SEKILAS LA LIGA (Rabu, 19/5): Barca Resmi Boyong Villa

19/05/2010 at 10:25 pm (LA LIGA) (, , )

BARCELONA sukses melakukan belanjaan pertamanya musim depan. Tak tanggung-tanggung El Barca memboyong bomber tajam Valencia, David Villa, senilai 34 juta pound (Rp 446,8 miliar).

Villa yang mencetak 108 gol dalam 164 pertandingan selama 5 musim membela Valencia diikat  Blaugrana untuk 4 musim ke depan. Rencananya, manajemen Barca bakal mengumumkan secara resmi pembelian El Guaje –julukan Villa– setelah sang striker menjalani tes medis, Jumat (21/5).

“FC Barcelona dan Valencia CF mencapai kesepakatan pembelian Villa seharga 34 juta pound pada Rabu (19/5) pagi. Striker timnas Spanyol ini akan tiba di Barcelona pada Kamis (20/5) dan melakukan uji medis pada Jumat pagi. Villa akan diperkenalkan secara resmi sebagai pemain Barca pada 13.30 (waktu setempat) di Paris Room, Nou Camp. Setelah itu, ia akan tampil di lapangan Nou Camp. Pintu-pintu stadion akan dibuka untuk publik,” demikian pernyataan resmi dari situs klub.

Kontan, pembelian tukang gedor berusia 28 ini mencuatkan isu bahwa Zlatan Ibrahimovic dan Thierry Henry bakal dilepas. Sudah pasti Ibra dan Henry tak mau jadi pilihan ketiga setelah Villa dan Bojan Krkic untuk menemani Lionel Messi. Barca sendiri baru-baru ini menegaskan bakal mempertahankan Krkic di Nou Camp.

Henry diincar klub-klub dari Major League Soccer (MLS) sedangkan Ibra dilirik dua klu kuat Premier League yakni Manchester City dan Chelsea.

Penjualan Ibra dan Henry jelas bakal sangat membantu rencana pembelian Barca berikutnya. Blaugrana dirumorkan siap membeli 2 pemain bintang lainnya yaitu Francesc ‘Cesc’ Fabregas dan Wayne Rooney.

Arsenal ngotot mematok 40 juta pound (Rp 526,3 miliar) untuk Fabregas. Ironisnya, justru kapten The Gunners itu sendiri yang mendesak Arsene Wenger melepasnya ke Barca, eks klub yang dibelanya kala masih yunior. Konon, Wenger sudah menyiapkan Mikel Artetal, midfielder Everton, sebagai pengganti Fabregas.

Proposal pembelian Rooney lebih gila lagi. Presiden Barca, Joan Laporta, sudah menyiapkan 80 juta pound (Rp 1 triliun) atau setara dengan pembelian Cristiano Ronaldo oleh Real Madrid pada bursa musim panas 2009.

Rooney yang kontraknya di Old Trafford kadaluarsa pada 2012 boleh saja tak tergoda dengan tawaran uang sebesar itu, tapi peluang untuk berduet dengan pemain terbaik Eropa dan dunia 2009, Messi, mungkin tak bisa ditolak Rooney. Apalagi, bagi Malcolm Glazer, pemilik Manchester United, penjualan bomber berusia 24 itu bisa menutup utang-utang klub.

Sebaliknya, bagi Laporta, kesuksesan melabuhkan tiga pemain top dunia (Villa, Fabregas, dan Rooney) bisa menyokongnya untuk kembali menguasai kursi presiden Barca. Pada pemilihan presiden Barca, Juni nanti, Laporta bersaing ketat dengan Sandro Rosell.

Dari berbagai sumber

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

PRE 2nd LEG SEMIFINAL CHAMPIONS LEAGUE 2009/2010: Barcelona vs Inter Milan: Antara Obsesi & Mimpi

28/04/2010 at 10:46 am (CHAMPIONS LEAGUE, LA LIGA, SERIE A) (, , )

UNTUK kali pertama sejak juara Champions League 2000/2001, Bayern Muenchen akhirnya kembali menapak final kejuaraan sepakbola antarklub tertinggi di Eropa. Hattrick Ivica Olic ke gawang Olympique Lyonnais pada 2nd leg semifinal di Stade de Gerland, Selasa (27/4), menggenapkan kemenangan Die Roten dengan keunggulan agregat 4-0.

Mirisnya, tak ada jaminan Muenchen bakal kembali juara musim ini. Soalnya, Arjen Robben cs dipastikan bertemua lawan kuat pada final di Santiago Bernabeu, Madrid, pada 22 Mei, yakni pemenang antara Internazionale Milan kontra Barcelona.

Namun, jika boleh memilih, bos Muenchen Louis van Gaal dan Robben lebih suka melawan pasukan Jose Mourinho ketimbang armada Pep Guardiola di final. Maklum, van Gaal dan Robben sadar Muenchen bakal kesulitan meladeni gaya atraktif dan cepat permainan ala Lionel Messi dkk daripada gaya pragmatis Samuel Eto’o cs.

Well, Muenchen boleh saja berharap, tapi lawan yang mereka hadapi di Madrid baru akan ditentukan dari hasil 2nd leg semifinal saat Inter menyambangi Nou Camp, markas Barca, Rabu (28/4) atau Kamis (29/4) dinihari WIB.

Mourinho mengklaim peluang Inter dan Barca 50:50 meski I Nerazzurri menang 3-1 pada 1st leg di Giuseppe Meazza, pekan lalu. El Blaugrana masih mungkin menyingkirkan Inter dengan kemenangan berselisih 2 gol atau lebih.

So, media Spanyol melabeli duel nanti sebagai sebuah perang yang harus dimenangi kubu tuan rumah. Xavi Hernandez dan Gerard Pique bahkan terang-terangan bilang Barcelonistas harus membuat atmosfer Nou Camp tak bersahabat dan mengintimidasi para pemain Inter sepanjang pertandingan. Sudah pasti, bagi para punggawa La Beneamata, mengerikan jika tak kurang dari 83.000 orang yang memadati Nou Camp menyoraki mereka.

Kontan, situasi ini membakar emosi sejumlah pendukung Blaugrana yang ujung-ujungnya mulai menumbuhkan kebencian kepada Inter, terutama Mou. Sayang, mereka melampiaskannya dengan cara kurang terpuji.

Mereka mencemooh dan meneriaki kata-kata kasar dan kotor kepada Mou ketika ia menemani Javier Zanetti cs berlatih di Nou Camp pada Selasa malam. Pengelola stadion pun terpaksa mengerahkan beberapa bodyguards khusus untuk mengawal Mou. Bisa dibayangkan apa yang bakal dialami Mou di pertandingan dinihari nanti.

Tapi, bukan Mou namanya jika tak membalas. Ia balik melancarkan serangan psikologis ke kubu Guardiola. Mou menyebut Barca terlalu terobsesi menapak final di Santiago Bernabeu yang notabene markas Real Madrid. Sudah pasti tak ada yang lebih membanggakan Messi dkk daripada menjuarai Champions League di ‘halaman rumah’ musuh bebuyutan mereka di La Liga, bahkan sensasinya melebihi kala juara di Paris, Prancis (2005/2006) dan Roma, Italia (2008/2009).

Mou pasti tahu betul paham anti-Madridismo di klub Catalan itu lantaran pernah menempa ilmu kepelatihan di Barca sebagai pelatih Barcelona B sekaligus asisten pelatih Sir Bobby Robson dan Louis van Gaal pada 1996-2000.

Sebaliknya, Mou membantah membawa Inter juara Champions League adalah obsesinya. Eks arsitek FC Porto dan Chelsea itu berkelit lebih tepat jika menyebut hasrat I Nerazzuri juara Champions League sebagai mimpi. Sebab, kali terakhir Inter jadi kampiun Eropa terjadi pada 1972 ketika Champions League masih bertitel European Cup.

“Saya tak tahu masalah mereka (pendukung Barca) dan apa yang menyebabkan mereka bertindak kasar seperti itu. Apa sih susahnya bagi tim terkuat dunia (Barca) untuk membalas kekalahan 3-1? Mari kita ingat bahwa ini bukanlah sebuah perang, tapi sebuah pertandingan sepakbola,” sindir Mou (tribalfootball).

“Juara Champions League adalah mimpi bagi saya, Inter, dan fans mereka. Saya berharap memberi sedikit kontribusi untuk membantu mereka juara. Jadi, saya katakan kepada pemain saya, mereka harus mengejar mimpi, bukan obsesi. Tapi, justru Barca yang sangat terobsesi dan jelas itu bukan murni sebuah mimpi.”

“Bagi Barca, mimpi itu sudah lewat yakni ketika juara di Paris dan Roma. Namun, bermain di Santiago Bernabeu, ‘halaman rumah’ Madrid, jelas sebuah obsesi. Bagi Inter, final Champions League jadi sebuah obsesi jika dihelat di Turin (kandang Juventus),” papar Mou.

Well, di samping perang urat syaraf, kita juga sekali lagi disuguhkan kepiawaian Mou dan Guardiola beradu taktik dan strategi permainan. Guardiola diyakini bakal menerapkan skema permainan yang sama ketika menggilas Arsenal 4-1 pada 2nd leg perempat final di Nou Camp, 6 April. Di laga ini, Messi tampil brilian dengan memborong keempat gol. Namun, tak ada yang berani memastikan striker Argentina bakal bisa mengulangi hal itu terhadap Inter.

Mirisnya, sang skipper, Carles Puyol, yang absen di partai kontra Arsenal karena akumulasi kartu terpaksa absen lagi kontra Inter dengan kasus serupa. Guardiola mungkin lebih memilih Gabriel Milito ketimbang Rafael Marquez sebagai penggati Puyol untuk menemani Pique. Ini menarik karena Gabriel bakal head-to-head melawan kakak kandungnya, Diego Milito, sebagai ujung tombak Inter.

Sementara itu, Mou juga tak bisa menurunkan Dejan Stankovic yang terbelit sanksi akumulasi kartu. Tak pelak, situasi ini memunculkan masalah sendiri bagi kubu La Beneamata lantaran tak fitnya playmaker Wesley Sneijder akibat cedera lutut.

Tapi, Mou tak punya pilihan lain kecuali tetap memainkan Sneijder meski mungkin tak untuk 90 menit. Sejak bergabung dari Madrid, attacking midfielder berdarah Belanda itu memang jadi ruh permainan Inter. Andai Sneijder tak bermain optimal atau para pemain Barca bisa mematikan pergerakan atau memutus aliran bola ke Sneijder, Inter dalam masalah besar.

Yang menarik, kondisi serupa terjadi juga di Barca. Guardiola belum bisa melepaskan ketergantungannya kepada Xavi dan Messi. Di Giuseppe Meazza, salah satu kunci kemenangan Inter adalah mematikan mobilitas kedua pemain itu.

Meski begitu, Mou tak boleh mengabaikan statistika. Faktanya, dari 2 kali lawatan ke Nou Camp di ajang Champions League pada 2003 dan 2009, Inter masing-masing kalah 3-0 dan 2-0. Ini membuktikan ketajaman Barca berlipat ganda tiap kali bermain di Nou Camp.

Tak ayal, tak sedikit orang berspekulasi, Inter bakal menerapkan negative football alias bertahan total demi menjaga keunggulan 3-1. Tapi, Mou membantahnya. Ia menegaskan Inter bakal tetap bermain seperti gaya permainan yang telah membawa mereka hingga ke semifinal.

Well, Mou memang ada benarnya. Bermain bertahan melawan Barca sama saja bunuh diri. Kendati begitu, jika Inter mampu mencuri gol lebih dulu tak ada salahnya bermain sedikit ke belakang demi mengamankan gawang mereka. Lagipula, Mou bukanlah penganut gaya sepakbola indah, tapi gaya pragmatis di mana hasil akhir adalah yang terpenting. Jadi, tak masalah jika Barca menang asalkan Inter tetap lolos ke final.

5 PARTAI TERAKHIR

BARCELONA

24.04.2010 La Liga vs Xerez  (K) 3-1 (M)

20.04.2010 Champions League vs Inter (T) 1-3 (Klh)

17.04.2010 La Liga vs Espanyol (T) 0-0 (S)

14.04.2010 La Liga vs Coruna (K) 3-0 (M)

10.04.2010 La Liga vs Madrid (T) 2-0 (M)

—————

INTER

24.04.2010 Serie A vs Atalanta (K) 3-1 (M)

20.04.2010 Champions League vs Barcelona (K) 3-1 (M)

16.04.2010 Serie A vs Juventus (K) 2-0 (M)

13.04.2010 Coppa Italia vs Fiorentina (T) 1-0 (M)

10.04.2010 Serie A vs Fiorentina (T) 2-2 (S)

REKOR PERTEMUAN

20.04.2010 Champions League Inter Milan 3-1 Barcelona

24.11.2009 Champions League Barcelona 2-0 Inter Milan

16.09.2009 Champions League Inter Milan 0-0 Barcelona

26.02.2003 Champions League Inter Milan 0-0 Barcelona

18.02.2003 Champions League Barcelona 3-0 Inter Milan

PRAKIRAAN PEMAIN

BARCELONA (4-3-3) Pelatih: Pep Guardiola

1-Valdes; 2-Alves, 3-Pique, 18-G. Milito, 22-Abidal; 6-Xavi, 16-Busquets, 15-Keita; 10-Messi, 9-Ibrahimovic, 17-Pedro

———–

INTER (4-3-1-2) Pelatih: Jose Mourinho

12-Cesar; 13-Maicon, 6-Lucio, 25-Samuel, 4-Zanetti; 19-Cambiasso, 8-Motta; 9-Eto’o, 10-Sneijder, 27-Pandev; 22-D. Milito

PREDIKSI

BARCELONA 2-1 INTER

Dari berbagai sumber

Permalink 8 Komentar

REV 1st LEG SEMIFINAL CHAMPIONS LEAGUE 2009/2010: Inter Milan vs Barcelona: Kisah Buram Dibalik Kemenangan Inter

21/04/2010 at 3:56 pm (CHAMPIONS LEAGUE) (, , )

  • Inter (Sneijder  30, Maicon 48, Milito 61) 3-1 (Pedro 19) Barcelona
  • Partai 2nd leg semifinal di Nou Camp, Rabu (28/4)

EUFORIA kemenangan 3-1 Internazionale Milan atas Barcelona pada 1st leg semifinal Champions League, Selasa (20/4), menyisakan noda. Ya, kisah buram tentang ‘bocah’ bengal berusia 19 tahun, Mario Balotelli, lebih mencuat ketimbang cerita superioritas Inter atas tamunya, Barca.

Balotelli bikin onar begitu laga bubar. Emosi striker berjuluk Super Mario ini mendidih melihat para Interisti mencibirnya saat masuk ke ruang ganti. Reaksinya dengan membanting kostumnya ke tanah dan mengeluarkan sumpar serapah, tak ayal, bikin fans tambah kesal.

Ironisnya, Balotelli justru diserang rekannya sendiri, Marco Meterazzi, dengan kata-kata kasar di lorong menuju ruang ganti. Eks bomber Inter yang kini berkostum Barca, Zlatan Ibrahimovic, melihat langsung peristiwa itu. Namun, ia justru membela Balotelli dan menyalahkan Materazzi.

“Saya tak pernah melihat kejadian seperti itu sepanjang karier saya. Materazzi seharusnya merayakan kemenangan di lapangan dan membiarkan Balotelli. Jika saya diserang seperti itu, saya pasti akan segera memukulnya,” ungkap Ibra kepada RAI.

Tak cukup sampai sini, sejumlah fans berniat menyerang Balotelli ketika menuju mobilnya di halaman parkir, tapi berhasil digagalkan anggota keamanan setempat.

Jose Mourinho memberi kesempatan kepada Balotelli unjuk kebolehan untuk menggantikan Diego Milito pada menit ke-75. Namun, penampilan Super Mario sangat mengecewakan publik Giuseppe Meazza.

Setidaknya 2 kali ia menggagalkan counter attack Inter yang berpeluang memperbesar kemenangan tuan rumah. Ini yang bikin fans geram dan mulai mengejek Balotelli yang sebelumnya kerap berselisih dengan Mourinho dan sejumlah rekannya.

Insiden itu jelas merusak pesta kemenangan I Nerazzurri. Akibat ulahnya itu, Balotelli terancam dikenai sanksi disiplin oleh klub seperti yang diungkapkan Managing Director, Ernesto Paolilo. Tak cuma itu, Mou pun kemungkinan besar tak bakal memboyong sang striker ke Nou Camp untuk melakoni 2nd leg semifinal pada 28 April.

Apa pun, kemenangan 3-1 di kandang belum menjamin Inter bakal lolos ke final. Barca punya potensi membalikkan keadaan. Pasukan Pep Guardiola hanya butuh menang dengan selisih 2 gol (2-0) untuk menapak final. Lionel Messi cs sudah membuktikan ketajaman mereka di kandang kala melipat Arsenal 4-1 pada 2nd leg perempat final.

“Semua masih mungkin terjadi dan saya sangat yakin dengan kemampuan Barca. Jika Inter sanggup mencetak 2 atau 3 gol di kandang mereka, kami juga mampu menoreh 4 atau 5 gol di Nou Camp,” pungkas Ibra.

SUSUNAN PEMAIN

INTER (4-2-3-1) Pelatih: Jose Mourinho

12-Cesar; 13-Maicon (26-Chivu 73), 6-Lucio, 25-Samuel, 4-Zanetti; 8-Motta, 19-Cambiasso; 9-Eto’o, 10-Sneijder, 27-Pandev (5-Stankovic 56); 22-Milito (45-Balotelli 75)

————

BARCELONA (4-3-3) Pelatih: Pep Guardiola

1-Valdes; 2-Alves, 3-Pique, 5-Puyol, 19-Maxwell; 6-Xavi, 16-Busquets, 15-Keita; 10-Messi, 9-Ibrahimovic (22-Abidal 62), 17-Pedro

Dari berbagai sumber

Permalink 2 Komentar

PRE 1st LEG SEMIFINAL CHAMPIONS LEAGUE 2009/2010: Inter Milan vs Barcelona: A Battle of Minds

20/04/2010 at 10:54 am (CHAMPIONS LEAGUE) (, , )

GARA-gara abu vulkanik dari letusan Gunung Eyjafjallajökull di Islandia yang menutupi sebagian besar langit Eropa, Barcelona terpaksa membatalkan penerbangan ke Milan, Italia. Pasukan Pep Guardiola memilih menggunakan bus ke Ibukota Italia tersebut untuk menjalani partai 1st leg semifinal Champions League kontra Internazionale Milan di Giuseppe Meazza, Selasa (20/4) atau Rabu (21/4) dinihari WIB.

Dengan 2 bus, El Barca menempuh jarak total 985 km selama 14-15 jam. Lelah dan jenuh? Pasti. Tapi, ini bukan rintangan berarti bagi rombongan juara Champions League 2008/2009.

“Saya bahkan rela jika harus berjalan kaki (ke Milan) demi melakoni semifinal Champions League,” ujar full back Dani Alves kepada Sky Sports.

Well, tekad Alves cs menggambarkan ambisi mereka kembali juara Champions League musim ini. Jika mereka mampu melakukannya, Barca bakal mengukir sejarah sebagai klub pertama yang mampu meraih trofi Champions League 2 musim beruntun. Sebelumnya, AC Milan pernah juara Eropa 2 musim berturut-turut kala kejuaraan ini masih bernama European Cup  pada 1989 dan 1990.

Meski begitu, Barca tak boleh terlalu cepat bermimpi mengukir prestasi tersebut. Sebelum menapak final, mereka harus menyingkirkan Inter terlebih dulu di 2 leg semifinal. Jika lolos, Barca bakal melawan pemenang Olympique Lyonnais versus Bayern Muenchen.

Pasukan Guardiola memang pernah menekuk armada Jose Mourinho 2-0 pada penyisihan Grup F, 24 November 2009. Tapi, itu dilakukan Lionel Messi dkk di Nou Camp. Blaugrana hanya bisa menahan imbang Inter 0-0 di Giuseppe Meazza pada pertemuan pertama penyisihan grup, 16 September 2009. Menariknya, Barca yang juga pernah menyambangi kandang Inter pada 2nd grup stage (babak II penyisihan grup A) Champions League 2002/2003 hanya bisa main 0-0 dengan tuan rumah.

Tapi, rapor Inter tiap kali bentrok dengan Barca lebih buruk lagi. Dari 4 kali pertemuan di arena Champions League, I Nerazzurri belum pernah menang, seri 2 kali dan kalah 2 kali pula. Lebih minor lagi, Inter sama sekali belum pernah menjebol gawang Barca.

So, Javier Zanetti dkk punya tugas berat yakni menghentikan ‘kemandulan’ Inter di tangan Barca.  Di sisi lain, Messi cs harus bisa menemukan celah demi mengakhiri rekor tak terkalahkan Inter di Giuseppe Meazza sepanjang musim ini. Tak pelak, a battle of minds alias adu kejelian dan kepintaran Mourinho dan Guaridola dalam mengutak-atik taktik permainan kubu masing-masing bakal tersaji di Giuseppe Meazza.

Guardiola sadar pergerakan pasukannya tak akan sebebas kala menumpas Arsenal dengan agregat 6-3 pada perempat final. Tapi, sekali pun berstatus tamu, entrenador berdarah Spanyol itu terang-terangan bilang Barca tetap pada pakem permainannya yakni menyerang dengan pola 4-3-3.

Kreator permainan tetap dibebankan kepada Xavi Hernadez karena masih terkaparnya Andres Iniesta. Xavi didampingi 2 midfielders muda, Seydou Keita dan Sergio Busquets. Pulihnya Zlatan Ibrahimovic dari cedera paha dan ditambah manuver Messi dan Pedro jelas tak bisa diremehkan Mou.

Guardiola cukup tenang dengan komposisi kuartet bertahannya menyusul kembali tampilnya Carles Puyol pasca menjalani sanksi kartu merah yang membuatnya absen pada 2nd leg perempat final kontra Arsenal.

Di kubu Inter, sejumlah media Italia membocorkan bahwa Mou bakal mengubah strategi permainan I Nerazzurri. Mou sempat bikin kejutan dengan beralih dari pola 4-3-3 ke 4-2-3-1 saat Inter menggebuk Chelsea 1-0 pada 2nd leg babak 16 besar di Stamford Bridge.

Untuk meredam trio gelandang kreatif Barca, Mou sudah menyiapkan komposisi alternatif yakni 4-1-4-1 dengan Esteban Cambiasso bertugas sebagai defensive midfielder. Mou mungkin belajar dari Espanyol yang sukses menahan Barca 0-0, Sabtu (17/4), dengan mematikan pergerakan Messi dan menghambat aliran bola ke Xavi sebagai playmaker.

Yang menarik, Mou diisukan bakal mengganti peran Douglas Maicon yang mencetak gol indah pada kemenangan 2-0 Inter atas Juventus pada giornata 34 Serie A, Jumat (16/4). Demi menambah daya serang, Maicon didorong ke sayap kanan dan Ivan Cordoba dislot sebagai pengganti di bek kanan. Maicon akan berdiri sejajar dengan Samuel Eto’o, Wesley Sneijder, dan Thiago Motta untuk menyokong Diego Milito sebagai lone striker.

Di bek kiri, Mou mempercayakan Zanetti dan centre back bakal dihuni Lucio dan Walter Samuel. Artinya, Mou punya 3 pemain Argentina (Zanetti, Cambiasso, dan Samuel) yang berorientasi bertahan yang diharapkan mampu meredam kecepatan Messi.

Andai pola ini jadi diterapkan dan taktik berjalan sesuai rencana Mou, Inter kemungkinan bisa mencuri kemenangan atas Barca meski tak dengan skor besar. Tapi, apa pun hasil 1st leg, siapa yang berhak ke final di Madrid, Spanyol, pada 22 Mei, tetap ditentukan pada 2nd leg di Nou Camp, 28 April. Inter yang belum pernah mencapai final Champions League pasti ngotot mencetak sejarah itu sekaligus bertekad jadi Raja Eropa lagi setelah kali terakhir merasakannya pada European Cup 1965.

5 PARTAI TERAKHIR

INTER

16.04.2010 Serie A vs Juventus (K) 2-0 (M)

13.04.2010 Coppa Italia vs Fiorentina (T) 1-0 (M)

10.04.2010 Serie A vs Fiorentina (T) 2-2 (S)

06.04.2010 Champions League vs CSKA (T) 1-0 (M)

03.04.2010 Serie A vs Bologna (K) 3-0 (M)

————–

BARCELONA

17.04.2010 La Liga vs Espanyol (T) 0-0 (S)

14.04.2010 La Liga vs Coruna (K) 3-0 (M)

10.04.2010 La Liga vs Madrid (T) 2-0 (M)

06.04.2010 Champions League vs Arsenal (K) 4-1 (M)

03.04.2010 La Liga vs Bilbao (K) 4-1 (M)

REKOR PERTEMUAN

24.11.2009 Champions League Barcelona 2-0 Inter Milan

16.09.2009 Champions League Inter Milan 0-0 Barcelona

26.02.2003 Champions League Inter Milan 0-0 Barcelona

18.02.2003 Champions League Barcelona 3-0 Inter Milan

PRAKIRAAN PEMAIN

INTER (4-1-4-1) Pelatih: Jose Mourinho

12-Cesar; 2-Cordoba, 6-Lucio, 25-Samuel, 4-Zanetti; 19-Cambiasso; 13-Maicon, 8-Motta, 10-Sneijder, 9-Eto’o; 22-Milito

————

BARCELONA (4-3-3) Pelatih: Pep Guardiola

1-Valdes; 2-Alves, 3-Pique, 5-Puyol, 22-Abidal; 6-Xavi, 16-Busquets, 15-Keita; 10-Messi, 9-Ibrahimovic, 17-Pedro

PREDIKSI

INTER 1-0 BARCELONA

Dari berbagai sumber

Permalink 4 Komentar

PRE MADRID VS BARCELONA (Sabtu, 10 April): The Best El Clasico

10/04/2010 at 2:01 pm (LA LIGA) (, , , )

MATCH FACTS:

–          Klasemen: 1. Madrid 77 (83-26; +57); 2. Barcelona 77 (75-19; +56)

–          Statistik 12 partai terakhir La Liga: Madrid (12 M, 0 S, 0 Klh, 41-13); Barcelona (10 M, 1 S, 1 Klh, 29-10)

DUA pemain Terbaik Dunia dan Eropa bentrok di El Clasico antara Real Madrid vs Barcelona di Santiago Bernabeu, Sabtu (10/4). Cristiano Ronaldo di kubu tuan rumah dan Lionel Messi di tim tamu.

Sengit? Sudah pasti. Tapi, jangan lupa CR9 –julukan Ronaldo– dan The Flea –sebutan Messi– sendiri menampik duel itu merupakan two-men show alias hanya milik mereka berdua. Pertarungan ketat di tiap lini justru yang bakal membuat partai nanti layak disebut The Best El Clasico.

Di bawah mistar, kedua klub punya penjaga gawang mumpuni di Spanyol. Tapi, dari sisi kebobolan, Iker Casillas, kiper nomor 1 timnas Spanyol, harus mengakui kehebatan Victor Valdes, yang hanya berstatus kiper ketiga di bawah Pepe Reina (Liverpool).

Dari 30 partai La Liga, gawang Casillas sudah 26 kali jebol (rata-rata 0,87), sedangkan Valdes baru 19 kali (rata-rata 0,63) memungut bola dari dalam gawangnya, bahkan yang paling sedikit dibandingkan seluruh kontestan lain.

Minimnya gol ke gawang Valdes berbanding lurus dengan kokohnya pertahanan El Barca yang biasanya ditongkrongi kuartet: Eric Abidal, Carles Puyol, Gerard Pique, dan Daniel Alves. Namun, di laga nanti, Abidal dipastikan absen lantaran cedera paha.

Sebagai penggantinya, Pep Guardiola mempercayakan posisi left back kepada Maxwell. Tapi, beban berat disandang eks pemain Internazionale Milan ini karena harus menghambat CR9 yang gemar menusuk dari sayap kanan. CR9 mengklaim bakal membalas kekalahan 0-1 Madrid pada pertemuan pertama musim ini di Nou Camp. CR9 sendiri tak bisa menuntaskan laga ketika itu lantaran cedera.

Tekanan tambah berat bagi Barca karena Los Blancos dengan duet Gonzalo Higuain-CR9 sedang menggila. Pasukan Manuel Pellegrini memenangi 12 partai terakhir dengan melesakkan 40 gol. Bahkan, duo Higuain-CR9 total mencetak 24 gol.

Bandingkan dengan kubu Barca yang lebih mengandalkan kepiawaian Messi. Striker Argentina berusia 22 ini mengemas 12 gol, termasuk 2 hattrick, dalam 12 partai terakhir La Liga. Rekor ini yang membuat Messi yang total mengemas 39 gol di segala kompetisi nangkring di puncak klasemen El Pichichi La Liga dengan 26 gol.

Higuain menyusul di posisi runner-up dengan 24 gol, kemudian David Villa (Valencia) 20 gol, Ronaldo 18 gol, Diego Forlan (Atletico Madrid) 16 gol, dan rekan Messi di Barca, Zlatan Ibrahimovic, 15 gol.

Dengan absennya Ibra akibat cedera betis artinya serangan Barca bakal tetap bertumpu kepada Messi. Gaya permainan ini bisa jadi bumerang bagi Xavi Hernandez dkk. Messi dijamin tak akan bisa mengulang permainan apik kala menoreh 4 gol ke gawang Arsenal di Champions League.

Soalnya, dibandingkan para pemain Arsenal yang masih ‘buta’ dengan gaya permainan Messi, para pemain Madrid pasti sudah paham betul bagaimana menutup pergerakan The Flea. So, akan lebih baik jika Guardiola lebih memaksimalkan peran Pedro atau Thierry Henry/Bojan Krkic.

Meski begitu, pertempuran sesungguhnya bakal terjadi di lini tengah. Tiga midfielders Barca (Andres Iniesta, Sergio Busquets, Xavi) bentrok dengan 4 midfielders Madrid (Rafael van der Vaart, Xabi Alonso, Lassana Diarra, Guti Hernandez). Tanpa Ricardo Kaka yang cedera paha, Pellegrini kemungkinan bakal memasang Van der Vaart untuk menyokong Higuain-CR9.

Dengan kualitas yang sepadan, artinya penguasaan bola bakal sangat menentukan hasil pertandingan. Tapi, dengan melihat grafik permainan Madrid yang terus menanjak, termasuk tak pernah kalah dari 15 laga di Bernabeu musim ini, Los Blancos berpeluang menebus 3 kekalahan dari Barca dalam 3 bentrokan terakhir mereka.

Madrid memang harus menang untuk menyamakan kedudukan dalam head-to-head dengan Barca.  La Liga menggunakan sistem head-to-head untuk menentukan tim mana yang lebih unggul jika poin mereka sama. Selisih gol baru dihitung andai head-to-head kedua tim sama kuat.

Meski begitu, saya sependapat bahwa El Clasico ini tak akan menentukan juara La Liga 2009/2010 sekalipun siapa pun yang menang akan unggul 3 poin. Sebab, masih ada 7 laga sisa (total 21 poin) yang harus dilakoni Madrid dan Barca.

5 PERTEMUAN TERAKHIR

29.11.2009 La Liga Barcelona 1-0 Madrid

02.05.2009 La Liga Madrid 2-6 Barcelona

13.12.2008 La Liga Barcelona 2-0 Madrid

07.05.2008 La Liga Madrid 4-1 Barcelona

23.12.2007 La Liga Barcelona 0-1 Madrid

PRAKIRAAN PEMAIN

MADRID (4-3-1-2) Pelatih: Manuel Pellegrini

1-Casillas; 4-Ramos, 19-Garay, 18-Albiol, 2-Arbeloa; 10-Lass, 22-Alonso, 12-Marcelo; 23-Van der Vaart; 20-Higuain, 9-Ronaldo

————

BARCELONA (4-3-3) Pelatih: Pep Guardiola

1 -Valdes; 2-Alves, 3-Pique, 5-Puyol, 19-Maxwell; 6-Xavi, 16-Busquets, 8-Iniesta; 17-Pedro, 10-Messi, 14-Henry

PREDIKSI

MADRID 2-1 BARCELONA

JADWAL JORNADA 31

Sabtu (10/4): Malaga vs Sevilla; Tenerife vs Valladolid; Villarreal vs Sporting; Xerez vs Getafe; Madrid vs Barcelona

Minggu (11/4): Bilbao vs Almeria; Coruna vs Santander; Osasuna vs Zaragoza; Espanyol vs Atletico; Mallorca vs Valencia

Dari berbagai sumber

Permalink 4 Komentar

REV 2nd LEG QF CL: Barcelona vs Arsenal, CSKA Moscow vs Inter Milan

07/04/2010 at 9:42 am (CHAMPIONS LEAGUE, LA LIGA, PREMIER LEAGUE, SERIE A) (, , , , , , , )

  • CSKA Moscow 0-1 (Sneijder 6) Inter: Inter lolos ke semifinal agregat 2-0
  • Barcelona (Messi 21, 37, 42, 88) 4-1 (Bendtner 18) Arsenal: Barca ke semifinal agregat 6-3

Inter Tantang Barca di Semifinal

EMPAT gol Lionel Messi dan 1 gol Wesley Sneijder memastikan Barcelona dan Internazionale Milan bentrok di semifinal Champions League 2009/2010 yang bakal digelar 20 April (1st leg di Giuseppe Meazza) dan 28 April (2nd leg di Nou Camp).

Inter gagal melaju ke 4 Besar Champions League sejak 7 tahun lalu (3 musim terakhir kandas di Babak 16 Besar). Tapi, bagi Jose Mourinho, ini jadi semifinal keempat Champions League.

Sebelumnya pembesut berdarah Portugal ini mengantar FC Porto (akhirnya juara pada 2003/2004) dan Chelsea (2 kali). Mou mencatatkan diri sebagai pelatih pertama yang mampu membawa 3 klub berbeda ke semifinal Champions League.

Bagi Barca, ini jadi kali ke-4 dalam 5 musim terakhir mereka menembus semifinal (2005/2006, 2007/2008, 2008/2009, dan 2009/2010). Hebatnya, pada 2005/2006 dan 2008/2009, El Barca sukses menapak final dan juara masing-masing mengalahkan Arsenal dan Manchester United (MU).

Barca dan Inter pernah satu grup (Grup F) di babak penyisihan grup Champions League musim ini. Dari 2 pertemuan, pasukan Pep Guardiola menang 2-0 di Nou Camp (24 November 2009), sedangkan di Giuseppe Meazza (16 September 2009), kedua klub bermain imbang 0-0.

Kendati begitu, Guardiola tak mau sesumbar. Ia tahu aura dan tekanan di semifinal bakal berbeda dari penyisihan grup. Tapi, Guardiola tak bisa menampik sebagai juara bertahan, Barca jelas lebih diunggulkan ketimbang I Nerazzurri untuk lolos ke final.

Semifinal nanti juga jadi ajang reuni beberapa pemain. Eto’o bakal kembali bertemu eks rekan-rekannya dan tutornya di Barca ketika meraih Champions League, La Liga, dan Copa del Rey 2008/2009. Sebaliknya, Zlatan Ibrahimovic dan Maxwell bereuni dengan mantan rekannya dan manajernya di Inter.

Apapun, kita jangan berharap partai Barca kontra Inter bakal seatraktif Barca vs Arsenal. Soalnya, Mou lebih bersifat pragmatis. Ia tak sungkan mengorbankan permainan indah demi mengejar kemenangan.

Teranyar, Mou menerapkan formasi 4-5-1 untuk meredam kecepatan para pemain CSKA Moscow di Stadion Luzhniki, Rabu (7/4) dinihari WIB. Eto’o cs lebih mengandalkan pada counter attack alias serangan balik untuk menjebol gawang lawan. Namun, faktanya gaya permainan pragmatis ini sukses mengantar I Nerazzurri ke semifinal.

Artinya, kecil kemungkinan Mou mengubah pola ini saat meladeni Barca yang justru bergaya menyerang dengan skema 4-3-3. Bahkan, bukan tak mungkin, Mou menginstruksikan seorang pemain yang khusus mengawal pergerakan Lionel Messi.

Striker Argentina ini memborong 4 gol kemenangan 4-1 Barca di Nou Camp sekaligus mengubur mimpi Arsenal ke semifinal. Messi menyejajarkan diri dengan 7 pemain lain [Marco van Basten (Milan), Simone Inzaghi (Lazio), Dado Pršo (Monaco), Ruud van Nistelrooy (Manchester United), Andriy Shevchenko (Milan), dan Ferenc Puskas (Madrid)] yang mencetak 4 gol dalam 1 laga. Zanetti yang notabene kapten timnas Argentina jadi sosok yang paling pas mengawal Messi.

Tapi, Mou tak boleh lupa, Barca bukan cuma Messi. Ibrahimovic, Xavi Hernandez, dan Andres Iniesta juga bisa mengancam. Well, semifinal Inter vs Barca memang bakal ketat dan sengit, tapi menarik sebagai tontonan? Mungkin lebih baik kita jangan terlalu berharap.

Dari berbagai sumber

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

PRE 2nd LEG QF CL: Barcelona vs Arsenal: Dilema 2 Kubu

06/04/2010 at 1:35 pm (CHAMPIONS LEAGUE, LA LIGA, PREMIER LEAGUE) (, , )

  • Imbang dengan skor di bawah 2-2 (1-1 atau 0-0), Barca lolos ke semifinal karena unggul gol tandang.
  • Arsenal harus menang atau imbang minimal 3-3 atau lebih (unggul gol tandang) agar melaju ke semifinal.

BARCELONA dan Arsenal dihadapkan pada dilema untuk 2nd leg perempat final Champions League di Nou Camp, Selasa (6/4) atau Rabu (7/4) dinihari WIB. Maklum, Pep Guardiola dan Arsene Wenger sama-sama kehilangan sederet pemain inti.

Fokus Barca terpecah lantaran pada Sabtu (10/4) bakal melakoni el Clasico versus Real Madrid di Santiago Bernabeu. Partai ini disebut-sebut bakal jadi gambaran penentu juara La Liga di akhir musim nanti.

Kendati begitu, Guardiola mengklaim 2nd leg perempat final Champions League kontra Arsenal lebih penting ketimbang duel di Bernabeu. Apesnya, Barca tak bisa menurunkan Carles Puyol (sanksi kartu merah), Gerard Pique (sanksi akumulasi kartu kuning), dan Zlatan Ibrahimovic (cedera betis).

Tapi, kondisi Arsenal lebih miris. Wenger tak mungkin memainkan Cesc Fabregas (cedera patah kaki/sanksi akumulasi kartu kuning), Andrei Arshavin (cedera betis), Aaron Ramsey (cedera patah kaki), William Gallas (cedera betis), Robin van Persie (cedera engkel) dan Alexander Song (cedera pangkal paha dan lutut).

Wenger juga tak bisa memastikan Sol Campbell bakal dimainkan. Pasalnya, centre back veteran ini baru pulih dari cedera harmstring. Tapi, andai Wenger tak berani memaksakan Campbell bermain, Abou Diaby bisa ditarik ke belakang menemani Thomas Vermaelen dan menempatkan Denilson di sektor tengah. Alternatif lain yakni mengambil risiko menampilkan bek belia Craig Eastmond atau bek gaek Mikael Silvestre.

Tak pelak, kondisi ini mengkhawatirkan bagi The Gunners yang butuh kemenangan atau minimal mencetak imbang 3-3 di Nou Camp untuk lolos ke semifinal setelah menuai hasil 2-2 pada 1st leg perempat final di Emirates, pekan lalu.

Samir Nasri cs juga tak bisa tenang meski Ibra yang mencetak 2 gol di Emirates absen. Guardiola punya kartu turf di diri Andres Iniesta yang kembali merumput pasca pulih dari cedera harmstring.

Hanya, Guardiola mungkin harus meramu siapa 2 striker yang cocok menemai Lionel Messi di depan. Opsinya: Bojan Krkic-Messi-Thierry Henry, Pedro-Messi-Henry, atau Krkic-Messi-Pedro. Apapun formasi lini depannya, Barca dijamin tetap tajam dengan sokongan trio midfielders: Iniesta-Sergio Busquets-Xavi Hernadez.

Satu-satunya gangguan pada Barca adalah absennya duet centre back: Pique-Puyol. Bek asal Ukraina, Dmytro Chygrynskiy, tak bisa tampil di Champions League musim ini lantaran pernah membela Shakhtar Donetsk pada babak III.

So, pilihan Guardiola tinggal memainkan duo Gabriel Milito-Rafael Marquez atau menarik midfielder Yaya Toure berduet antara dengan Milito atau Marquez. Fokus Guardiola adalah menghambat kecepatan Theo Walcott dari sisi kiri pertahanan Barca.

Pada 1st leg, Maxwell yang menempati bek kiri kerepotan meladeni tusukan-tusukan Walcott yang sanggup berlari sejauh 100 meter hanya dengan waktu 10,3 detik. Namun, di Nou Camp, Guardiola mengklaim punya siasat menumpulkan penetrasi Walcott.

Eric Abidal yang absen di Emirates sudah bisa tampil. Selain itu, Guardiola bakal menginstruksikan Xavi dkk menguasai bola lebih banyak ketimbang Arsenal. Kebetulan trio midfielder Barca punya kemampuan melakukan itu.

Tapi, andai mampu mencuri gol lebih dulu, situasi bakal lebih mudah bagi Arsenal. Dan, jika Barca yang bikin gol lebih dulu, pasukan Wenger boleh jadi bakal kocar-kacir.

Jika pemenang terpaksa harus ditentukan lewat adu penalti (andai skor 2-2 dalam 90 menit plus extra time 2×15 menit), keuntungan ada di pihak Barca. Mental para pemain pasukan Guardiola lebih kuat karena lebih berpengalaman dibandingkan skuad Wenger dan didukung puluhan ribu suporter di Nou Camp.

5 PARTAI TERAKHIR

BARCELONA

03.04.2010 La Liga Bilbao (K) 4-1 (M)

31.03.2010 Champions League Arsenal (T) 2-2 (S)

27.03.2010 La Liga Mallorca (T) 1-0 (M)

24.03.2010 La Liga Osasuna (K) 2-0 (M)

21.03.2010 La Liga Zaragoza (T) 4-2 (M)

————

ARSENAL

03.04.2010 Premier League Wolves (K) 1-0 (M)

31.03.2010 Champions League Barcelona (K) 2-2 (S)

27.03.2010 Premier League Birmingham (T) 1-1 (S)

20.03.2010 Premier League West Ham (K) 2-0 (M)

13.03.2010 Premier League Hull (T) 2-1 (M)

REKOR PERTEMUAN

31.03.2010 Champions League Arsenal 2-2 Barcelona

17.05.2006 Champions League Barcelona 2-1 Arsenal

19.10.1999 Champions League Arsenal 2-4 Barcelona

29.09.1999 Champions League Barcelona 1-1 Arsenal

PRAKIRAAN PEMAIN

BARCELONA (4-3-3) Pelatih: Pep Guardiola

1-Valdes; 2-Alves, 18-Gabriel Milito, 4-Marquez, 22-Abidal; 6-Xavi, 16-Busquets, 8-Iniesta; 11-Krkic, 10-Messi, 17-Pedro

——

ARSENAL (4-2-3-1) Pelatih: Arsene Wenger

1-Almunia; 3-Sagna, 5-Vermaelen, 18-Silvestre, 22-Clichy; 15-Denilson, 2-Diaby; 14-Walcott, 8-Nasri, 7-Rosicky; 52-Bendtner

PREDIKSI

BARCA 2-1 ARSENAL

Dari berbagai sumber

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

REVIEW QF CHAMPIONS LEAGUE 2009/2010: Barca Ditahan Arsenal, Inter Gerus CSKA

01/04/2010 at 10:03 am (CHAMPIONS LEAGUE, LA LIGA, PREMIER LEAGUE, SERIE A) (, , , , , , , )

  • Arsenal (Walcott, Fabregas) 2-2 (Ibra 2) Barcelona
  • Inter (Milito) 1-0 CSKA

Barca Ditahan Arsenal

PARTAI 1st leg perempat final Champions League antara Arsenal vs Barcelona di Emirates, Rabu (31/3) atau Kamis (1/4) dinihari, berlangsung sesuai prediksi. Awalnya, Barca memang sempat memborbardir gawang The Gunners. Hanya berkat kepiawaian kiper Manuel Almunia, gawang Arsenal tetap perawan di 45 menit pertama.

Namun, di babak II, Barca langsung menghentak dengan gol cepat Zlatan Ibrahimovic di menit 46. Lima menit kemudian, striker berdarah Swedia ini menambah keunggulan Blaugrana. Meski begitu, jika ada pemain yang patut diacungi jempol, dia adalah Theo Walcott. Right winger ini langsung memberi dampak positif begitu masuk menggantikan Bacary Sagna di menit 67.

Walcott hanya butuh 2 menit untuk bikin gol yang menyuntik motivasi para pemain Arsenal. Efeknya, serangan pasukan Arsene Wenger kian garang. Tekanan bertubi-tubi ini membuat lini belakang Barca kelimpungan. Alhasil, Carles Puyol terpaksa melanggar Cesc Fabregas yang berdiri bebas di kotak terlarang.

Wasit Massimo Busacca mengkartumerahkan Puyol dan menghadiahi penalti buat The Gunners. Fabregas sukses mengeksekusinya pada menit 85. Mirisnya, seusai menuntaskan tugasnya, sang skipper cedera tulang kering, bahkan diduga patah dan diperkirakan bakal absen sampai akhir musim. Wenger tambah pusing lantaran bek veteran, William Gallas, juga dihantam cedera betis serius dan diprediksi tak bisa merumput hingga musim berakhir.

Tak pelak, jelas ini kerugian besar bagi Arsenal yang juga tengah memburu trofi Premier League. Fabregas sendiri sekalipun tak cedera dipastikan tak bisa tampil pada 2nd leg perempat final di Nou Camp, markas Barca, Selasa (6/4), karena akumulasi kartu kuning. Selain Fabregas dan Gallas, Wenger kemungkinan besar juga tak bisa memainkan Andrei Arshavin akibat cedera betis.

Tapi, entrenador Barca, Pep Guardiola, juga tak bisa tenang. Pasalnya, duet centre back-nya, Puyol dan Gerard Piquet juga tak dapat main di 2nd leg. Puyol akibat kartu merah di 1st leg dan Piquet lantaran akumulasi kartu kuning.

So, kondisi ini menjamin 2nd leg di Nou Camp bakal lebih seru daripada 1st leg. Meski Barca diuntungkan dengan 2 gol tandang, The Gunners tetap berpeluang merangsek ke semifinal. Syaratnya, Arsenal menang dengan skor berapapun atau seri dengan mencetak minimal 3 gol (3-3, 4-4, dst).

————–

Inter Gerus CSKA

INTERNAZONALE Milan membuka peluang melaju ke semifinal Champions League setelah menggerus CSKA Moscow 1-0 pada 1st leg perempat final di Giuseppe Meazza, Rabu (31/3) atau Kamis (1/4) dinihari.

Bomber Argentina, Diego Milito, membuat tifosi tuan rumah bersorak berkat golnya pada menit 65. Tapi, sudah pasti kemenangan tipis ini belum bisa bikin allenatore Jose Mourinho tidur nyenyak.

Eks pembesut Chelsea ini bahkan tak berani sesumbar Javier Zanetti cs bakal lolos ke semifinal. Soalnya, pada 2nd leg perempat final di Luzhniki, Selasa (6/4), CSKA bisa membalikkan keadaan jika mampu menang 2-0 atau lebih dan Inter gagal menoreh gol.

Apapun, Mou tetap puas karena dia yakin hasil ini membuktikan Inter telah meruntuhkan mental block atau hambatan mental yang meliputi klub itu saat bertarung di tingkat Eropa. Jadi, andai I Nerazzurri gagal ke semifinal, setidaknya musim depan, Inter tak lagi terbebani dengan mental lemah untuk bersaing dengan klub-klub raksasa ‘Benua Biru’.

JADWAL 2nd LEG PEREMPAT FINAL

Selasa (6/4): Barca vs Arsenal, CSKA Moscow vs Inter

Rabu (7/4): MU vs Muenchen, Bordeaux vs Lyon

Dari berbagai sumber

Permalink 2 Komentar

Plus Minus 8 Kontestan QF CL (Bagian 1)

20/03/2010 at 5:24 pm (CHAMPIONS LEAGUE, LA LIGA, PREMIER LEAGUE, SERIE A) (, , , , , , )

BERIKUT preview dan analisis singkat plus dan minus 8 kontestan Quarterfinal (QF) Champions League (CL) 2009/2010.

ARSENAL

Fase grup: Juara Grup H

Babak 16 Besar: Lolos ke QF dengan aggregat 6-2 atas FC Porto

Untuk kali ketiga beruntun, Arsenal sukses melaju ke perempat final (QF) CL. The Gunners juga masih bersaing ketat dengan MU dan Chelsea di pacuan trofi Premier League.

Plus: Punya barisan midfielders dan strikers yang komplet dan tajam. Casc Fabregas, Andrei Arshavin, dan Emmanuel Ebou menjamin kedahsyatan penyerangan pasukan Arsene Wenger.

Minus: Kehebatan lini tengah dan depan tak diimbangi kokohnya sektor belakang, terutama di posisi kiper. Manuel Almunia, Lukasz Fabianski, dan Vito Mannone tak bisa disebut sebagai kiper terbaik Premier League, apalagi dunia. Selain itu, Arsenal juga kerap terlalu bergantung pada sosok Fabregas sebagai jenderal lapangan tengah.

QF: vs Barcelona [1st leg (K), 31/3 & 2nd leg (T), 6/4]

Sekalipun barisan tengah dan penyerang menunaikan tugas dengan baik, lini belakang Arsenal dijamin tetap tak bisa tenang. Gempuran Lionel Messi, Pedro, Andres Iniesta, dan Xavi mungkin bakal merepotkan Sol Campbell. So, Wenger sangat berharap William Gallas bisa pulih tepat waktu dari cedera betisnya. Duet centre backs Vermaelen-Gallas jelas lebih meyakinkan ketimbang Vermaelen-Campbell.

—–

BARCELONA

Fase grup: Juara Grup F

Babak 16 Besar: Lolos ke QF dengan aggregat 5-1 atas VFB Stuttgart

Ini kali ketiga berturut-turut Barca menapak QF CL. Berbekal 6 trofi (sextuple) di 2009, wajar jika pasukan Pep Guardiola difavoritkan mampu mempertahankan trofi CL yang mereka rebut pada 2009. Di La Liga, El Azulgrana menempel ketat Real Madrid di posisi puncak klasemen.

Plus: Kekuatan di semua lini Barca merata. Tapi, yang paling menonjol jelas peran Lionel Messi, pemain terbaik Eropa dan Dunia 2009.

Minus: Nyaris tak ada sisi minus di skuad Barca. Satu-satunya kelemahan justru ada pada diri mereka sendiri. Jika terlalu optimistis, Messi cs acap tampil tak konsisten dan mudah frustasi andai gagal bikin gol. Itu terkuak ketika dipukul Valencia dan Stuttgart yang menerapkan taktik memperlambat tempo permainan.

QF: vs Arsenal [1st leg (T), 31/3 & 2nd leg (K), 6/4]

Lupakan ikatan emosi Thierry Henry dengan Arsenal. Pun abaikan kemenangan 2-1 Barca besutan Frank Rijkaard atas The Gunners di final CL 2006. Toh, kedua pencetak gol kemenangan El Blaugrana, Samuel Eto’o dan Juliano Belletti, tak lagi memperkuat Barca. Bahkan, dalam skuad Guardiola saat ini, hanya Victor Valdes, Xavi, dan Iniesta yang terlibat pada final di Paris, 4 tahun silam itu. Messi pun samasekali tak masuk skuad Rijkaard. Sementara di kubu Arsenal hanya menyisakan Fabregas, Almunia, Robin van Persia, Ebou, dan Gael Clichy.

Fakta ini yang menjamin duel nanti bakal beda dari bentrokan di 2006 meski Arsenal dan Barca sama-sama masih mengusung attacking football.

==============

INTERNAZIONALE MILAN

Fase grup: Runner-up Grup F

Babak 16 Besar: Lolos ke QF dengan aggregat 3-1 atas Chelsea

Ini kali pertama Inter melaju ke QF sejak CL 2005/2006. Meski ditangani pelatih sekelas Jose Mourinho yang pernah bikin kejutan mengantar FC Porto juara CL 2004, tak banyak rumah taruhan yang berani memfavoritkan Inter juara musim ini. Di Serie A, I Nerazzurri bertengger di puncak klasemen.

Plus: Sinergi ketajaman Eto’o dan Diego Milito dengan kebrilianan Wesley Sneijder jadi kunci Inter untuk merobek pertahanan lawan. Kolaborasi inilah yang sukses menjungkalkan Chelsea di Babak 16 Besar.

Minus: Inter tak bisa selalu menerapkan permainan apik seperti di Stamford Bridge, markas Chelsea. Inkonsistensi memang jadi kelemahan Inter. Ini juga yang membuat Inter kini ditempel ketat para rival di Serie A meski sempat unggul jauh.

QF: vs CSKA Moscow [1st leg (K), 31/3 & 2nd leg (T), 6/4]

Dari kualitas skuad, para pemain Inter jelas di atas para pemain CSKA. Absennya, centre back Lucio dan midfielder Thiago Motta mungkin tak jadi masalah besar bagi Inter. Mourinho punya pelapis yang tak kalah mumpuni di kedua lini itu. Yang perlu diperhatikan Mou adalah menjaga konsistensi permainan pasukannya dan melepaskan ketergantungan kepada Sneijder.

—–

CSKA MOSCOW

Fase grup: Runner-up Grup C

Babak 16 Besar: Lolos ke QF dengan aggregat 3-2 atas Sevilla

Tak ada yang menduga CSKA mampu merangsek sampai QF. CSKA lolos ke Babak 16 Besar sebagai runner-up Grup C. Banyak orang awalnya memfavoritkan Wolfsburg sebagai pendamping MU. Mark Gonzales dkk meneruskan kejutan mereka dengan menyingkirkan klub kuat Spanyol, Sevilla. CSKA menoreh sejarah sebagai klub Rusia pertama yang menembus 8 Besar CL.

Plus: Dengan baru bergulirnya Rusia Premier League (RPL), skuad CSKA praktis lebih bugar dibandingkan para pemain 7 klub kontestan QF lainnya. Shooting jarak jauh yang akurat seperti saat menekuk Sevilla patut diwaspadai klub lawan.

Minus: Tak punya kekuatan merata dari lini ke lini. Kualitas dan pengalaman para pemain CSKA bisa dibilang yang paling minim di antara skuad ke-7 klub rival di QF.

QF: vs Inter [1st leg (T), 31/3 & 2nd leg (K), 6/4]

Bermain tandang di 1st leg mungkin menguntungkan CSKA, tapi mereka harus belajar dari kekalahan Chelsea. Kekuatan Inter ada pada sektor tengah, terutama Sneijder. Andai Gonzales cs bisa mematikan pergerakan pemain Belanda itu, mereka berpeluang membawa pulang poin penting untuk 2nd leg.

Dari berbagai sumber

Baca juga Plus Minus 8 Kontestan QF CL (Bagian 2)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar