PRE FINAL EUROPA LEAGUE (Rabu, 12/5): Atletico Madrid vs Fulham: Mengemban Misi Negara & Pribadi

11/05/2010 at 2:47 pm (EUROPA LEAGUE) (, , )

KESUKSESAN Fulham dan Atletico Madrid melaju ke final Europa League 2009/2010 seperti sebuah dongeng. Kedua klub sama-sama terpuruk di liga domestik masing-masing, tapi justru sekarang didukung penuh negara mereka demi menjuarai Europa League musim ini.

Ya, Inggris (Premier League) dan Spanyol (La Liga) gagal mengutus wakilnya di Champions League 2009/2010 gara-gara menyerah kepada Jerman (Bundesliga, Bayern Muenchen) dan Italia (Serie A, Internazionale Milan).

So, bentrokan Atletico dan Fulham pada final di HSH Norbank Arena, Hamburg, Jerman, Rabu (12/5), tak pelak demi menyelamatkan pamor La Liga dan Premier League, yang disebut-sebut sebagai 2 liga terbaik dunia.

Kedua klub pasti ngotot menoreh sejarah sebagai klub pertama yang menjuarai Europa League atau kejuaraan pengganti UEFA Cup musim ini. Tapi, motivasi Fulham untuk juara boleh jadi lebih besar daripada Atletico.

The Cottagers terancam tak bisa tampil lagi di kejuaraan tersebut musim depan jika gagal juara musim ini. Soalnya, FA hanya memberi tiket Europa League 2010/2011 kepada peringkat 5, 6, 7 Premier League, juara Carling Cup, dan FA Cup.

Fulham sendiri hanya bercokol di peringkat 12 klasemen akhir Premier League, tak lolos ke final Carling Cup dan FA Cup. Jalur via UEFA Fair Play juga terancam pupus karena Inggris hanya menempati ranking 7 dari daftar Fair Play klub-klub Eropa.

UEFA memberi satu tiket ekstra Europa League kepada 3 negara terbaik di daftar Fair Play. Saat ini, Swedia, Denmark, dan Finlandia dinilai memiliki kompetisi domestik dengan fair play terbaik di ‘Benua Biru’.

Fulham sesungguhnya berhak menyabet tiket dari UEFA tersebut karena menempati peringkat 4 dalam daftar Fair Play Premier League di bawah Tottenham Hotspur, Manchester United, dan Chelsea yang sudah dipastikan mentas di Champions League musim depan.

Sebaliknya, Atletico justru sudah dipastikan bisa kembali tampil di Europa League 2010/2011. Atletico memang tak mungkin mendapat tiket Europa League musim depan lewat posisi klasemen La Liga (kini menghuni peringkat 9).

Tapi, mereka masih mungkin merengkuh tiket itu karena sukses melangkah ke final Copa del Rey. Menang atau kalah melawan Sevilla pada final di Nou Camp, 19 Mei, Los Rojiblancos tetap berhak dapat tiket playoff Europa League musim depan. Sebab, Sevilla yang kini menghuni posisi 4 La Liga sudah mematenkan tiket ke Eropa musim depan. Pertanyaannya: Champions League atau Europa League?

Yang menarik, Atletico dan Fulham masing-masing juga punya misi pribadi nan super penting. Sesungguhnya juara Europa League adalah momen dan wahana paling pas merestorasi eksistensi mereka di kota mereka sendiri.

Fulham jelas tak mau kalah dari rival sekotanya di London Barat, Chelsea, yang sukses juara Premier League musim ini. Sebaliknya, The Cottagers hanya menutup musim di peringkat 12 dengan 46 poin atau terpaut 40 poin dari The Blues.

Chelsea sudah 4 kali menggenggam trofi Liga Inggris (1 Division One, 3 Premier League), sedangkan Fulham samasekali belum pernah melakukannya sejak kali pertama menapak Division One pada 1999/2000 dan Premier League sejak 2000/2001.

Sementara itu, Atletico berambisi mengangkangi rival sekotanya di Ibukota Madrid, Real Madrid, yang masih berjibaku dengan Barcelona di pacuan juara La Liga. Los Colchoneros sempat berkutat di papan bawah pada awal musim ini saat masih dibesut Abel Resino yang dipecat pada 21 Oktober 2009.

Tapi, begitu Quique Sanchez Flores ditunjuk sebagai pengganti Resino pada 23 Oktober 2009, grafik permainan Los Rojiblancos langsung meningkat siginifikan. Kini di klasemen La Liga, dari 37 jornada, Atletico nangkring di posisi 9 dengan 47 poin.

Hebatnya lagi, Flores sanggup membawa Atletico ke 2 final yakni Copa del Rey kontra Sevilla  dan Europa League versus Fulham. Andai juara di 2 kejuaraan ini, artinya Los Rojiblancos menyamai prestasi merebut gelar doblete alias double winners seperti yang mereka capai ketika juara La Liga dan Copa del Rey di musim 1995/1996.

Yang paling membanggakan jelas Sergio ‘Kun’ Aguero dkk bakal membuat El Real yang bertitel Los Galacticos gigit jari jika di akhir musim nanti Cristiano Ronaldo cs gagal merebut 1 trofi pun, terutama La Liga.

Faktor ini yang mungkin melipatgandakan motivasi anak-anak Los Colchoneros. Sontak, kubu Atletico mulai melancarkan serangan mental kepada anak-anak The Cottagers. Adalah Aguero yang pertama menyulut ‘api permusuhan’. Bomber Argentina ini menyebut Danny Murphy dkk tak punya pedigree atau sejarah jadi juara.

“Jika kita menganalisis sejarah dan statistika di pentas Eropa, Atletico lebih superior daripada Fulham. Mereka mungkin berusaha keras menguasai pertandingan, tapi mereka bukanlah Chelsea, Manchester United, atau pun Arsenal,” ujar Aguero (goal.com).

Namun, The Cottagers sesungguhnya tak berhak marah. Perkataan Aguero memang sesuai fakta.

Los Rojiblancos sudah malang melintang di pelbagai kejuaraan Eropa sejak ikut European Cup (berubah jadi Champions League sejak 1992) pada musim 1958/1959. Totalnya, Atletico sudah melakoni 211 partai di berbagai kompetisi di Eropa. Prestasi tertingginya di ‘Benua Biru’ yakni juara Cup Winners Cup 1962 dan Intercontinental Cup 1974.

Bandingkan dengan Fulham. Sejak didirikan pada 1879, Fulham baru 2 kali merambah panggung Eropa: UEFA Cup 2002/2003 lewat jalur juara Intertoto Cup dan Europa League 2009/2010.  Pencapaian paling prestisius Fulham adalah juara Intertoto Cup 2002 (kejuaraan khusus klub-klub Eropa yang tak lolos ke Champions League dan UEFA Cup/Europa League ini sudah dihapus sejak 2008).

Tapi, Atletico tak boleh mengabaikan fakta bahwa The Cottagers cukup tangguh meski terbilang ‘hijau’ di ranah sepakbola ‘Benua Biru’. Dari total 32 laga di Eropa (18 di antaranya di Europa League musim ini), Fulham hanya kalah 4 kali.

Ingat juga, final Intertoto Cup 2002 melawan wakil Serie A, Bologna, adalah final pertama Fulham di pentas Eropa dan Fulham langsung berhasil menang dengan agregat 5-3. Hadiahnya: The Cottagers berhak tampil di penyisihan Babak I UEFA Cup 2002/2003 bersama Malaga (La Liga) dan Stuttgart (Bundesliga).

Jangan remehkan pula kedahsyatan racikan Hodgson. Pelatih berusia 62 itu baru saja dinobatkan sebagai League Managers’ Association Manager of the Year di Inggris. Gelar ini didedikasikan berkat kehebatan Hogdson menangani The Cottagers sejak Desember 2007. Bos MU, Sir Alex Ferguson, pun angkat topi untuknya.

Hodgson boleh saja berdalih pengalaman seorang pelatih tak akan memberi pengaruh signifikan kepada permainan sesungguhnya. Namun, Zoldan Gera jelas tak sependapat. Striker Hungaria ini merasakan betul kehebatan Hodgson. Sang pelatih menslotnya di belakang striker Bobby Zamora. Posisi ini memberinya kebebasan bergerak dan makin membuat permainannya berkembang.

“Hodgson adalah pelatih yang sangat pintar. Saya menyukai posisi saya saat ini, tepat di belakang Zamora. Saya sering dapat bola, sedikit lama menguasainya, mendapat sejumlah peluang, dan mencetak gol. Posisi ini sangat ideal bagi saya meski saya harus bekerja keras karena harus juga membantu pertahanan,” ungkap Gera.

Hodgson juga bisa tenang karena 2 pilarnya, Zamora dan Damien Duff, sudah bisa tampil. Fulham sukses melaju ke final dengan menumbangkan sejumlah klub besar seperti Shakhtar Donetsk, Juventus, Wolfsburg, dan Hamburg.

Jelas Atletico tak bisa menutup mata terhadap kenyataan ini. Untungnya entrenador Flores kini telah mendapati para bintangnya yang sempat absen. Namun, Atletico terpaksa terbang dari Madrid ke Hamburg lebih cepat 1 hari (Senin, 10/5) daripada jadwal semula (Selasa, 11/5) karena khawatir abu vulkanik dari letusan gunung api di Islandia kembali mengganggu penerbangan di Eropa. Sebaliknya, Fulham akhirnya lega lantaran mereka tetap diizinkan terbang ke Hamburg dari London sesuai rencana yakni pada Selasa pagi.

Final Europa League dijamin kian menarik lantaran ini adalah pertemuan pertama kedua Atletico dan Fulham. Meski begitu, motivasi besar Fulham demi menoreh sejarah mungkin tak cukup ampuh untuk mengatasi pengalaman Atletico di pentas Eropa.

5 PARTAI TERAKHIR

ATLETICO

08.05.2010 La Liga vs Sporting (T) 1-1 (S)

05.05.2010 La Liga vs Valladolid (K) 3-1 (M)

02.05.2010 La Liga vs Sevilla (T) 1-3 (Klh)

29.04.2010 Europa League vs Liverpool (T) 1-2 (Klh)

25.04.2010 La Liga vs Tenerife (K) 3-1 (M)

——

FULHAM

09.05.2010 Premier League vs Arsenal (T) 0-4 (Klh)

05.05.2010 Premier League vs Stoke (K) 0-1 (Klh)

02.05.2010 Premier League vs West Ham (K) 3-2 (M)

29.04.2010 Europa League vs Hamburg (K) 2-1 (M)

25.04.2010 Premier League vs Everton (T) 1-2 (Klh)

REKOR PERTEMUAN

Tidak ada

PRAKIRAAN PEMAIN

ATLETICO (4-4-2) Pelatih: Quique Sanchez Flores

43-De Gea; 17-Ujfalusi, 21-Perea, 18-Dominguez, 3-Lopez; 20-Simao, 8-Garcia, 12-Assuncao, 19-Reyes; 7-Forlan, 10-Aguero

—————-

FULHAM (4-4-1-1) Pelatih: Roy Hodgson

1-Schwarzer; 6-Baird, 18-Hughes, 5-Hangeland, 5-Konchesky; 16-Duff, 20-Etuhu, 13-Murphy, 29-Davies; 11-Gera; 25-Zamora

PREDIKSI

ATLETICO 2-1 FULHAM

Dari berbagai sumber

Iklan

Permalink 10 Komentar

PRE 2nd LEG SEMIFINAL EUROPA LEAGUE 2009/2010: Liverpool vs Atletico Madrid: Sinyal Merah untuk The Reds

29/04/2010 at 11:17 am (EUROPA LEAGUE, LA LIGA, PREMIER LEAGUE) (, , )

SINYAL merah bertanda bahaya menyorot terang ke Liverpool jelang menjamu Atletico Madrid pada 2nd leg semifinal Europa League di Anfield, Kamis (29/4) atau Jumat (30/4) dinihari WIB. Masalah bukan hanya terjadi di dalam lapangan tapi juga di luar lapangan.

Dari off-field, sang skipper Steven Gerrard dan coach Rafael Benitez diterpa isu kurang sedap.  Stevie G terbelit rumor perceraian dengan istrinya, Alex Curran. Sedangkan, Rafa belum bisa lepas dari spekulasi di akhir musim nanti, ia bakal cabut dari The Reds.

Rafa tak bisa menjamin musim depan ia tetap di Anfield karena manajemen baru klub belum memberi komitmen apa pun terkait kelanjutan kiprahnya. Kontan, ini kian menguatkan isu pelatih berdarah Spanyol ini bakal berlabuh di Juventus.

Di on-field, fokus Gerrard dan Rafa jelas tengah diuji. Jika tak konsentrasi tak mustahil bencana bakal menimpa klub Merseyside itu. Apalagi, andai ingin tampil pada final di HSH Norbank Arena, Jerman, 12 Mei, Liverpool dituntut menang minimal dengan selisih 2 gol setelah kalah 0-1 di Vicente Calderon, markas Atletico, pada 1st leg semifinal pekan lalu.

Tugas berat bagi Stevie G dkk? Sudah pasti. Terlebih The Reds tengah dilanda krisis striker. Fernando Torres dipastikan absen sampai akhir musim lantaran cedera.  David Ngog dan Dirk Kuyt masing-masing punya masalah pada harmstring dan betisnya. Tapi, Rafa masih menunggu perkembangan terakhir mengenai kebugaran kedua pemain tersebut.

Jika Kuyt dan Ngog tak bisa main, solusinya, Rafa mungkin menslot Ryan Babel sebagai lone striker. Ini sesungguhnya bukan tugas baru bagi Babel. Di Ajax Amsterdam, pemain Belanda ini sering beroperasi sebagai striker sebelum digeser ke sayap kiri menyusul datangnya Jan-Klaas Huntelaar.

Kendati begitu, Babel mungkin tak bisa langsung nyetel sebagai striker setelah lama tak melakoni tugas itu sejak mendarat di Anfield pada 2007. Yang menenangkan Rafa, Babel punya dukungan kuat dari 3 pemain di belakangnya: Yossi Benayoun, Alberto Aquilani, dan Gerrard.

Masalah Rafa justru pada sektor belakang. Duet defensive midfielders, Javier Mascherano dan Lucas Leiva, yang seharusnya berfungsi sebagai elemen pertama untuk meredam serangan lawan kerap tak berjalan dengan baik.

Efeknya, duo centre back acap langsung mendapat tekanan hebat begitu lawan melancarkan counter attack. Celakanya, serangan balik ini justru jadi senjata mematikan Atletico besutan Quique Sanchez Flores.

Los Colchoneros sudah membuktikan itu pada 1st leg. Diego Forlan sanggup membuat repot pertahanan The Reds dan menoreh 1 gol meski tanpa kehadiran tandem sejatinya, Sergio ‘Kun’ Aguero, yang terkena sanksi akumulasi kartu.

So, kembali tampilnya Aguero kontan tambah meresahkan bagi Rafa. Maklum, ia masih belum menemukan ramuan yang pas untuk lini bertahannya menyusul cederanya left back, Emiliano Insua.

Sadar komposisi skuadnya tak ideal, Rafa berharap kepada tuah Anfield. The Reds memang terbukti kuat jika bermain di kandang. Statistika teranyar mencatat, Gerrard dkk tak terkalahkan dalam 11 partai terakhir di Anfield (10 menang, 1 seri). Fulham jadi satu-satunya klub yang mampu menahan imbang Liverpool 0-0 di kandang The Kop.

Atmosfer mencekam Anfield yang dirasakan Forlan dkk bakal sangat membantu Liverpool jika terjadi adu penalti (harus dilakukan andai dalam tempo waktu normal 90 menit plus perpanjangan waktu 2 x 15 menit, The Reds hanya mampu unggul 1-0).

Tapi, untuk memaksa adu penalti, Gerrard dkk harus bisa cepat menjebol Atletico. Mirisnya, ini mungkin sulit dilakukan Liverpool dengan kondisi krisis striker. Sebaliknya, jika Atletico yang bikin gol lebih dulu, The Reds dalam masalah serius karena harus mencetak 3 gol.

Hasil maksimal yang mungkin digapai Liverpool boleh jadi hanya imbang, yang berarti Atletico-lah yang berhak ke final dengan keunggulan agregat dan menghadapi pemenang antara Fulham vs Hamburg yang melakoni 2nd leg semifinal di Craven Cottage.

5 PARTAI TERAKHIR

LIVERPOOL

25.04.2010 Premier League vs Burnley (T) 4-0 (M)

22.04.2010 Europa League vs Atletico (T) 0-1 (Klh)

19.04.2010 Premier League vs West Ham (K) 3-0 (M)

11.04.2010 Premier League vs Fulham (K) 0-0 (S)

08.04.2010 Europa League vs Benfica (K) 4-1 (M)

—————–

ATLETICO

25.04.2010 La Liga vs Tenerife (K) 3-1 (M)

22.04.2010 Europa League vs Liverpool (K) 1-0 (M)

17.04.2010 La Liga vs Villarreal (T) 1-2 (Klh)

14.04.2010 La Liga vs Xerez  (K) 1-2 (Klh)

11.04.2010 La Liga vs Espanyol (T) 0-3 (klh)

REKOR PERTEMUAN

22.04.2010 Europa League Atletico Madrid 1-0 Liverpool

04.11.2008 Champions League Liverpool 1-1 Atletico Madrid

22.10.2008 Champions League Atletico Madrid 1-1 Liverpool

PRAKIRAAN PEMAIN

LIVERPOOL (4-2-3-1) Pelatih: Rafael Benitez

25-Reina; 2-Johnson, 23-Carragher, 16-Kyrgiakos, 5-Agger; 21-Lucas, 20-Mascherano; 8-Gerrard, 4-Aquilani, 15-Benayoun; 19-Babel

———-

ATLETICO (4-4-2) Pelatih: Quique Sanchez Flores

43 -De Gea; 17-Ujfalusi, 21-Perea, 18-Dominguez, 3-Lopez; 20-Simao, 8-Garcia, 12-Assuncao, 19-Reyes; 7-Forlan, 10-Aguero

PREDIKSI

LIVERPOOL 1-1 ATLETICO

Dari berbagai sumber

Permalink 2 Komentar

REV 1st LEG SEMIFINAL EUROPA LEAGUE 2009/2010: Atletico vs Liverpool; Hamburg vs Fulham: The Reds Tumbang, The Cottagers Imbang

23/04/2010 at 10:50 am (EUROPA LEAGUE) (, , , , )

  • Atletico (Forlan 9) 1-0 Liverpool
  • Hamburg 0-0 Fulham
  • Partai 2nd leg semifinal, Kamis (29/4)

NASIB berbeda dialami 2 wakil Inggris pada 1st leg semifinal Europa League, Kamis (22/4). Liverpool yang sudah berpayah-payah mencapai Kota Madrid, Spanyol, akhirnya menyerah 0-1 dari tuan rumah Atletico Madrid di Stadion Vicente Calderon lewat gol Diego Forlan di menit 9.

Sedangkan Fulham yang juga berletih-letih sowan ke Hamburg, Jerman, sukses menahan tuan rumah Hamburger SV 0-0 di HSH Nordbank Arena. Bicara peluang lolos ke final, jalan Fulham jelas lebih ringan ketimbang Liverpool.

Pada 2nd leg di Stadion Craven Cottage, Kamis (29/4), The Cottagers hanya butuh menang 1-0, sementara The Reds wajib menggebuk Atletico minimal dengan selisih 2 gol di Anfield.

Meski begitu, Rafael Benitez optimistis The Reds sanggup memukul balik Forlan cs di Anfield. Tekanan psikologis dari puluhan ribu The Kop mania di Anfield memang kerap jadi momok bagi tim tamu.

Teranyar, klub Lille dan Benfica pernah merasakannya masing-masing pada babak 16 besar dan perempat final Europa League. Setelah kalah 0-1 di Prancis pada 1st leg, Liverpool membalas Lille 3-0 di Anfield.

Begitu juga kala melawan Benfica. Pada 1st leg di Portugal, The Reds takluk 1-4, tapi sanggup membantai Benfica 4-1 di Anfield. So, pasukan Quique Sanchez Flores tak mustahil bakal jadi korban dari tuah Anfield jika tak waspada sekalipun bomber andalan mereka, Sergio ‘Kun’ Aguero, sudah bisa main pasca terbebas dari sanksi kartu.

Apalagi, ada kemungkinan Atletico juga harus menempuh jalan darat berjam-jam ke Liverpool andai abu vulkanik dari letusan gunung di Islandia masih mengganggu jalur penerbangan di Eropa.

Kondisi serupa mungkin juga dialami Hamburg yang melakukan kunjungan balasan ke Craven Cottage, markas Fulham. Dengan skor 0-0 di Jerman, tugas armada Bruno Labbadia jelas tak mudah.

Shakhtar Donetsk, Juventus, dan Wolfburg telah merasakan angkernya stadion milik klub sekota Chelsea itu masing-masing di babak 32 besar, 16 besar, dan perempat final. Tapi, yang perlu dilakukan Ruud van Nistelrooy cs adalah mencuri gol lebih dulu dan andai laga berakhir imbang dengan skor 1-1, 2-2, dst., Hamburg berhak ke final dengan keunggulan gol tandang.

ATLETICO VS LIVERPOOL

SUSUNAN PEMAIN

ATLETICO  (4-3-3) Pelatih: Quique Sanchez Flores

43-De Egea; 21-Perea, 17-Ujfalusi, 18-Dominguez, 3-Lopez; 8-Garcia, 12-Assuncao, 20-Simao (2-Valera 77); 9-Jurado, 7-Forlan (14-Salvio 85), 19-Reyes (6-Camacho 90)

———–

LIVERPOOL (4-2-3-1) Pelatih: Rafael Benitez

25-Reina; 2-Johnson, 23-Carragher, 5-Agger, 16-Kyrgiakos; 20-Mascherano, 21-Lucas; 18-Kuyt, 8-Gerrard, 15-Benayoun (31-El Zhar 83); 24-Ngog (19-Babel 64)

=============

HAMBURG VS FULHAM

SUSUNAN PEMAIN

HAMBURG (4-4-2) Pelatih: Bruno Labbadia

1 Rost; 20-Demel (25-Rincon 82), 5-Mathijsen, 17-Boateng, 6-Aogo; 15-Trochowski, 8-Ze Roberto, 14-Jarolim, 21-Pitroipa; 9-Guerrero (10-Petric 72), 22-Van Nistelrooy

————

FULHAM  (4-4-1-1) Pelatih: Roy Hodgson

1-Schwarzer; 6-Baird, 18-Hughes, 5-Hangeland, 3-Konchesky; 16-Duff, 13-Murphy , 20-Etuhu, 29-Davies; 11-Gera; 25-Zamora (23-Dempsey 52)

Dari berbagai sumber

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

PRE 1st LEG SEMIFINAL EUROPA LEAGUE 2009/2010: Atletico Madrid vs Liverpool: Jalan Panjang & Berliku The Reds

22/04/2010 at 12:23 pm (EUROPA LEAGUE) (, , )

SOSOK Fernando Torres seharusnya jadi pusat perhatian saat Liverpool menyambangi Vicente Calderon, markas Atletico Madrid, pada 1st leg semifinal Europa League, Kamis (22/4). Maklum, bomber berjuluk El Nino itu memang jadi ikon Atletico sejak 2001 sebelum hengkang ke Liverpool pada 2007.

Sayang, Torres dipastikan tak bisa tampil karena harus menjalani operasi untuk menyembuhkan cedera lututnya. Kontan, banyak pihak pesimistis, The Reds bakal mampu menekuk Atletico tanpa Torres.

Sepanjang musim ini, Torres memang tak maksimal akibat berkali-kali dihantam cedera. Ini berefek terhadap penampilan Liverpool yang mirisnya juga kerap ditinggal sang skipper, Steven Gerrard, juga akibat cedera.

Pasukan Rafael Benitez bahkan saat ini sudah harus melupakan finis 4 Besar di klasemen Premier League dan otomatis tak dapat tiket ke Champions League musim depan. Tak hanya ini, The Reds juga terlilit utang besar yang membuat duet pemiliknya, Tom Hicks dan George Gillet Jr, berniat menjual klub. So, juara Europa League bisa jadi pengobat kekecewaan fans mereka.

Tapi, untuk meraih prestasi ini, The Reds harus melalui jalan panjang dan berliku. Pasca terdepak dari Champions League, Gerrard dkk berjuang keras mengatasi Unirea Urziceni (babak 32), Lille (babak 16), dan Benfica (perempat final) sebelum melawan Atletico di semifinal.

Yang harus jadi catatan Rafa adalah Liverpool selalu kalah tiap kali sowan ke kandang lawan pada 1st leg seperti yang terjadi saat menyambangi markas Lille (kalah 0-1) dan Benfica (takluk 1-2).

Ini yang bikin Gerrard dkk harus bekerja ekstra keras pada 2nd leg di Anfield (menang 3-0 atas Lille dan 4-1 atas Benfica). Rafa jelas tak mau terulang melawan Atletico. Apalagi, Liverpool dihadapkan kondisi di luar dari kebiasaan.

Ya, karena larangan terbang akibat abu vulkanik dari letusan gunung di Islandia, The Reds harus menempuh 1200 mil (sekitar 1931 km) selama 24 jam perjalanan dari Liverpool (Selasa, 20/4) ke Madrid (Rabu, 21/4).

Yang bikin lelah yakni mereka harus berganti kereta 3 kali (Liverpool-London, London-Paris, Paris-Bordeaux) dan melakukan penerbangan singkat dari Bordeaux ke Madrid. Liverpool harus menempuh cara serupa untuk kembali ke Inggris sebelum melakoni pekan 36 di Premier League kontra Burnley, Minggu (25/4).

Meski pasukan The Reds menampik perjalanan jauh mempengaruhi performa permainan, mereka harus melihat fakta di 1st leg semifinal Champions League, Selasa dan Rabu. Barcelona dan Olympique Lyonnais yang terpaksa mengambil jalan darat masing-masing takluk di tangan Internazionale Milan di Giuseppe Meazza dan Bayern Muenchen di Allianz Arena.

So, Atletico besutan Quique Sanchez Flores jelas diuntungkan dengan kondisi ini. Selain Torres, Rafa juga tak bisa memainkan Maxi Rodriguez yang dilarang tampil karena pernah membela Atletico di Europa League musim ini.

Tak ada pilihan lain, Rafa mengandalkan striker belia David Ngog yang Senin (19/4) menyumbang 1 gol dalam kemenangan 3-0 Liverpool atas West Ham United. Di samping itu, kembalinya Ryan Babel pasca terbebas dari sanksi kartu merah bisa menambah daya gedor The Reds.

Di kubu Atletico, Flores justru dilanda kecemasan. Ia tak bisa menurunkan bombernya, Sergio ‘Kun’ Aguero, yang kena sanksi kartu merah kala Atletico menahan Valencia 0-0 pada 2nd leg perempat final. Otomatis Diego Forlan kehilangan tandem sejatinya di lini depan.

Parahnya lagi, performa Atletico sedang menurun drastis. Mereka kalah dalam 3 partai terakhir di La Liga. Pasti ini mempengaruhi mental Forlan cs. Well, melihat kondisi tak kondusif di Liverpool dan Atletico, hasil imbang mungkin jadi pencapain ideal di Vicente Calderon.

5 PARTAI TERAKHIR

ATLETICO

17.04.2010 La Liga vs Villarreal (T) 1-2 (Klh)

14.04.2010 La Liga vs Xerez  (K) 1-2 (Klh)

11.04.2010 La Liga vs Espanyol (T) 0-3 (klh)

08.04.2010 Europa League vs Valencia (K) 0-0 (S)

04.04.2010 La Liga vs Coruna (K) 3-0 (M)

——–

LIVERPOOL

19.04.2010 Premier League vs West Ham (K) 3-0 (M)

11.04.2010 Premier League vs Fulham (K) 0-0 (S)

08.04.2010 Europa League vs Benfica (K) 4-1 (M)

04.04.2010 Premier League vs Birmingham (T) 1-1 (S)

01.04.2010 Europa League vs Benfica (T) 1-2 (Klh)

REKOR PERTEMUAN

04.11.2008 Champions League Liverpool 1-1 Atletico Madrid

22.10.2008 Champions League Atletico Madrid 1-1 Liverpool

PRAKIRAAN PEMAIN

ATLETICO (4-2-3-1) Pelatih: Quique Sanchez Flores

43-De Gea; 2-Valera, 18-Dominguez, 17-Ujfalusi, 3-Lopez; 12-Assuncao, 8-Garcia; 19-Reyes, 9-Jurado, 20-Simao; 7-Forlan

———–

LIVERPOOL (4-2-3-1) Pelatih: Rafael Benitez

25-Reina; 2-Johnson, 5-Agger, 23-Carragher, 16-Kyrgiakos; 20-Mascherano, 21-Lucas; 18-Kuyt, 8-Gerrard, 19-Babel; 24-Ngog

PREDIKSI

ATLETICO 1-1 LIVERPOOL

Dari berbagai sumber

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

REV 2nd LEG EUROPA LEAGUE: Liverpool vs Benfica, Atletico vs Valencia, Standard vs Hamburg, Wolfsburg vs Fulham

09/04/2010 at 8:59 am (EUROPA LEAGUE, LA LIGA, PREMIER LEAGUE) (, , , , , , )

  • Liverpool (Kuyt 27, Lucas 34, Torres 59, 82) 4-1 (Cardozo 70) Benfica: Liverpool lolos ke semifinal dengan agregat 5-3
  • Atletico 0-0 Valencia: Atletico lolos ke semifinal karena unggul gol tandang meski agregat 2-2
  • Standard (Camargo 33) 1-3 (Petric 20, 35, Guerrero 90) Hamburg: Hamburg lolos ke semifinal dengan agregat 4-2
  • Wolfsburg 0-1 (Zamora 1) Fulham: Fulham lolos ke semifinal dengan agregat 3-1

Berharap Liverpool vs Fulham di Final

SETELAH kehilangan 2 wakilnya di Champions League, publik Inggris seharusnya gembira melihat Liverpool dan Fulham sukses melaju ke semifinal Europa League (1st leg, 22 April, & 2nd leg, 29 April).

Setelah kalah 1-2 pada 1st leg perempat final di Portugal, Liverpool sanggup menebas 4-1 Benfica di Anfield pada 2nd leg, Kamis (8/4). Sedangkan, Fulham menghentikan laju klub Jerman, Wolfsburg, dengan agregat 3-1.

Di semifinal, The Reds ditantang Atletico Madrid yang menggerus Valencia dan Fulham ditunggu klub Jerman, Hamburger SV, yang menekuk Standard Liege di perempat final. Artinya, all-British final mungkin terjadi karena Liverpool dan Fulham berpeluang  bentrok pada final di HSH Nordbank Arena, Hamburg, pada 12 Mei.

Gengsi Europa League (sebelumnya bernama UEFA Cup) memang di bawah Champions League. Tapi, setidaknya masih bisa dibilang kompetitif. Buktinya, tak ada yang pernah menyangka klub Belgia, Standard Liege, mampu menembus sampai perempat final sebelum dihentikan Hamburg.

Kiprah Fulham bahkan lebih fenomenal. Sebagai peringkat 7 Premier League 2008/2009, Bobby Zamora cs harus ikut dari Babak III Europa League 2009/2010. Fulham berhasil melalui babak ini dan play-off sebelum masuk ke Babak 64 Besar atau fase grup.

Klub besutan Roy Hodgson bergabung di Grup E yang lumayan berat karena dihuni AS Roma (Italia), Basel (Swiss) dan CSKA Sofia (Bulgaria). The Cottagers mencatat rapor biru dengan menempati posisi runner-up dengan 11 poin atau terpaut 2 poin di bawah Roma. Fulham hanya kalah 1 kali, 2 seri, dan 3 menang dari 6 laga di fase grup. Satu-satunya kekalahan diderita dari Roma.

Di Babak 32 Besar, di luar dugaan Fulham menyingkirkan juara bertahan UEFA Cup/Europa League 2008/2009, Shakhtar Donetsk. Tapi, prestasi Fulham terhebat yakni mengandaskan raksasa Italia, Juventus (pasca tersingkir dari Champions League) di Babak 16 Besar secara dramatis.

Setelah kalah 1-3 pada 1st leg di Olimpico,Turin, The Cottagers sanggup membalas 4-1 pada 2nd leg di Craven Cottage. Zamora dkk melaju ke perempat final dan mendepak Wolfsburg. So, kita tunggu saja, apakah Fulham dan Liverpool sanggup mencapai final.

Dari berbagai sumber

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar