadi tuan rumah pada 1st leg ternyata tak selalu merugikan. Pada 1st leg babak 16 Besar, kemenangan 2-1 atas Fiorentina dan 1st leg perempat final dari Manchester United (MU), terbukti sangat menguntungkan karena mereka kalah dengan skor sama-sama 2-3 pada 2nd leg melawan kedua klub tersebut.

So, membandingkan kualitas skuad Fiorentina dan MU dengan Lyon, jelas klub Prancis itu ada di bawah mereka. Logikanya, di depan publik sendiri, Ribery dkk tak bakal kesulitan menggerus Lyon.

Kendati begitu, Lyon bisa belajar dari 2 kekalahan Muenchen di tangan klub Prancis lainnya, Girondins Bordeaux, pada penyisihan Grup A. Les Gones sendiri mendepak Bordeaux pada perempat final setelah sebelumnya menyingkirkan raksasa Spanyol, Real Madrid, di babak 16 Besar.

Coach Lyon, Claude Puel, sudah mewanti-wanti awaknya agar mematikan duo winger Muenchen, Ribery dan Arjen Robben. Tapi, ini hanya bisa dilakukan jika Lisandro Lopez dkk sanggup menguasai lini tengah di mana kebetulan Muenchen tak bakal diperkuat jenderal mereka Mark van Bommel akibat sanksi kartu.

Seperti Barcelona yang harus menempuh jalur darat untuk ke menyambangi Inter Milan akibat larangan terbang menyusul ‘selimut’ abu vulkanik dari letusan Gunung Eyjafjallajökull di Islandia, Lyon juga terpaksa menyewa 10 mini van untuk ke Muenchen. Rombongan sudah bertolak sejak Senin (19/4) dan menghabiskan sekitar 7 jam perjalanan untuk menempuh jarak 700 km dari Lyon ke Muenchen.

5 PARTAI TERAKHIR

MUENCHEN

17.04.2010 Bundesliga vs Hannover (K) 7-0 (M)

10.04.2010 Bundesliga vs Leverkusen (T) 1-1 (S)

07.04.2010 Champions League vs MU (T) 2-3 (Klh)

03.04.2010 Bundesliga vs Schalke (T) 2-1 (M)

30.03.2010 Champions League vs MU (K) 2-1 (M)

————

LYON

17.04.2010 Ligue 1 vs Bordeaux (T) 2-2 (S)

11.04.2010 Ligue 1 vs Lille (K) 1-1 (S)

07.04.2010 Champions League vs Bordeaux (T) 0-1 (Klh)

03.04.2010 Ligue 1 vs Rennes (T) 2-1 (M)

30.03.2010 Champions League vs Bordeaux (K) 3-1 (M)

REKOR PERTEMUAN

10.12.2008 Champions League Lyon 2-3 Muenchen

30.09.2008 Champions League Muenchen 1-1 Lyon

05.11.2003 Champions League Muenchen 1-2 Lyon

21.10.2003 Champions League Lyon 1-1 Muenchen

06.03.2001 Champions League Lyon 3-0 Muenchen

22.11.2000 Champions League Muenchen 1-0 Lyon

PRAKIRAAN PEMAIN

MUENCHEN (4-4-2) Pelatih: Louis van Gaal

22-Butt; 21-Lahm, 6-Demichelis, 5-Van Buyten, 23-Pranjic; 31-Schweinsteiger, 7-Ribery, 10-Robben, 25-Mueller; 11-Olic, 33-Gomez

————–

LYON (4-3-2-1) Pelatih: Claude Puel

1-Lloris; 13-Reveillere, 3-Cris, 28-Toulalan, 20-Cissokho; 8-Pjanic, 6-Kallstrom, 41-Gonalons; 7-Bastos, 19-Delgado; 9-L. Lopez

PREDIKSI

MUENCHEN 2-0 LYON

Dari berbagai sumber

Permalink 4 Komentar

PRE 1st LEG SEMIFINAL CHAMPIONS LEAGUE 2009/2010: Inter Milan vs Barcelona: A Battle of Minds

20/04/2010 at 10:54 am (CHAMPIONS LEAGUE) (, , )

GARA-gara abu vulkanik dari letusan Gunung Eyjafjallajökull di Islandia yang menutupi sebagian besar langit Eropa, Barcelona terpaksa membatalkan penerbangan ke Milan, Italia. Pasukan Pep Guardiola memilih menggunakan bus ke Ibukota Italia tersebut untuk menjalani partai 1st leg semifinal Champions League kontra Internazionale Milan di Giuseppe Meazza, Selasa (20/4) atau Rabu (21/4) dinihari WIB.

Dengan 2 bus, El Barca menempuh jarak total 985 km selama 14-15 jam. Lelah dan jenuh? Pasti. Tapi, ini bukan rintangan berarti bagi rombongan juara Champions League 2008/2009.

“Saya bahkan rela jika harus berjalan kaki (ke Milan) demi melakoni semifinal Champions League,” ujar full back Dani Alves kepada Sky Sports.

Well, tekad Alves cs menggambarkan ambisi mereka kembali juara Champions League musim ini. Jika mereka mampu melakukannya, Barca bakal mengukir sejarah sebagai klub pertama yang mampu meraih trofi Champions League 2 musim beruntun. Sebelumnya, AC Milan pernah juara Eropa 2 musim berturut-turut kala kejuaraan ini masih bernama European Cup  pada 1989 dan 1990.

Meski begitu, Barca tak boleh terlalu cepat bermimpi mengukir prestasi tersebut. Sebelum menapak final, mereka harus menyingkirkan Inter terlebih dulu di 2 leg semifinal. Jika lolos, Barca bakal melawan pemenang Olympique Lyonnais versus Bayern Muenchen.

Pasukan Guardiola memang pernah menekuk armada Jose Mourinho 2-0 pada penyisihan Grup F, 24 November 2009. Tapi, itu dilakukan Lionel Messi dkk di Nou Camp. Blaugrana hanya bisa menahan imbang Inter 0-0 di Giuseppe Meazza pada pertemuan pertama penyisihan grup, 16 September 2009. Menariknya, Barca yang juga pernah menyambangi kandang Inter pada 2nd grup stage (babak II penyisihan grup A) Champions League 2002/2003 hanya bisa main 0-0 dengan tuan rumah.

Tapi, rapor Inter tiap kali bentrok dengan Barca lebih buruk lagi. Dari 4 kali pertemuan di arena Champions League, I Nerazzurri belum pernah menang, seri 2 kali dan kalah 2 kali pula. Lebih minor lagi, Inter sama sekali belum pernah menjebol gawang Barca.

So, Javier Zanetti dkk punya tugas berat yakni menghentikan ‘kemandulan’ Inter di tangan Barca.  Di sisi lain, Messi cs harus bisa menemukan celah demi mengakhiri rekor tak terkalahkan Inter di Giuseppe Meazza sepanjang musim ini. Tak pelak, a battle of minds alias adu kejelian dan kepintaran Mourinho dan Guaridola dalam mengutak-atik taktik permainan kubu masing-masing bakal tersaji di Giuseppe Meazza.

Guardiola sadar pergerakan pasukannya tak akan sebebas kala menumpas Arsenal dengan agregat 6-3 pada perempat final. Tapi, sekali pun berstatus tamu, entrenador berdarah Spanyol itu terang-terangan bilang Barca tetap pada pakem permainannya yakni menyerang dengan pola 4-3-3.

Kreator permainan tetap dibebankan kepada Xavi Hernadez karena masih terkaparnya Andres Iniesta. Xavi didampingi 2 midfielders muda, Seydou Keita dan Sergio Busquets. Pulihnya Zlatan Ibrahimovic dari cedera paha dan ditambah manuver Messi dan Pedro jelas tak bisa diremehkan Mou.

Guardiola cukup tenang dengan komposisi kuartet bertahannya menyusul kembali tampilnya Carles Puyol pasca menjalani sanksi kartu merah yang membuatnya absen pada 2nd leg perempat final kontra Arsenal.

Di kubu Inter, sejumlah media Italia membocorkan bahwa Mou bakal mengubah strategi permainan I Nerazzurri. Mou sempat bikin kejutan dengan beralih dari pola 4-3-3 ke 4-2-3-1 saat Inter menggebuk Chelsea 1-0 pada 2nd leg babak 16 besar di Stamford Bridge.

Untuk meredam trio gelandang kreatif Barca, Mou sudah menyiapkan komposisi alternatif yakni 4-1-4-1 dengan Esteban Cambiasso bertugas sebagai defensive midfielder. Mou mungkin belajar dari Espanyol yang sukses menahan Barca 0-0, Sabtu (17/4), dengan mematikan pergerakan Messi dan menghambat aliran bola ke Xavi sebagai playmaker.

Yang menarik, Mou diisukan bakal mengganti peran Douglas Maicon yang mencetak gol indah pada kemenangan 2-0 Inter atas Juventus pada giornata 34 Serie A, Jumat (16/4). Demi menambah daya serang, Maicon didorong ke sayap kanan dan Ivan Cordoba dislot sebagai pengganti di bek kanan. Maicon akan berdiri sejajar dengan Samuel Eto’o, Wesley Sneijder, dan Thiago Motta untuk menyokong Diego Milito sebagai lone striker.

Di bek kiri, Mou mempercayakan Zanetti dan centre back bakal dihuni Lucio dan Walter Samuel. Artinya, Mou punya 3 pemain Argentina (Zanetti, Cambiasso, dan Samuel) yang berorientasi bertahan yang diharapkan mampu meredam kecepatan Messi.

Andai pola ini jadi diterapkan dan taktik berjalan sesuai rencana Mou, Inter kemungkinan bisa mencuri kemenangan atas Barca meski tak dengan skor besar. Tapi, apa pun hasil 1st leg, siapa yang berhak ke final di Madrid, Spanyol, pada 22 Mei, tetap ditentukan pada 2nd leg di Nou Camp, 28 April. Inter yang belum pernah mencapai final Champions League pasti ngotot mencetak sejarah itu sekaligus bertekad jadi Raja Eropa lagi setelah kali terakhir merasakannya pada European Cup 1965.

5 PARTAI TERAKHIR

INTER

16.04.2010 Serie A vs Juventus (K) 2-0 (M)

13.04.2010 Coppa Italia vs Fiorentina (T) 1-0 (M)

10.04.2010 Serie A vs Fiorentina (T) 2-2 (S)

06.04.2010 Champions League vs CSKA (T) 1-0 (M)

03.04.2010 Serie A vs Bologna (K) 3-0 (M)

————–

BARCELONA

17.04.2010 La Liga vs Espanyol (T) 0-0 (S)

14.04.2010 La Liga vs Coruna (K) 3-0 (M)

10.04.2010 La Liga vs Madrid (T) 2-0 (M)

06.04.2010 Champions League vs Arsenal (K) 4-1 (M)

03.04.2010 La Liga vs Bilbao (K) 4-1 (M)

REKOR PERTEMUAN

24.11.2009 Champions League Barcelona 2-0 Inter Milan

16.09.2009 Champions League Inter Milan 0-0 Barcelona

26.02.2003 Champions League Inter Milan 0-0 Barcelona

18.02.2003 Champions League Barcelona 3-0 Inter Milan

PRAKIRAAN PEMAIN

INTER (4-1-4-1) Pelatih: Jose Mourinho

12-Cesar; 2-Cordoba, 6-Lucio, 25-Samuel, 4-Zanetti; 19-Cambiasso; 13-Maicon, 8-Motta, 10-Sneijder, 9-Eto’o; 22-Milito

————

BARCELONA (4-3-3) Pelatih: Pep Guardiola

1-Valdes; 2-Alves, 3-Pique, 5-Puyol, 22-Abidal; 6-Xavi, 16-Busquets, 15-Keita; 10-Messi, 9-Ibrahimovic, 17-Pedro

PREDIKSI

INTER 1-0 BARCELONA

Dari berbagai sumber

Permalink 4 Komentar

REV 2nd LEG QF CL 2009/2010: MU vs Muenchen, Bordeaux vs Lyon

08/04/2010 at 9:56 am (CHAMPIONS LEAGUE, PREMIER LEAGUE) (, , , , , , , , )

  • MU (Gibson 3, Nani 7, 41) 3-2 (Olic 43, Robben 74) Muenchen: Muenchen lolos ke semifinal karena unggul gol tandang meski agregat 4-4
  • Bordeaux (Chamakh 45) 1-0 Lyon: Lyon ke semifinal dengan agregat 3-2

Menangislah Inggris

MENANGISLAH publik Inggris dan Premier League mania di seluruh dunia. Untuk kali pertama sejak musim 2004/2005, Inggris tak punya wakil di semifinal dan tentu saja di final Champions League.

Setelah Arsenal ditendang Barcelona, Selasa (6/4), giliran Manchester United (MU) didepak Bayern Muenchen dari perempat final, Rabu (7/4). Yang bikin miris, pasukan Sir Alex Ferguson mengalaminya di depan dukungan puluhan ribu publik Old Trafford.

MU memang mampu menebus kekalahan 1-2 pada 1st leg di Allianz Arena. Tapi, kemenangan 3-2 pada 2nd leg di Old Trafford tak cukup bagi Rio Ferdinand dkk menapak ke semifinal. Muenchen besutan Louis van Gaal menang agregat gol tandang meski skor akhir 4-4.

Fergie terpaksa memainkan Wayne Rooney yang belum pulih 100% dari cedera engkel kaki kanan. Hasilnya, memang langsung terlihat. Laga baru berjalan 3 menit, Rooney sudah mampu mengobrak-abrik pertahanan FC Hollywood dan memberi assist kepada Darron Gibson yang berbuah gol.

Bahkan, 4 menit kemudian MU memperbesar keunggulan lewat Nani. Winger Portugal ini lantas makin melambungkan asa The Red Devils berkat gol keduanya di menit 41. Tapi, 2 menit kemudian, Muenchen mampu memperkecil skor jadi 1-3 lewat gol Ivica Olic.

Di babak II, Fergie melakukan keputusan yang mungkin akan disesalinya untuk jangka waktu yang lama. Merasa aman dengan keunggulan 3-1 (jika skor bertahan, MU lolos ke semifinal), Fergie mengganti Rooney dengan John O’Shea di menit 55. Fergie berdalih terpaksa melakukan itu agar cedera Rooney tak kian parah. Rooney memang kerap jadi incaran pemain belakang Muenchen.

Tapi, kenapa O’Shea yang dimasukkan? Fergie harus memperkuat lini belakangnya menyusul diusirnya bek kanan Rafael karena menerima kartu kuning kedua dari wasit Nicola Rizzoli dari Italia.

Tak pelak, bermain 10 orang dan tanpa striker murni (Fergie menempatkan Nani sebagai ujung tombak), MU digempur habis-habisan oleh Mark van Bommel dkk. Klimaksnya terjadi ketika Arjen Robben menjebol gawang Edwin van der Sar lewat tendangan voli indah di menit 75.

Fergie bereaksi dengan menarik 2 gelandangnya Gibson dan Michael Carrick dan memasukkan Dimitar Berbatov (menit 80) dan Ryan Giggs (81).

Fergie jelas berharap pasukannya bakal mencetak 1 gol lagi demi melaju ke semifinal. Sayang, harapan Fergie tak terwujud meski serangan MU bertubi-tubi ke pertahanan Muenchen. Kendati agregat 4-4, Robben dkk melenggang ke semifinal dengan keunggulan gol tandang.

Untuk kali pertama MU gagal menembus semifinal Champions League setelah tak pernah absen dalam 3 musim terakhir. Menariknya, ini kali pertama Muenchen mencapai semifinal sejak 2000/2001 atau tepat kali terakhir mereka mengangkat trofi Champions League.

Di semifinal, pasukan van Gaal ditunggu klub Prancis, Olympique Lyonnais, yang menggerus klub Prancis lainnya, Girondins Bordeaux, di perempat final. Meski Lyon kalah 0-1 dari Bordeaux pada 2nd leg di Stade Chaban-Delmas –kandang Bordeaux–, Lyon berhak ke semifinal berkat kemenangan 3-1 pada 1st leg di Stade de Gerland, markas Lyon. Agregat 3-2 untuk Lyon.

Laga 1st leg semifinal bakal digelar 21 April di Allianz Arena dan 2nd leg di Stade de Gerland pada 27 April.

Dari berbagai sumber

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

REV 2nd LEG QF CL: Barcelona vs Arsenal, CSKA Moscow vs Inter Milan

07/04/2010 at 9:42 am (CHAMPIONS LEAGUE, LA LIGA, PREMIER LEAGUE, SERIE A) (, , , , , , , )

  • CSKA Moscow 0-1 (Sneijder 6) Inter: Inter lolos ke semifinal agregat 2-0
  • Barcelona (Messi 21, 37, 42, 88) 4-1 (Bendtner 18) Arsenal: Barca ke semifinal agregat 6-3

Inter Tantang Barca di Semifinal

EMPAT gol Lionel Messi dan 1 gol Wesley Sneijder memastikan Barcelona dan Internazionale Milan bentrok di semifinal Champions League 2009/2010 yang bakal digelar 20 April (1st leg di Giuseppe Meazza) dan 28 April (2nd leg di Nou Camp).

Inter gagal melaju ke 4 Besar Champions League sejak 7 tahun lalu (3 musim terakhir kandas di Babak 16 Besar). Tapi, bagi Jose Mourinho, ini jadi semifinal keempat Champions League.

Sebelumnya pembesut berdarah Portugal ini mengantar FC Porto (akhirnya juara pada 2003/2004) dan Chelsea (2 kali). Mou mencatatkan diri sebagai pelatih pertama yang mampu membawa 3 klub berbeda ke semifinal Champions League.

Bagi Barca, ini jadi kali ke-4 dalam 5 musim terakhir mereka menembus semifinal (2005/2006, 2007/2008, 2008/2009, dan 2009/2010). Hebatnya, pada 2005/2006 dan 2008/2009, El Barca sukses menapak final dan juara masing-masing mengalahkan Arsenal dan Manchester United (MU).

Barca dan Inter pernah satu grup (Grup F) di babak penyisihan grup Champions League musim ini. Dari 2 pertemuan, pasukan Pep Guardiola menang 2-0 di Nou Camp (24 November 2009), sedangkan di Giuseppe Meazza (16 September 2009), kedua klub bermain imbang 0-0.

Kendati begitu, Guardiola tak mau sesumbar. Ia tahu aura dan tekanan di semifinal bakal berbeda dari penyisihan grup. Tapi, Guardiola tak bisa menampik sebagai juara bertahan, Barca jelas lebih diunggulkan ketimbang I Nerazzurri untuk lolos ke final.

Semifinal nanti juga jadi ajang reuni beberapa pemain. Eto’o bakal kembali bertemu eks rekan-rekannya dan tutornya di Barca ketika meraih Champions League, La Liga, dan Copa del Rey 2008/2009. Sebaliknya, Zlatan Ibrahimovic dan Maxwell bereuni dengan mantan rekannya dan manajernya di Inter.

Apapun, kita jangan berharap partai Barca kontra Inter bakal seatraktif Barca vs Arsenal. Soalnya, Mou lebih bersifat pragmatis. Ia tak sungkan mengorbankan permainan indah demi mengejar kemenangan.

Teranyar, Mou menerapkan formasi 4-5-1 untuk meredam kecepatan para pemain CSKA Moscow di Stadion Luzhniki, Rabu (7/4) dinihari WIB. Eto’o cs lebih mengandalkan pada counter attack alias serangan balik untuk menjebol gawang lawan. Namun, faktanya gaya permainan pragmatis ini sukses mengantar I Nerazzurri ke semifinal.

Artinya, kecil kemungkinan Mou mengubah pola ini saat meladeni Barca yang justru bergaya menyerang dengan skema 4-3-3. Bahkan, bukan tak mungkin, Mou menginstruksikan seorang pemain yang khusus mengawal pergerakan Lionel Messi.

Striker Argentina ini memborong 4 gol kemenangan 4-1 Barca di Nou Camp sekaligus mengubur mimpi Arsenal ke semifinal. Messi menyejajarkan diri dengan 7 pemain lain [Marco van Basten (Milan), Simone Inzaghi (Lazio), Dado Pršo (Monaco), Ruud van Nistelrooy (Manchester United), Andriy Shevchenko (Milan), dan Ferenc Puskas (Madrid)] yang mencetak 4 gol dalam 1 laga. Zanetti yang notabene kapten timnas Argentina jadi sosok yang paling pas mengawal Messi.

Tapi, Mou tak boleh lupa, Barca bukan cuma Messi. Ibrahimovic, Xavi Hernandez, dan Andres Iniesta juga bisa mengancam. Well, semifinal Inter vs Barca memang bakal ketat dan sengit, tapi menarik sebagai tontonan? Mungkin lebih baik kita jangan terlalu berharap.

Dari berbagai sumber

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

PRE 2nd LEG QF CL: Bordeaux vs Lyon: Sarat gengsi, Kurang Greget

06/04/2010 at 9:11 pm (CHAMPIONS LEAGUE) (, , , )

  • Bordeaux wajib menang minimal dengan selisih 2 gol (2-0, 3-1, 4-2 dst) untuk lolos ke semifinal.
  • Menang, bermain imbang dengan skor berapa pun atau kalah tak lebih dari selisih 2 gol, Lyon lolos ke babak 4 Besar.

ALL-French quarter final antara Girondins Bordeaux versus Olympique Lyonnais boleh kalah gengsi dibandingkan 3 partai lain. Kemenangan 3-1 Lyon atas Bordeaux pada 1st leg perempat final Champions League di Stade de Gerland, pekan lalu, boleh jadi kian membuat partai 2nd leg di Stade Chaban-Delmas, Rabu (7/4) atau Kamis (8/4) dinihari WIB, kurang greget.

Tapi, prediksi ini bakal jadi kenyataan? Belum tentu. Soalnya, selain gengsi Eropa, duel Bordeaux vs Lyon juga sarat gengsi Ligue 1. Hingga pekan 31, Lyon memuncaki klasemen dengan 57 poin.

Bordeaux terpaut 1 poin dan sementara nangkring di peringkat 4 di belakang Lyon, Montpellier Herault, dan Auxerre (ketiganya mengepak 57 poin). Namun, Les Girondins defisit 2 laga dibandingkan ketiga klub tersebut.

Sudah pasti para pendukung Bordeaux yang bakal memadati Stade Chaban-Delmas berharap Marouane Chamakh cs mampu mengungguli Lyon di kancah Champions League. Ironisnya, pelatih Bordeaux, Laurent Blanc, justru pesimistis pasukannya mampu menyingkirkan Lyon.

Maklum, tugas Les Girondins berat yakni wajib menang dengan selisih 2 gol (2-0) atau lebih. Kembalinya holding midfielder sekaligus kapten, Alou Diarra, pasca menjalani sanksi akumulasi kartu kuning tampaknya tak bakal berpengaruh besar.

Statistik performa Bordeaux juga tak mengesankan. Mereka kalah di 3 laga terakhir pada 3 kompetisi berbeda. Berbanding terbalik dengan Les Gones yang memenangi ke-3 partai teranyar.

Meski begitu, Claude Puel bukan tanpa masalah. Lini depannya terancam tak setajam sebelumnya akibat absennya striker Lisandro Lopez dan gelandang serang Sidney Govou lantaran sanksi akumulasi kartu kuning.

Fakta ini yang mungkin membuat Puel lebih berfokus mempertahankan keunggulan 3-1 daripada memaksakan kemenangan meski mencuri 1 gol di Chaban-Delmas cukup bagi Puel mengubur mimpi Chamakh dkk ke semifinal.

5 PARTAI TERAKHIR

BORDEAUX

03.04.2010 Ligue 1 vs Nancy (K) 1-2 (Klh)

30.03.2010 Champions League vs Lyon (T) 1-3 (Klh)

27.03.2010 Coupe de France vs Marseille (T) 1-3 (Klh)

21.03.2010 Ligue 1 vs Lille (K) 3-1 (M)

17.03.2010 Champions League vs Olympiakos (K) 2-1 (M)

——————-

LYON

03.04.2010 Ligue 1 vs Rennes (T) 1-2 (M)

30.03.2010 Champions League vs Bordeaux (K) 3-1 (M)

27.03.2010 Ligue 1 vs Grenoble (K) 2-0 (M)

21.03.2010 Ligue 1 vs Marseille (T) 1-2 (Klh)

13.03.2010 Ligue 1 vs Saint-Etienne  (K) 1-1 (S)

5 PERTEMUAN TERAKHIR

30.03.2010 Champions League Lyon 3-1 Bordeaux

13.12.2009 Ligue 1 Lyon 0-1 Bordeaux

19.04.2009 Ligue 1 Bordeaux 1-0 Lyon

16.11.2008 Ligue 1 Lyon 2-1 Bordeaux

09.03.2008 Ligue 1 Lyon 4-2 Bordeaux

PRAKIRAAN PEMAIN

BORDEAUX (4-2-3-1) Pelatih: Laurent Blanc

1-Carrasso; 21-Chalme, 25-Sane, 2-Ciani, 28-Tremoulinas; 18-Plasil, 4-Diarra; 7-Gouffran, 8-Gourcuff, 17-Wendel; 29-Chamakh

——–

LYON (4-3-3) Pelatih: Claude Puel

1-Lloris; 13-Reveillere, 3-Cris, 4-Boumsong, 20-Cissokho; 28-Toulalan, 8-Pjanic, 41-Gonalons; 7-Bastos, 18-Gomis, 19-Delgado

PREDIKSI

BORDEAUX 1-0 LYON

Dari berbagai sumber

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

PRE 2nd LEG QF CL: MU vs Muenchen: Perjudian Fergie

06/04/2010 at 2:58 pm (CHAMPIONS LEAGUE, PREMIER LEAGUE) (, , , , , )

  • MU wajib menang agar lolos ke semifinal.
  • Muenchen hanya butuh hasil seri untuk ke 4 Besar

WAYNE Rooney jadi fokus pemberitaan jelang 2nd leg perempat final Champions League antara Manchester United vs Bayern Muenchen di Old Trafford, Rabu (7/4) atau Kamis (8/4) dinihari WIB.

Maklum, banyak orang yakin Rooney jadi satu-satunya jawaban jika pasukan Sir Alex Ferguson ingin lolos ke semifinal pasca kekalahan 1-2 pada 1st leg di Muenchen, pekan lalu. Engkel kanan Rooney bermasalah akibat bertabrakan dengan striker FC Hollywood, Mario Gomez.

Tanpa Rooney, ketajaman MU berkurang jauh. Dimitar Berbatov tak punya level permainan setaraf Rooney, setidaknya itu yang terlihat kala The Red Devils takluk 1-2 dari Chelsea di Old Trafford, Sabtu (3/4).

Namun, kabar gembira datang dari manajemen The Red Devils. Senin (5/4), The Daily Mirror mewartakan Rooney melakukan secret training dan mungkin tampil melawan Muenchen meski peluangnya hanya 40%.

Meski begitu, apakah Fergie bakal ambil risiko memainkan bomber gempal itu? Terlebih, MU masih harus berjuang demi menyalip Chelsea yang unggul 2 poin di puncak klasemen Premier League dengan 5 laga tersisa.

Selain itu, beranikah Fergie ‘dimusuhi’ Fabio Capello dan publik sepakbola Inggris jika cedera Rooney tambah parah dan absen dari timnas Inggris di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan? Laga nanti bak perjudian besar bagi Fergie.

Well, tanpa Rooney sesungguhnya MU masih mungkin lolos ke semifinal. Apalagi, mereka hanya butuh menang 1-0. Tapi, Fergie harus bisa mengatasi masalah di lini depan. Solusinya Fergie bisa memaksimalkan kekuatan di 2 sayap: Antonio Valencia (kanan) dan Nani (kiri).

Fergie juga harus lebih berani berspekulasi memasang Ryan Giggs di belakang striker ketimbang Park Ji-sung. Pengalaman Giggs jelas sangat bermanfaat untuk mengangkat motivasi para pemain belia MU.

Di kubu Muenchen, sudah pasti van Gaal girang karena bisa membawa full team. Arjen Robben kemungkinan bisa tampil pasca pulih dari cedera harmstring. Dan, Bastian Schweinsteiger sudah bebas dari sanksi akumulasi kartu.

Tak hanya itu, statistika pertemuan juga mendukung Muenchen. Dari 3 kali melawat ke Old Trafford, FC Hollywood tak pernah kalah (1 menang, 2 seri). So, mungkin inilah momen terbaik Muenchen untuk menyingkirkan MU sekaligus membalas dendam kekalahan di final Champions League 1999.

5 PARTAI TERAKHIR

MU

03.04.2010 Premier League Chelsea (K) 1-2 (Klh)

30.03.2010 Champions League Muencen (T) 1-2 (Klh)

27.03.2010 Premier League Bolton (T) 4-0 (M)

21.03.2010 Premier League Liverpool (K) 2-1 (M)

14.03.2010 Premier League Fulham (K) 3-0 (M)

———

MUENCHEN

03.04.2010 Bundesliga Schalke (T) 2-1 (M)

30.03.2010 Champions League MU (K) 2-1 (M)

27.03.2010 Bundesliga Stuttgart (K) 1-2 (Klh)

20.03.2010 Bundesliga Frankfurt (T) 1-2 (M)

13.03.2010 Bundesliga Freiburg (K) 2-1 (M)

REKOR PERTEMUAN

30.03.2010 Champions League Muenchen 2-1 MU

13.03.2002 Champions League MU 0-0 Muenchen

20.11.2001 Champions League Muenchen 1-1 MU

18.04.2001 Champions League Muenchen 2-1 MU

03.04.2001 Champions League MU 0-1 Muenchen

26.05.1999 Champions League MU 2-1 Muenchen (di Barcelona)

09.12.1998 Champions League MU 1-1 Muenchen

30.09.1998 Champions League Muenchen 2-2 MU

PRAKIRAAN PEMAIN

MU (4-4-1-1) Pelatih: Alex Ferguson

1-van der Sar; 2-Neville, 5-Ferdinand, 15-Vidic, 3-Evra; 25-Valencia, 24-Fletcher, 18-Scholes, 13-Park; 11-Giggs; 9-Berbatov

——

MUENCHEN (4-3-3) Pelatih: Louis van Gaal

22-Butt; 21-Lahm, 5-Van Buyten, 6-Demichelis, 28-Badstuber; 8-Altintop, 17-Van Bommel, 31-Schweinsteiger; 7-Ribery, 33-Gomez, 10-Robben

PREDIKSI

MU 1-1 MUENCHEN

Dari berbagai sumber

Permalink 3 Komentar

PRE 2nd LEG QF CL: Barcelona vs Arsenal: Dilema 2 Kubu

06/04/2010 at 1:35 pm (CHAMPIONS LEAGUE, LA LIGA, PREMIER LEAGUE) (, , )

  • Imbang dengan skor di bawah 2-2 (1-1 atau 0-0), Barca lolos ke semifinal karena unggul gol tandang.
  • Arsenal harus menang atau imbang minimal 3-3 atau lebih (unggul gol tandang) agar melaju ke semifinal.

BARCELONA dan Arsenal dihadapkan pada dilema untuk 2nd leg perempat final Champions League di Nou Camp, Selasa (6/4) atau Rabu (7/4) dinihari WIB. Maklum, Pep Guardiola dan Arsene Wenger sama-sama kehilangan sederet pemain inti.

Fokus Barca terpecah lantaran pada Sabtu (10/4) bakal melakoni el Clasico versus Real Madrid di Santiago Bernabeu. Partai ini disebut-sebut bakal jadi gambaran penentu juara La Liga di akhir musim nanti.

Kendati begitu, Guardiola mengklaim 2nd leg perempat final Champions League kontra Arsenal lebih penting ketimbang duel di Bernabeu. Apesnya, Barca tak bisa menurunkan Carles Puyol (sanksi kartu merah), Gerard Pique (sanksi akumulasi kartu kuning), dan Zlatan Ibrahimovic (cedera betis).

Tapi, kondisi Arsenal lebih miris. Wenger tak mungkin memainkan Cesc Fabregas (cedera patah kaki/sanksi akumulasi kartu kuning), Andrei Arshavin (cedera betis), Aaron Ramsey (cedera patah kaki), William Gallas (cedera betis), Robin van Persie (cedera engkel) dan Alexander Song (cedera pangkal paha dan lutut).

Wenger juga tak bisa memastikan Sol Campbell bakal dimainkan. Pasalnya, centre back veteran ini baru pulih dari cedera harmstring. Tapi, andai Wenger tak berani memaksakan Campbell bermain, Abou Diaby bisa ditarik ke belakang menemani Thomas Vermaelen dan menempatkan Denilson di sektor tengah. Alternatif lain yakni mengambil risiko menampilkan bek belia Craig Eastmond atau bek gaek Mikael Silvestre.

Tak pelak, kondisi ini mengkhawatirkan bagi The Gunners yang butuh kemenangan atau minimal mencetak imbang 3-3 di Nou Camp untuk lolos ke semifinal setelah menuai hasil 2-2 pada 1st leg perempat final di Emirates, pekan lalu.

Samir Nasri cs juga tak bisa tenang meski Ibra yang mencetak 2 gol di Emirates absen. Guardiola punya kartu turf di diri Andres Iniesta yang kembali merumput pasca pulih dari cedera harmstring.

Hanya, Guardiola mungkin harus meramu siapa 2 striker yang cocok menemai Lionel Messi di depan. Opsinya: Bojan Krkic-Messi-Thierry Henry, Pedro-Messi-Henry, atau Krkic-Messi-Pedro. Apapun formasi lini depannya, Barca dijamin tetap tajam dengan sokongan trio midfielders: Iniesta-Sergio Busquets-Xavi Hernadez.

Satu-satunya gangguan pada Barca adalah absennya duet centre back: Pique-Puyol. Bek asal Ukraina, Dmytro Chygrynskiy, tak bisa tampil di Champions League musim ini lantaran pernah membela Shakhtar Donetsk pada babak III.

So, pilihan Guardiola tinggal memainkan duo Gabriel Milito-Rafael Marquez atau menarik midfielder Yaya Toure berduet antara dengan Milito atau Marquez. Fokus Guardiola adalah menghambat kecepatan Theo Walcott dari sisi kiri pertahanan Barca.

Pada 1st leg, Maxwell yang menempati bek kiri kerepotan meladeni tusukan-tusukan Walcott yang sanggup berlari sejauh 100 meter hanya dengan waktu 10,3 detik. Namun, di Nou Camp, Guardiola mengklaim punya siasat menumpulkan penetrasi Walcott.

Eric Abidal yang absen di Emirates sudah bisa tampil. Selain itu, Guardiola bakal menginstruksikan Xavi dkk menguasai bola lebih banyak ketimbang Arsenal. Kebetulan trio midfielder Barca punya kemampuan melakukan itu.

Tapi, andai mampu mencuri gol lebih dulu, situasi bakal lebih mudah bagi Arsenal. Dan, jika Barca yang bikin gol lebih dulu, pasukan Wenger boleh jadi bakal kocar-kacir.

Jika pemenang terpaksa harus ditentukan lewat adu penalti (andai skor 2-2 dalam 90 menit plus extra time 2×15 menit), keuntungan ada di pihak Barca. Mental para pemain pasukan Guardiola lebih kuat karena lebih berpengalaman dibandingkan skuad Wenger dan didukung puluhan ribu suporter di Nou Camp.

5 PARTAI TERAKHIR

BARCELONA

03.04.2010 La Liga Bilbao (K) 4-1 (M)

31.03.2010 Champions League Arsenal (T) 2-2 (S)

27.03.2010 La Liga Mallorca (T) 1-0 (M)

24.03.2010 La Liga Osasuna (K) 2-0 (M)

21.03.2010 La Liga Zaragoza (T) 4-2 (M)

————

ARSENAL

03.04.2010 Premier League Wolves (K) 1-0 (M)

31.03.2010 Champions League Barcelona (K) 2-2 (S)

27.03.2010 Premier League Birmingham (T) 1-1 (S)

20.03.2010 Premier League West Ham (K) 2-0 (M)

13.03.2010 Premier League Hull (T) 2-1 (M)

REKOR PERTEMUAN

31.03.2010 Champions League Arsenal 2-2 Barcelona

17.05.2006 Champions League Barcelona 2-1 Arsenal

19.10.1999 Champions League Arsenal 2-4 Barcelona

29.09.1999 Champions League Barcelona 1-1 Arsenal

PRAKIRAAN PEMAIN

BARCELONA (4-3-3) Pelatih: Pep Guardiola

1-Valdes; 2-Alves, 18-Gabriel Milito, 4-Marquez, 22-Abidal; 6-Xavi, 16-Busquets, 8-Iniesta; 11-Krkic, 10-Messi, 17-Pedro

——

ARSENAL (4-2-3-1) Pelatih: Arsene Wenger

1-Almunia; 3-Sagna, 5-Vermaelen, 18-Silvestre, 22-Clichy; 15-Denilson, 2-Diaby; 14-Walcott, 8-Nasri, 7-Rosicky; 52-Bendtner

PREDIKSI

BARCA 2-1 ARSENAL

Dari berbagai sumber

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Next page »