REV SERIE A (Minggu, 16/5): Inter Pertahankan Scudetto, Mou Cabut?

16/05/2010 at 11:24 pm (SERIE A) (, , )

DUA trofi sudah masuk almari prestasi Internazionale Milan: Coppa Italia dan Serie A. Tinggal 1 trofi lagi yakni Champions League yang wajib diraih pasukan Jose Mourinho demi melengkapi treble winners yang jadi sejarah bagi La Beneamata.

Scudetto ke-5 dalam 5 musim beruntun atau ke-18 disabet Javier Zanetti cs pasca menekuk Siena 1-0 di Artemio Franchi, Minggu (16/5). Diego Milito mencetak gol kemenangan Inter pada menit 57 yang juga jadi gol ke-28 baginya (22 di Serie A) di segala kompetisi musim ini.

“Itu sudah pasti gol terpenting dalam karier saya dan saya sangat bangga. Kami punya banyak peluang, tapi laga itu benar-benar sulit. Untunglah, saya bikin gol dan Inter juara Serie A,” ungkap sebut Militon kepada Sky Sport 24.

Total Inter mengepak 82 poin, surplus 2 poin dari Roma besutan Claudio Ranieri di posisi runner-up. Inter memang sempat ketar-ketir karena rival terdekat mereka, AS Roma, sanggup unggul 2-0 pada babak I kontra Chievo Verona di Bentegodi lewat gol Mirko Vucinic (menit 39) dan Daniele de Rossi (45).

Sebaliknya, pada babak I di Franchi, Inter justru dibuat frustasi dengan penampilan cemerlang kiper Siena, Gianluca Curci, yang memblok tembakan Milito, Samuel Eto’o, dan Mario Balotelli.

Pola 4-1-4-1 yang diterapkan allenatore Alberto Malesani cukup ampuh meredam gedoran para pemain I Nerazzurri yang memperagakan skema 4-2-3-1. Otomatis pertarungan sengit terjadi di sektor tengah lapangan.

Yang menarik, Mou justru tak ikut serta merayakan kemenangan Inter di lapangan bersama Zanetti. Mou malah langsung ngeluyur ke ruang ganti. Maklum, ia harus putar otak lagi untuk mempersiapkan Zanetti dkk demi melakoni final Champions League melawan Bayern Muenchen di Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, Sabtu (22/5).

Yang menarik adalah isu bakal hengkangnya Mou dari Giusseppe Meazza ke Real Madrid di akhir musim nanti. Padahal, kontrak Mou sendiri baru akan habis pada musim depan.

Dalam konferensi pers pasca laga, Mou yang mencucurkan air mata begitu peluit panjang berbunyi tak mengungkap kelanjutan masa depannya di Giuseppe Meazza.

“Seusai final (Champions League), saya akan serius mempertimbangkan bertahan atau tidak di sini,” ujar Mou.

Bahkan, Presiden Inter, Massimo Moratti, tak berani menjamin Mou bakal bertahan di Inter sampai musim depan. Tapi, Moratti yang baru berulang tahun Minggu (16/5) berjanji akan berbicara empat mata dengan Mou setelah final Champions League.

HASIL GIORNATA 38 (Minggu, 16/5)

Atalanta 1-2 Palermo; Bari 2-0 Fiorentina; Cagliari 1-1 Bologna; Catania 1-0 Genoa; Chievo 0-2 Roma; Parma 4-1 Livorno; Sampdoria 1-0 Napoli; Siena 0-1 Inter

KLASEMEN

1. Inter 38 82
2. Roma 38 80
3. Milan 38 70
4. Sampdoria 38 67
5. Palermo 38 65
6. Napoli 38 59
7. Juventus 38 55

Dari berbagai sumber

——————————

Iklan

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

PRE SERIE A (Minggu, 16/5): Siena vs Inter Milan; Chievo vs AS Roma: Kebosanan Ranieri, Filsafat Mou

16/05/2010 at 1:02 am (SERIE A) (, , )

HANYA 90 menit waktu yang tersisa bagi Internazionale Milan untuk memastikan merebut Scudetto musim ini. Lingkup waktu yang sama juga berlaku bagi AS Roma yang berambisi mematahkan target Inter meraih Scudetto ke-18 atau ke-5 dalam 5 musim beruntun.

La Beneamata menapak giornata 38 alias laga pamungkas Serie A sebagai penguasa klasemen dengan 79 poin. Pasukan Jose Mourinho unggul 2 poin dari armada Claudio Ranieri. Tapi, meski Inter unggul selisih gol (+40) dibandingkan Roma (+25), I Nerazzurri tetap wajib meraup 3 poin dari Siena di Stadio Franchi, Minggu (16/5), untuk juara.

Jika Inter hanya bermain seri atau mendulang 1 poin, sedangkan Roma menang atas Chievo Verona di Stadio Bentegodi, Inter dan Roma bakal mengepak total poin setara, yakni 80. Namun, I Giallorossi lebih berhak menyabet Scudetto lantaran menang head-to-head terhadap La Beneamata. Dari 2 bentrokan di Serie A musim ini, Francesco Totti cs sukses menahan imbang Javier Zanetti dkk 1-1 di Giuseppe Meazza dan menang 2-1 di Olimpico.

Kendati begitu, bagi Inter, mereguk 3 poin dari Siena besutan Alberto Malesani boleh jadi bukan tugas berat. Jika Inter juara jelas ini jadi kado termanis bagi Sang Presiden, Massimo Moratti, yang merayakan ultahnya yang ke-65 tepat pada Minggu ini.

Namun, Moratti tak berkelit ia khawatir fokus Mou dan anak-anak didiknya terganggu karena bakal melakoni final Champions League kontra Bayern Muenchen di Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, 22 Mei. Mou sendiri tak berani menjamin mereka bisa melupakan sejenak final Champions League.

“Saya tak bisa mengatakan saya tak memikirkan final. Tapi, sekuat tenaga saya berusaha tak terlalu fokus ke situ. Muenchen sudah jadi juara Bundesliga, sedangkan Inter belum juara Italia. Masih ada 1 laga sisa dan Scudetto adalah trofi yang sangat penting bagi kami. Namun, final Champions League di Madrid tak bisa kami abaikan karena semua pemain ingin bermain di sini. Sebuah pertandingan yang klub ini (Inter) sangat ingin mainkan setelah hampir 30 tahun Inter tak pernah mencapainya,” papar Mou (football-italia).

“Kami sedang berada di momen yang paling krusial musim ini. Semua hanya ditentukan di 2 partai dengan 2 trofi paling penting: Serie A dan Champions League,” imbuhnya.

Inter sudah pasti tak boleh menganggap enteng Siena. Presiden Siena, Massimo Mezzaroma, mengklaim mereka siap meniru apa yang dilakukan Lecce pada pengujung Serie A 1985/1986. Ketika itu, Lecce menekuk Roma 3-2 pada 2 laga terakhir musim tersebut dan ini mengubur mimpi Roma merebut Scudetto yang akhirnya diraih Juventus.

Ironisnya, tekad Presiden Siena ini justru kian menegaskan tuduhan Mou yang curiga Roma ‘menyuntik’ sejumlah dana kepada Siena demi mengalahkan Inter. Mou juga kian membuat kuping Ranieri panas karena Mou membeberkan sederet kegagalan Ranieri ketika menukangi Chelsea. Ranieri memilih tak menggubris ejekan Mou secara frontal. Ia hanya menyebut sudah bosan dengan sikap ‘tak menyenangkan’ dari Mou.

“Apakah saya merasa “Normal One (orang yang normal)?” Tidak, saya adalah Claudio Ranieri, seorang yang beruntung karena melakukan pekerjaan yang saya cintai. Sejujurnya, ia mulai membuat saya bosan. Saya tak tahu alasan ia selalu menyerang saya. Mungkin ia harus membangun sesuatu demi menghisap energi dari situ. Saya bisa saja mengatakan banyak hal tentangnya. Tapi, saya tak tertarik melakukan itu. Saya suka orang-orang berpikiran positif yang melihat aspek positif dari sepakbola,” jabar Ranieri.

Mou jelas tak tinggal diam. Pria berdarah Portugal ini malah makin gencar ‘memburu’ Ranieri seperti yang tersirat dalam kata-katanya berikut.

“Kebosanan Ranieri? Apakah itu kebosanan Ranieri? Saya hanya tahu karya Jean-Paul Sastre berjudul  Nausea (salah satu buku pelopor paham Existensialisme, karya yang selalu saya baca dengan seksama. Sastre adalah seorang filsuf, pemenan Nobel, dan juga pendukung fanatik sepakbola,” kilah Mou.

Setelah memastikan satu trofi dengan juara Coppa Italia, Inter kini membidik 2 trofi lagi (Serie A dan Champions League) untuk menoreh treble winners. Mungkin ini jadi perpisahan termanis Mou yang diisukan bakal cabut ke Real Madrid musim depan.

SIENA VS INTER

5 PARTAI TERAKHIR

SIENA

09.05.2010 Serie A vs Fiorentina (T) 1-1 (S)

02.05.2010 Serie A vs Palermo (K) 1-2 (Klh)

25.04.2010 Serie A vs Udinese (T) 1-4 (Klh)

18.04.2010 Serie A vs Catania (T) 2-2 (S)

11.04.2010 Serie A vs Bari (K) 3-2 (M)

————-

INTER

09.05.2010 Serie A vs Chievo (K) 4-3 (M)

02.05.2010 Serie A vs Lazio (T) 2-0 (M)

28.04.2010 Champions League vs Barcelona (T) 0-1 (Klh)

24.04.2010 Serie A vs Atalanta (K) 3-1 (M)

20.04.2010 Serie A vs Barcelona (K) 3-1 (M)

5 PERTEMUAN TERAKHIR

09.01.2010 Serie A Inter Milan 4-3 Siena

17.05.2009 Serie A Inter Milan 3-0 Siena

20.12.2008 Serie A Siena 1-2 Inter Milan

11.05.2008 Serie A Inter Milan 2-2 Siena

13.01.2008 Serie A Siena 2-3 Inter Milan

PRAKIRAAN PEMAIN

SIENA (4-1-4-1) Pelatih: Alberto Malesani

85-Curci; 87-Rosi, 29-Cribari, 9-Malago, 3-Del Groso; 10-Codrea; 7-Reginaldo, 8-Vergassola, 12-Ekdal, 24-Jajalo; 32-Maccarone

————–

INTER (4-2-3-1) Pelatih: Jose Mourinho

12-Cesar; 13-Maicon, 23-Materazzi, 25-Samuel, 4-Zanetti; 19-Cambiasso, 8-Motta; 9-Eto’o, 10-Sneijder, 45-Balotelli; 22-Milito

PREDIKSI

SIENA 1-2 INTER

====================

CHIEVO VS ROMA

5 PARTAI TERAKHIR

CHIEVO

09.05.2010 Serie A vs Inter Milan (T) 3-4 (Klh)

02.05.2010 Serie A vs Napoli (K) 1-2 (Klh)

25.04.2010 Serie A vs Fiorentina (T) 2-0 (M)

17.04.2010 Serie A vs Livorno (K) 2-0 (M)

11.04.2010 Serie A vs Palermo (T) 1-3 (Klh)

—————

ROMA

09.05.2010 Serie A vs Cagliari (K) 2-1 (M)

01.05.2010 Serie A vs Parma (T) 2-1 (M)

25.04.2010 Serie A vs Sampdoria (K) 1-2 (Klh)

18.04.2010 Serie A vs Lazio (T) 2-1 (M)

11.04.2010 Serie A vs Atalanta (K) 2-1 (M)

5 PERTEMUAN TERAKHIR

09.01.2010 Serie A Roma 1-0 Chievo

03.05.2009 Serie A Roma 0-0 Chievo

06.12.2008 Serie A Chievo 0-1 Roma

28.02.2007 Serie A Chievo 2-2 Roma

22.10.2006 Serie A Roma 1-1 Chievo

PRAKIRAAN PEMAIN

CHIEVO (5-3-2) Pelatih: Domenico Di Carlo

18-Squizzi; 20-Sardo, 21-Frey, 33-Yepes, 4-Mantovani, 17-Jokic; 10-Luciano, 16-Igoni, 7-Marcolini; 31-Pellisier, 11-Granoche

————-

ROMA (4-3-1-2) Pelatih: Claudio Ranieri

27-Sergio; 13-Motta, 29-Burdisso, 4-Juan, 77-Cassetti; 16-De Rossi, 7-Pizarro, 20-Perrotta; 94-Menez; 9-Vucinic, 10-Totti

PREDIKSI

CHIEVO 0-2 ROMA

———————-

HASIL GIORNATA 38 (Sabtu, 15/5)

Lazio 3-1 Udinese; Milan 3-0 Juventus

JADWAL GIORNATA 38 (Minggu, 16/5)

Atalanta vs Palermo; Bari vs Fiorentina; Cagliari vs Bologna; Catania vs Genoa; Chievo vs Roma; Parma vs Livorno; Sampdoria vs Napoli; Siena vs Inter

KLASEMEN

1. Inter 37 79
2. Roma 37 77
3. Milan 38 70
4. Sampdoria 37 64
5. Palermo 37 62
6. Napoli 37 59
7. Juventus 38 55

Dari berbagai sumber

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

PRE SERIE A (Minggu, 9/5): Inter Milan vs Chievo; AS Roma vs Cagliari: Mou-Ranieri Lancarkan Psy-War

09/05/2010 at 11:18 am (SERIE A) (, , )

JELANG giornata 37 Serie A, Minggu (9/5), Jose Mourinho dan Claudio Ranieri terlibat cekcok sengit dan psy-war alias perang psikologi. Semua dipicu dari tuduhan Mou bahwa AS Roma bakal menyuap Siena, lawan terakhir Inter di giornata 38, Minggu (16/5), agar Siena berusaha keras mengalahkan Inter.

Mou bahkan menyebut uang suap itu berjumlah 2 juta euro. Uang tersebut seharusnya jadi bonus bagi Francesco Totti cs jika juara Coppa Italia. Namun, lantaran gagal setelah kalah dari Inter di final, I Giallorossi kini mengalokasikan uang itu untuk memotivasi Siena yang notabene dipastikan terdegradasi ke Serie B musim depan.

Kecurigaan Mou berangkat dari janji Presiden Siena, Massimo Mezzaroma, yang akan memberi bonus sebesar 2 juta euro –setara dengan bonus dari Roma– kepada para pemainnya andai sanggup menekuk La Beneamata. Bukan rahasia lagi, Mezzaroma memang sudah lama jadi fans berat Roma.

“Kami punya 2 partai sulit yakni melawan Chievo Verona, Minggu (9/5), dan Siena. Kedua klub ini tak layak berada di papan bawah klasemen. Presiden Siena mengatakan ia akan bahagia andai Siena mengalahkan Inter dan ia menawarkan bonus yang pasti memberi ekstra motivasi kepada para pemainnya. Tapi, siapa yang tahu, seandainya Roma yang tak jadi membayar bonus karena gagal juara Coppa Italia, menyediakan uang itu untuk Siena,” sebut Mou (Il Corriere dello Sport).

Kontan, Roma dan Siena berniat melaporkan perbuatan Mou kepada Komisis Disiplin FIGC –Persatuan Sepakbola Italia. Ranieri pun berang. Eks pembesut Chelsea ini membantah Roma melakukan penyuapan.

“Penyuapan bukanlah gaya sepakbola yang saya suka. Saya berbeda karena saya senang dihormati dan menghormati orang lain. Terlalu mudah untuk memotivasi sebuah skuad dengan menciptakan mental terkungkung sehingga mereka merasa sedang diserang. Melakukan apa yang dibuat Mou seolah tengah memasang bom waktu. Apakah Mou fenomenal? Media-lah yang memberikan aura itu kepadanya. Bagi saya, ia tak lebih dari seorang pelatih hebat,” papar Ranieri (tribalfootball).

Mou langsung membalas ucapan Ranieri. Tak tanggung-tanggung, Mou menyebut Ranieri –pendahulunya di Chelsea– sebagai a loser atau pecundang. Mou mengungkit bahwa alasan Roman Abramovich memecat Ranieri adalah karena ketaksanggupan Ranieri memberi gelar kepada The Blues.

Sebaliknya, Mou datang ke Stamford Bridge pada 2004 dengan status sebagai pelatih yang sukses menjuarai Champions League bersama FC Porto. Mou langsung memberi bukti dengan menyabet sejumlah gelar, termasuk 2 trofi Premier League. Ironisnya, Mou yang cabut dari London pada 2007 gagal membawa Chelsea juara Champions League, gelar yang sangat diimpikan Abramovich.

“Saya tak pernah mengatakan saya fenomenal. Jelas bukan kesalahan saya apa yang terjadi pada 2004. Saya datang ke Chelsea dan bertanya (kepada manajemen) alasan Ranieri dipecat. Saya diberitahu bahwa mereka menginginkan trofi dan itu tak akan pernah terwujud di bawah asuhan Ranieri. Sudah pasti bukan salah saya jika di Chelsea, Ranieri disebut sebagai seorang pecundang,” sungut Mou (tribalfootball).

Tak berhenti di sini, Mou juga mengkritik cara Ranieri memompa motivasi kepada para pemainnya. Mou merujuk kepada permainan kasar Totti dkk pada final Coppa Italia di Olimpico, Rabu (5/5).

Selain Totti yang dikartumerahkan lantaran sengaja menendang tumit Mario Balotelli dari belakang, Mou menuding seharusnya ada 3 pemain lain yang kena kartu merah.

“Ingat, semestinya Roma hanya menyisakan 6 pemain di lapangan pada laga itu. Sebab, Philippe Mexes, Totti, Rodrigo Taddei, dan Nicolas Burdisso melakukan pelanggaran yang layak diganjar kartu merah,” klaim Mou.

Dia menambahkan, “Namun, sekarang Ranieri membahas cara bagaimana memotivasi para pemain. Seorang pelatih seharusnya selalu memotivasi skuadnya di tiap sesi latihan. Anda tak boleh melakukan itu dengan bersama-sama menonoton film dengan para pemain sebelum melakoni final Coppa Italia melawan Inter. Mereka adalah para professional, jadi tak semestinya diperlakukan seperti anak-anak. Di Inter, kami lebih suka memotivasi skuad di lapangan dan bersama-sama mempelajari Roma untuk mencari kelemahan mereka. Jika sebelum final, saya menyuruh para pemain menonton film ‘Gladiator’, mereka pasti akan menertawai saya dan memanggil dokter untuk memeriksa apakah saya sedang sakit.”

Presiden Inter, Massimo Moratti, sendiri tahu cara yang benar memotivasi klub miliknya. Ia sudah menyediakan 12 juta euro sebagai bonus jika Mou dan pasukannya mampu menoreh sejarah dengan meraih treble winners musim ini. Bonus 600.000 euro masing-masing untuk para pemain first team dan staf teknis.

Apapun, di pacuan juara Serie A, dengan rentang 2 poin (Inter 76, Roma 74), Inter berharap bakal mematenkan Scudetto musim ini di markas sendiri, Giuseppe Meazza, Minggu (9/5). Mumpung yang mereka jamu di giornata 37 cuma sekelas Chievo. Maklum, bila sudah memastikan merenggut Scudetto di akhir pekan ini, giornata 38 atau laga pamungkas melawan Siena, tak lagi berpengaruh terhadap posisi klasemen Inter.

Javier Zanetti dkk jadi bisa lebih tenang dan fokus demi meladeni final Champions League kontra juara Bundesliga 2009/2010, Bayern Muenchen, di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, 22 Mei.

Di Giuseppe Meazza, La Beneamata diprediksi bakal mampu memetik 3 poin dari Flying Donkeys –julukan Chievo– meski tak diperkuat Lucio, Ivan Cordoba, dan Wesley Sneijder yang dibekap cedera. Tambahan 3 angka bakal membuat Inter mengoleksi 79 poin.

Apa maknanya? Ya, Inter otomatis bakal mempertahankan Scudetto yang sudah 4 musim dipegangnya. Tapi, para Interisti jangan bangga dulu. Scudetto Serie A ke-18 baru sah jadi milik pasukan Mourinho jika di Olimpico, Roma kalah atau hanya imbang dengan tamunya, Cagliari.

Memprediksi Roma tak akan mampu mendulang poin penuh alias 3 angka dari Cagliari di Olimpico boleh jadi mengada-ada. Musim ini, I Giallorossi punya rekor apik di kandang. Dari 18 kali menjamu tamu, armada Ranieri menang 14, seri 1, dan kalah 3.

Ketiga kekalahan Roma di Olimpico masing-masing dialami dari Juventus (1-3), Livorno (0-1), dan Sampdoria (1-2). Satu-satunya motivasi yang bisa membuat I Rossoblu –sebutan Cagliari– tampil penuh greget di Olimpico adalah pesta perpisahan untuk sang pelatih. Sudah dipastikan allenatore Giorgio Melis meninggalkan kursi pelatih di akhir musim nanti.

Melis sukses mempertahankan Cagliari di Serie A musim depan. I Rossoblu kini bercokol di peringkat 13 dengan 43 poin. Mereka ada satu tingkat di bawah Chievo yang mengemas 44 poin.

“Kedua partai terakhir Serie A juga jadi yang terakhir bagi saya sebelum saya kembali melatih youth team Cagliari. Saya yakin klub akan mendapat pelatih yang lebih bagus. Namun, saya sudah memenuhi target,” ucap Melis yang menjadi caretaker Massimiliano Allegri yang dipecat (goal.com).

Ranieri menegaskan I Giallorossi tak mau melepas kesempatan meraih trofi Serie A, satu-satunya target gelar yang tersisa musim ini setelah gagal menggapai Coppa Italia. Apalagi, terakhir kali I Lupi jadi Scudetto yakni pada 2000/2001.

Untuk meladeni Cagliari, Ranieri kemungkinan besar tak diperkuat Mirko Vucinic. Striker Montenegro ini dikabarkan cedera sehingga absen dalam 2 hari latihan, Jumat dan Sabtu (7-8/5), lalu. So, untuk mengatasinya, Ranieri boleh jadi menerapkan pola 4-3-3 dengan Totti, Luca Toni, dan Jeremy Menez sebagai trequartista (trio penyerang).

Sangat kecil kemungkinan Ranieri bakal menslot Totti sebagai cadangan seperti yang dilakukannya di final Coppa Italia. Totti tetap dipercaya Ranieri meski ia tengah terbelit masalah serius lantaran dituduh bomber Inter, Balotelli, mengungkapkan kata-kata bernada rasis kepadanya pada final di Olimpico itu.

INTER MILAN VS CHIEVO

5 PARTAI TERAKHIR

INTER

02.05.2010 Serie A vs Lazio (T) 2-0 (M)

28.04.2010 Champions League vs Barcelona (T) 0-1 (Klh)

24.04.2010 Serie A vs Atalanta (K) 3-1 (M)

20.04.2010 Champions League vs Barcelona (K) 3-1 (M)

16.04.2010 Serie A vs Juventus (K) 2-0 (M)

——–

CHIEVO

02.05.2010 Serie A vs Napoli (K) 1-2 (Klh)

25.04.2010 Serie A vs Fiorentina (T) 2-0 (M)

17.04.2010 Serie A vs Livorno (K) 2-0 (M)

11.04.2010 Serie A vs Palermo (T) 1-3 (Klh)

03.04.2010 Serie A vs Sampdoria (K) 1-2 (Klh)

5 PERTEMUAN TERAKHIR

06.01.2010 Serie A Chievo 0-1 Inter Milan

10.05.2009 Serie A Chievo 2-2 Inter Milan

14.12.2008 Serie A Inter Milan 4-2 Chievo

11.02.2007 Serie A Chievo 0-2 Inter Milan

24.09.2006 Serie A Inter Milan 4-3 Chievo

PRAKIRAAN PEMAIN

INTER (4-2-3-1) Pelatih: Jose Mourinho

12-Cesar; 13-Maicon, 23-Materrazzi, 25-Samuel, 26-Chivu; 4-Zanetti, 19-Cambiasso; 9-Eto’o, 5-Stankovic, 27-Pandev; 22-Milito

——-

CHIEVO (4-3-1-2) Pelatih: Domenico Di Carlo

28-Sorrentino; 21-Frey, 33-Yepes, 4-Mantovani, 17-Jokic; 10-Luciano, 16-Rigoni, 7-Marcolini; 9-Bentivoglio; 31-Pellisier, 83-De Paula

PREDIKSI

INTER 3-1 CHIEVO

==============

ROMA VS CAGLIARI

5 PARTAI TERAKHIR

ROMA

01.05.2010 Serie A vs Parma  (T) 2-1 (M)

25.04.2010 Serie A vs Sampdoria (K) 1-2 (Klh)

18.04.2010 Serie A vs Lazio (T) 2-1 (M)

11.04.2010 Serie A vs Atalanta (K) 2-1 (M)

03.04.2010 Serie A vs Bari (T) 1-0 (M)

————-

CAGLIARI

02.05.2010 Serie A vs Udinese (K) 2-2 (S)

25.04.2010 Serie A vs Napoli (T) 0-0 (S)

18.04.2010 Serie A vs Palermo (K) 2-2 (S)

11.04.2010 Serie A vs Juventus (T) 0-1 (Klh)

03.04.2010 Serie A vs Milan (K) 2-3 (Klh)

5 PERTEMUAN TERAKHIR

06.01.2010 Serie A Cagliari 2-2 Roma

10.05.2009 Serie A Cagliari 2-2 Roma

14.12.2008 Serie A Roma 3-2 Cagliari

29.03.2008 Serie A Cagliari 1-1 Roma

05.12.2007 Serie A Roma 2-0 Cagliari

PRAKIRAAN PEMAIN

ROMA (4-3-3) Pelatih: Claudio Ranieri

27-Sergio; 29-Burdisso, 5-Mexes, 4-Juan, 17-Riise; 16-De Rossi, 7-Pizarro, 20-Perrotta; 10-Totti, 30-Toni, 94-Menez

————

CAGLIARI (4-3-1-2) Pelatih: Giorgio Melis

22-Marchetti; 21-Canini, 3-Ariaudo, 13-Astori, 31-Agostini; 4-Dessena, 5-Conti, 8-Biondini; 7-Cossu; 32-Matri, 23-Larrivey

PREDIKSI

ROMA 2-0 CAGLIARI

KLASEMEN

1. Inter 36 76
2. Roma 36 74
3. Milan 36 67
4. Sampdoria 36 63
5. Palermo 36 61
6. Napoli 36 56
7. Juventus 36 55

JADWAL GIORNATA 37

Minggu (9/5): Bologna vs Catania; Fiorentina vs Siena; Genoa vs Milan; Inter vs Chievo; Juventus vs Parma; Livorno vs Lazio; Napoli vs Atalanta; Palermo vs Sampdoria; Roma vs Cagliari; Udinese vs Bari

Dari berbagai sumber

Permalink 2 Komentar

REV FINAL COPPA ITALIA (Rabu, 5/5): AS Roma vs Inter Milan: La Beneamata Juara Coppa Italia, Totti ‘Puas’

06/05/2010 at 1:42 pm (SERIE A) (, , )

  • Roma 0-1 (Milito 40) Inter: Inter juara Coppa Italia 2009/2010

SATU misi pasukan Jose Mourinho tuntas. Internazionale Milan menyabet trofi Coppa Italia 2009/2010 setelah menekuk AS Roma 1-0 pada final di Stadion Olimpico, Roma, Rabu (5/5). Diego Milito jadi pahlawan La Beneamata berkat golnya di menit 40.

I Nerazzurri menambah koleksi trofi Coppa Italia di almari prestasi mereka jadi 6. Sebelumnya Inter merengkuhnya pada 1939, 1978, 1982, 2005, dan 2006. Tapi, pencapaian musim ini lebih heboh bagi Inter.

Pasalnya, Javier Zanetti cs jadi juara Coppa Italia di Olimpico, kandang I Giallorossi, yang merupakan seteru terdekat mereka di pacuan kampiun Serie A musim ini. Wajar, sebagian besar penonton lebih berpihak kepada Roma daripada Inter.

Mourinho kembali menerapkan formasi tak lazim dengan pola 4-1-4-1. Dengan cederanya Lucio, ia bahkan menjajal duet Marco Materazzi dan Ivan Cordoba sebagai centre back. Mereka diapit Zanetti di kanan dan Christian Chivu di kiri.

Esteban Cambiasso dimainkan sebagai holding midfielder tunggal, tak ditemani Thiago Motta seperti yang biasa diterapkan Mou dengan sistem 4-2-3-1. Motta justru berdiri sejajar dengan Douglas Maicon–dimainkan sebagai sayap kanan–, Wesley Sneijder, dan Samuel Eto’o. Diego Milito berdiri sebagai ujung tombak.

Sedangkan di kubu Roma, Claudio Ranieri membuat kejutan dengan tak memasang Il Capitano, Francesco Totti, dalam starting XI di skema 4-2-3-1. Ranieri lebih memilih Luca Toni sebagai lone striker dengan disokong 3 midfielder: Rodrigo Taddei, Simone Perrotta, dan Mirko Vucinic. Daniele de Rossi dan David Pizarro menjalani tugas regulernya sebagai gelandang bertahan.

Tapi, perubahan formasi terpaksa dilakukan Ranieri untuk kuartet bertahannya. Bek kanan ditempati Nicolas Burdisso yang menggantikan Marco Cassetti yang kena larangan bermain. Phillipe Mexes, Juan dan John Arne Riise mengisi 3 posisi di pertahanan lainnya.

Ini jadi kali kelima dalam 6 tahun terakhir, Inter dan Roma bentrok di final Coppa Italia. Inter menang 3 kali, Roma baru 2 kali. Begitu prestisius dan pentingnya partai ini membuat ketegangan dan permainan menjurus kasar sudah terjadi bahkan di menit-menit awal laga.

Playmaker Inter, Sneijder, jadi korban pertama. Ironisnya, justru eks centre back Inter yang kini berkostum Roma, Burdisso, yang menendang keras paha kanan Sneijder di menit 5. Pemain Belanda ini cedera dan terpaksa langsung diganti Mario Balotelli.

Anehnya, Burdisso tak mendapat kartu kuning tapi hanya peringatan dari wasit Nicola Rizzoli. Tapi, Burdisso tak lolos dari ganjaran amonito alias kartu kuning karena menarik Balotelli pada menit 14.

Tanpa Sneijder, Inter tetap  mengambil inisiatif menyerang di permulaan babak I. Eto’o, Maicon, Motta, dan Milito bergantian mendapat peluang bikin gol, namun dipatahkan pertahanan Roma yang bermain cukup disiplin. Milito bahkan sempat mencetak gol pada menit 17. Tapi, dianulir karena bomber Argentina itu sudah lebih dulu tertangkap jebakan offside.

I Giallorossi baru mampu membalikkan keadaan mulai menit 26. Vucinic, Toni, dan Taddei melakukan kerja sama apik dan nyaris membuahkan gol jika kiper Inter, Julio Cesar, tak cekatan menghalau bola dari wilayahnya.

Pada menit 39, Inter terpaksa melakukan pergantian pemain lagi. Kali ini Cordoba tiba-tiba didera kram perut dan Mou menggantinya dengan Walter Samuel, yang notabene eks centre back Roma.

Tapi, 2 menit kemudian, keberuntungan datang kepada La Beneamata. Mendapat bola di sektor tengah, Milito segera merangsek ke depan kotak penalti I Giallorossi. Sadar tak mungkin lagi memasuki daerah terlarang karena terkurung beberapa pemain Roma, Milito melepaskan tembakan keras ke tiang jauh gawang yang gagal dihentikan kiper Julio Sergio. Itu gol ke-26 Milito di semua ajang musim ini.

Dalam posisi teringgal, para pemain Roma justru mulai bermain kasar. Burdisso jelas terlihat mengganjal tumit Balotelli dari belakang. Namun, wasit Rizzoli tak mengganjar Burdisso kartu kuning kedua yang artinya ia harus keluar. Kontan, Direktur Inter, Lele Oriali, berang dan langsung menghampiri Rizzoli di tengah lapangan. Otomatis, Oriali justru yang dihadiahi kartu merah oleh sang wasit.

Di babak II, Ranieri bereaksi dengan menarik Burdisso dan memasukkan Marco Motta. Kemudian disusul dengan Francesco Totti menggantikan Pizarro. Tak perlu waktu lama, sang kapten langsung mengancam gawang Inter lewat tendangan bebasnya dari jarak sekitar 30 m di menit 53.

Cesar masih sanggup menepis tembakan Totti, namun tak sempurna. Bola justru mengarah ke Juan. Sayangnya, sundulan bek Roma itu masih melayang di atas gawang Inter yang sudah ditinggal Cesar yang belum bangkit.

‘Serigala-serigala’ Roma terlihat makin ‘beringas’ memburu gol, terutama Totti yang terkenal temperamental. Usahanya kerap mentok di barisan pertahanan I Nerazzurri. Pada sebuah momen, Rizzoli memberi Totti kartu kuning setelah sang kapten melanggar keras Milito.

Pada menit 62, Ranieri menggantikan Toni dengan Jeremy Menez dan mendorong Totti lebih ke depan. Tujuannya jelas untuk menambah tekanan ke pertahanan Inter. Pada menit 81, Roma pun nyaris menyamakan kedudukan jika saja Vucinic lebih tenang saat lolos dari jebakan offside dan tinggal berhadapan dengan Cesar. Sayangnya, tendangan Vucinic masih sedikit melebar meski berhasil mengelabui kiper Inter.

Tak ayal, makin mendekati pengujung laga, pasukan Ranieri makin frustasi. Itu terlihat kala Totti melakukan pelanggaran bodoh dengan menendang betis Balotelli. Mungkin ini balasan Totti yang lebih dulu dilanggar keras Balotelli. Apa pun, Totti diganjar wasit Rizzoli kartu merah pada menit 87.

Namun, insiden tak berhenti di sini. Begitu Rizzoli mengakhiri pertandingan Taddei terlibat cekcok dengan Sulley Muntari. Seorang fan Roma juga masuk ke lapangan dan berusaha menyerang Cambiasso. Untungnya, petugas keamanan cepat menangkap sang penyerang dan mengendalikan keadaan. Tapi, bentrokan antara ribuan pendukung Roma dengan kepolisian setempat tetap pecah di luar stadion.

Yang menarik, jika kubu Roma kecewa berat karena gagal merebut trofi Coppa Italia untuk ke-10 kalinya, tapi Totti justru mengaku puas. Kepada media, ia mengungkapkan alasannya melanggar keras Balotelli yang berbuntut kartu merah kepadanya.

Totti mengaku itu sengaja dilakukannya sebagai pelampiasan dendamnya kepada Balotelli yang mengejeknya dengan kata-kata kotor dan tindakan tak terpuji lain kala Roma dan Inter bentrok di Giuseppe Meazza, 2 Maret 2009, yang berkesudahan 3-3.

Roma harus rela keunggulan 3-2 hilang di pengujung laga gara-gara hadiah penalti kontroversial untuk Inter setelah Balotelli dijatuhkan De Rossi dan Marco Motta di area terlarang.

Balotelli yang sukses mengeksekusinya merayakan gol dengan berlari ke arah fans Roma sambil menempatkan jari di bibirnya yang menandakan mereka harus diam. Totti belum bisa melupakan kata-kata ejekan Balotelli kepadanya dan hinaan ke pendukung setia I Giallorossi.

“Saya sudah melampiaskannya. Tendangan? Itu untuk membalas apa yang diucapkannya kepada saya dan fans Roma di San Siro, Milan,” ucap Totti tanpa menyebut jelas perkataan Balotelli (La Gazzetta dello Sport).

Ketakmampuan Totti mengendalikan emosi tak pelak berdampak negatif bagi dirinya sendiri. Ia kini terancam tak dipanggil Marcello Lippi, yang menonton langsung di Olimpico, masuk skuad timnas Italia untuk Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Sementara itu, Toni lebih menyoroti buruknya kepemimpinan wasit Rizzoli. Striker pinjaman dari Bayern Muenchen itu menyebut setidaknya Roma seharusnya dapat 2 penalti yakni ketika ia dijatuhkan Samuel di kotak penalti Inter dan kala Menez didorong pemain Inter di area terlarang I Nerazzurri. Namun, Rizzoli tak mengganggap kedua insiden itu sebagai pelanggaran.

“Semestinya kami dapat 2 penalti, tapi para wasit terlalu takut membuat keputusan melawan klub-klub besar. Inter selalu mengeluhkan kinerja wasit. Tapi, saya tak ingat adakah wasit yang pernah merugikan mereka,” tukas Toni (football-italia).

Yang menarik, faktanya Rizzoli pula yang memberikan hadiah penalti kepada Inter ketika memimpin duel Inter vs Roma di Giuseppe Meazza, 2 Maret 2009, yang berakhir 3-3. Rizzoli sempat diancam komisi wasit Italia dilarang memimpin pertandingan Serie A dan dilengserkan ke Serie B.

Meski begitu, di Olimpico, Mou justru menilai para pemain Roma kehilangan kesabaran saat meladeni para pemain Inter. Ini malah membuat permainan Totti dkk tak berkembang.

“Para pemain Roma kehilangan akal sehat begitu mereka sadar tak mungkin lagi mengejar kami. Totti begitu jelas terlihat sangat frustasi. Di momen ini, pertandingan sesungguhnya sudah berakhir,” jelas Mou (tribalfootball).

Seusai menjuarai Coppa Italia, Inter kini fokus meraih 2 trofi lagi (Serie A dan Champions League) dengan 3 partai sisa (2 di Serie A dan 1 di final Champions League) demi menoreh sejarah mencetak treble winners.

Di Serie A, Inter memuncaki klasemen dengan 76 poin, unggul 2 poin dari Roma. Inter menyisakan partai kontra Chievo Viena di Giuseppe Meazza, Minggu (9/5), dan bertandang ke markas Siena, (Minggu 16/5). Sedangkan, Roma bakal menjamu Cagliari di Olimpico, Minggu (9/5), dan sowan ke markas Chievo, Minggu (16/5).

Pada final Champions League, Inter ditantang raksasa Jerman, Muenchen, di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, pada 22 Mei. Ironisnya, Mou sendiri justru masih merahasiakan kelanjutan kiprahnya di Inter sekalipun mereka nanti merebut treble winners.

“Saat ini, saya hanya bisa katakan saya sudah memenangi semua trofi sepakbola di Portugal (Porto), Inggris (Chelsea), dan Italia (Inter). Inter telah berubah dan membuat kemajuan yang luar biasa. Para pelatih dan pemain bisa berubah, tapi klub-lah yang bikin lompatan besar itu. Adakah kemungkinan saya akan bertahan? Ya, mungkin saja,” pungkasnya (football-italia).

SUSUNAN PEMAIN

ROMA (4-2-3-1) Pelatih: Claudio Ranieri

27-Sergio; 29-Burdisso (13-M. Motta 46), 5-Mexes, 4-Juan, 17-Riise; 7-Pizarro (10-Totti 46), 16-De Rossi; 11-Taddei, 20-Perrotta, 9-Vucinic; 30-Toni (94-Menez 62)

————-

INTER (4-1-4-1) Pelatih: Jose Mourinho

12-Cesar; 4-Zanetti, 23-Materazzi, 2-Cordoba (25-Samuel 39), 26-Chivu; 19-Cambiasso; 13-Maicon, 10-Sneijder (45-Balotelli 6) (11-Muntari 92), 8-T. Motta, 9-Eto’o; 22-Milito

Dari berbagai sumber

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

PRE COPPA ITALIA (Rabu, 3/5): AS Roma vs Inter Milan: Presiden Roma Sindir Inter

03/05/2010 at 10:21 pm (SERIE A) (, , )

KEMENANGAN 2-0 Internazionale Milan atas SS Lazio di Olimpico, Minggu (2/5), bikin Inter kembali memuncaki klasemen Serie A dan mengoleksi 76 poin. Javier Zanetti dkk surplus 2 poin dari AS Roma (Inter 76, Roma 74).

Dengan 2 laga tersisa dan total 6 poin yang dikoleksi, La Beneamata jelas boleh belum berhak tenang. Pada giornata 37, Minggu (9/5), Inter menjamu Chievo Verona dan Roma kedatangan tamu Cagliari.

Di giornata 38 alias partai pamungkas, Minggu (16/5), Inter sowan ke kandang Siena, sedangkan Roma menyambangi markas Chievo. Di atas kertas seharusnya I Nerazzurri dan I Giallorossi bakal mampu mengepak poin penuh di kedua laga sisa masing-masing. Efeknya, Inter bakal juara Liga Italia untuk ke-18 kalinya dan 5 kali beruntun sejak musim 2005/2006.

Situasi ini yang membuat kubu Roma ketar-ketir. Wajar, mereka menduga Lazio, yang merupakan rival sekota Roma, sengaja ‘mengalah’ kepada pasukan Jose Mourinho.

Bahkan, fans Aquile justru menyambut gembira gol Walter Samuel (menit 44) dan Thiago Motta (70).

Kontan, melihat keadaan itu, Presiden Roma, Rosella Sensi, senewen berat. Maklum, ketika Francesco Totti cs bentrok dengan Lazio di Derby della Capitale dengan Aquile bertindak sebagai tuan rumah di Olimpico, puluhan ribu pendukung Lazio justru ‘menyerang’ para pemain Claudio Ranieri.

Roma menang 2-1 di duel itu, tapi terjadi insiden karena Totti dianggap membuat gesture alias gerakan anggota badan berupa ‘jempol ke bawah’ ke arah fans Lazio setelah bikin gol. Ini dinilai menghina para pendukung tuan rumah.

Ini yang bikin Sensi sensitif dan menyindir Inter jelang kontra Roma pada partai final Coppa Italia di Olimpico, Rabu (5/5).

“Setelah apa yang kami lihat di Olimpico (Lazio vs Inter), menjadi sangat absurd alias tak masuk akal menyebut Serie A sebagai kejuaraan terbaik di dunia. Andai saya orang Inter, saya akan malu bila menang dengan cara seperti itu,” umpat Sensi (Gazzetta dello Sport).

Direktur Roma, Gian Paolo Montali, menimpali, “Tak pernah terpikir mata saya akan melihat ‘keanehan’ itu. Saya yakin Inter dan pelatih mereka sangat malu. Bukan hanya Lazio yang dirugikan (kian dekat dengan zona degradasi), tapi juga sepakbola Italia.”

Sontak, Presiden La Beneamata, Masssimo Moratti, menyangkal dugaan ada konspirasi antara Inter dengan Lazio dan fansnya untuk menghambat Roma juara. Ini diutarakannya kepada situs resmi klub.

“Saya rasa kontroversi ini adalah masalah antara Roma dan Lazio. Tak ada kaitannya dengan kami. Saya harus akui saya sendiri merasa tertekan di sepanjang pertandingan. Fans Lazio  mendukung kami dan ini memang terlihat aneh,” papar Moratti.

Apa pun, adalah hal biasa jika klub-klub yang terlibat sengit dalam perburuan trofi saling ‘serang’ secara mental maupun psikologis. Serangan dari kubu Roma justru jadi bumbu yang ‘melezatkan’ final Coppa Italia di Olimpico.

Yang menarik, trofi Coppa Italia bakal jadi pembuka keran gelar bagi Roma dan Inter musim ini. I Lupi tengah memburu double winners (Coppa Italia dan Serie A), sedangkan La Beneamata membidik sejarah menoreh treble winners (Coppa Italia, Serie A, dan Champions League).

Final Coppa Italia di Olimpico nanti adalah bentrokan kelima Roma dan Inter dalam 6 musim. Di 4 pertemuan sebelumnya, Roma dan Inter sama-sama berbagi 2 kemenangan. Fakta ini yang menjamin Mou dan Ranieri bakal menurunkan skuad terbaiknya. Namun, center back, Lucio, diragukan bisa main lantaran cedera betis yang menderanya kala melawan Lazio. Ivan Cordoba atau Marco Materrazzi bisa dislot Mou sebagai pengganti.

Sebaliknya, kondisi fisik pasukan Ranieri justru lebih bugar menyusul pulihnya beberapa pilar dari cedera. Meski begitu, eskalasi tinggi partai ini mungkin malah membuat para pemain kedua klub cenderung bermain hati-hati di awal laga.

Tapi, klub mana pun yang sanggup mencetak gol lebih dulu, mungkin mereka yang bakal memenangi pertandingan. So, apakah Inter sukses menambah koleksi trofi Coppa Italianya jadi 6 atau Roma yang justru menggenapkan koleksi trofi Coppa Italianya jadi 10?

5 PARTAI TERAKHIR

ROMA

01.05.2010 Serie A vs Parma (T) 2-1 (M)

25.04.2010 Serie A vs Sampdoria (K) 1-2 (Klh)

18.04.2010 Serie A vs Lazio (T) 2-1 (M)

11.04.2010 Serie A vs Atalanta (K) 2-1 (M)

03.04.2010 Serei A vs Bari (T) 1-0 (M)

——–

INTER

02.05.2010 Serie A vs Lazio (T) 2-0 (M)

28.04.2010 Champions League vs Barcelona (T) 0-1 (Klh)

24.04.2010 Serie A vs Atalanta (K) 3-1 (M)

20.04.2010 Champions League vs Barcelona (K) 3-1 (M)

16.04.2010 Serie A vs Juventus (K) 2-0 (M)

5 PERTEMUAN TERAKHIR

27.03.2010 Serie A Roma 2-1 Inter Milan

08.11.2009 Serie A Inter Milan 1-1 Roma

01.03.2009 Serie A Inter Milan 3-3 Roma

19.10.2008 Serie A Roma 0-4 Inter Milan

27.02.2008 Serie A Inter Milan 1-1 Roma

PRAKIRAAN PEMAIN

ROMA (4-2-3-1) Pelatih: Claudio Ranieri

27-Sergio; 29-Burdisso, 4-Juan, 5-Mexes, 17-Riise; 7-Pizarro, 16-De Rossi; 94-Menez, 20-Perotta, 9-Vucinic; 10-Totti

———

INTER (4-2-3-1) Pelatih: Jose Mourinho

12-Cesar; 13-Maicon, 2-Cordoba, 25-Samuel, 4-Zanetti; 19-Cambiasso, 8-Motta; 5-Stankovic, 10-Sneijder, 9-Eto’o; 22-Milito

PREDIKSI

ROMA 2-3 INTER

Dari berbagai sumber

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

PRE SERIE A (Minggu, 2/5): Lazio vs Inter Milan: Bukan Tugas Enteng

02/05/2010 at 3:33 pm (SERIE A) (, , )

BERMAIN berselang 1 hari daripada rivalnya, AS Roma, memang bisa bikin Internazionale Milan tertekan. Itu yang terjadi pada giornata 36. I Giallorossi sukses menggebuk AC Parma 2-1 di Stadio Ennio Tardini, Sabtu (1/5).

Dua gol masing-masing dari Il Capitano Francesco Totti dan Rodrigo Taddei memastikan Roma kembali mengambilalih pimpinan klasemen dari Inter. Pasukan Claudio Ranieri mengepak 74 poin atau surplus 1 poin dari I Nerazzurri.

Namun, situasi ini belum tentu berlangsung lama. Jika Inter berhasil membekap tuan rumah Lazio di Stadio Olimpico, Roma, Minggu (2/5), Javier Zanetti dkk kembali berhak atas puncak klasemen. Bahkan, hasil seri pun masih membuat Inter di atas Roma berkat keunggulan selisih gol meski sama-sama mengepak 74 poin.

Tapi, pastinya Jose Mourinho tak mau timnya hanya bermain seri. Mereka harus menang demi menjaga peluang mereka mencetak sejarah dengan merengkuh treble winners alias 3 gelar musim ini.

Selain Scudetto Serie A, Inter juga berpotensi menggondol trofi di Coppa Italia (final versus Roma di Olimpico, 5 Mei) dan Champions League (final kontra Bayern Muenchen di Santiago Bernabeu, Madrid, 22 Mei).

Ranieri terang-terangan meminta Lazio berusaha keras menekuk Inter. Masalahnya, apakah Aquile yang notabene rival sekota I Giallorossi bersedia melakukannya? Apalagi, mereka masih harus berjuang menjauh dari zona degradasi.

Meski hanya 3 partai tersisa dan maksimal 9 poin yang direbut, Aquile masih berkutat di peringkat 16 dengan 40 poin atau hanya unggul 6 poin dari Atalanta di posisi 18 alias bibir teratas area degradasi.

Tapi, Ranieri sendiri tak yakin Lazio sanggup menaklukkan Zanetti cs yang tengah on fire pasca mendepak Barcelona di semifinal Champions League, pada medio pekan lalu.

“Saya tak mau mengucapkan Forza Lazio. Saya lebih suka bilang Forza Calcio. Lazio akan bermain bagus, tapi Inter adalah klub hebat. Jadi, tak mengejutkan jika Inter menang di Olimpico,” ujar Ranieri pasca kemenangan Roma atas Parma (Football Italia).

Allanatore Aquile, Edy Reja, mengamini ucapan seterunya itu. Sergio Floccari dkk wajib kerja ekstra keras untuk menutup semua celah di seluruh lapangan. Celakanya, banyak pemain pilarnya terkapar, sebut saja Guglielmo Stendardo, Mourad Meghni, Christian Manfredini, Francesco Maruzalem, Albano Bizarri, dan Pasquale Foggia. Sedangkan, Cristian Ledesma terkena sanksi akumulasi kartu.

Reja sendiri tak bisa menyertai pasukannya di sisi lapangan di laga nanti akibat ban yang diterimanya pekan lalu. Sebagai gantinya, ia menunjuk sang asisten, Juan Lopez. So, kondisi yang serba tak ideal ini makin menyulitkan Lazio.

Sebaliknya, Mourinho hanya kehilangan Davide Santon, Francesco Toldo, dan Goran Pandev, untuk partai di Olimpico. Namun, sekalipun Inter diyakini bakal menang, skornya mungkin akan tipis karena Lazio diprediksi bakal memberi perlawanan hebat.

5 PARTAI TERAKHIR

LAZIO

25.04.2010 Serie A vs Genoa (T) 2-1 (M)

18.04.2010 Serie A vs Roma  (K) 1-2 (Klh)

11.04.2010 Serie A vs Bologna (T) 3-2 (M)

03.04.2010 Serie A vs Napoli (K) 1-1 (S)

28.03.2010 Serie A vs Milan (T) 1-1 (S)

————–

INTER

28.04.2010 Champions League vs Barcelona (T) 0-1 (Klh)

24.04.2010 Serie A vs Atalanta (K) 3-1 (M)

20.04.2010 Champions League vs Barcelona (K) 3-1 (M)

16.04.2010 Serie A vs Juventus (K) 2-0 (M)

10.04.2010 Serie A vs Fiorentina (T) 2-2 (S)

5 PERTEMUAN TERAKHIR

20.12.2009 Serie A Inter Milan 1-0 Lazio

02.05.2009 Serie A Inter Milan 2-0 Lazio

06.12.2008 Serie A Lazio 0-3 Inter Milan

29.03.2008 Serie A Lazio 1-1 Inter Milan

05.12.2007 Serie A Inter Milan 3-0 Lazio

PRAKIRAAN PEMAIN

LAZIO (3-5-2) Pelatih: Edy Reja

86-Muslera; 25-Biava, 80-Dias, 26-Radu; 2-Lichsteiner, 32-Brocchi, 33-Baronio, 5-Mauri, 11-Kolarov; 20-Floccari, 10-Zarate

——–

INTER (4-2-3-1) Pelatih: Jose Mourinho

12-Cesar; 13-Maicon, 6-Lucio, 25-Samuel, 4-Zanetti; 8-Motta, 19-Cambiasso; 9-Eto’o, 10-Sneijder, 5-Stankovic; 22-Milito

PREDIKSI

LAZIO 1-2 INTER

Dari berbagai sumber

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

PRE 2nd LEG SEMIFINAL CHAMPIONS LEAGUE 2009/2010: Barcelona vs Inter Milan: Antara Obsesi & Mimpi

28/04/2010 at 10:46 am (CHAMPIONS LEAGUE, LA LIGA, SERIE A) (, , )

UNTUK kali pertama sejak juara Champions League 2000/2001, Bayern Muenchen akhirnya kembali menapak final kejuaraan sepakbola antarklub tertinggi di Eropa. Hattrick Ivica Olic ke gawang Olympique Lyonnais pada 2nd leg semifinal di Stade de Gerland, Selasa (27/4), menggenapkan kemenangan Die Roten dengan keunggulan agregat 4-0.

Mirisnya, tak ada jaminan Muenchen bakal kembali juara musim ini. Soalnya, Arjen Robben cs dipastikan bertemua lawan kuat pada final di Santiago Bernabeu, Madrid, pada 22 Mei, yakni pemenang antara Internazionale Milan kontra Barcelona.

Namun, jika boleh memilih, bos Muenchen Louis van Gaal dan Robben lebih suka melawan pasukan Jose Mourinho ketimbang armada Pep Guardiola di final. Maklum, van Gaal dan Robben sadar Muenchen bakal kesulitan meladeni gaya atraktif dan cepat permainan ala Lionel Messi dkk daripada gaya pragmatis Samuel Eto’o cs.

Well, Muenchen boleh saja berharap, tapi lawan yang mereka hadapi di Madrid baru akan ditentukan dari hasil 2nd leg semifinal saat Inter menyambangi Nou Camp, markas Barca, Rabu (28/4) atau Kamis (29/4) dinihari WIB.

Mourinho mengklaim peluang Inter dan Barca 50:50 meski I Nerazzurri menang 3-1 pada 1st leg di Giuseppe Meazza, pekan lalu. El Blaugrana masih mungkin menyingkirkan Inter dengan kemenangan berselisih 2 gol atau lebih.

So, media Spanyol melabeli duel nanti sebagai sebuah perang yang harus dimenangi kubu tuan rumah. Xavi Hernandez dan Gerard Pique bahkan terang-terangan bilang Barcelonistas harus membuat atmosfer Nou Camp tak bersahabat dan mengintimidasi para pemain Inter sepanjang pertandingan. Sudah pasti, bagi para punggawa La Beneamata, mengerikan jika tak kurang dari 83.000 orang yang memadati Nou Camp menyoraki mereka.

Kontan, situasi ini membakar emosi sejumlah pendukung Blaugrana yang ujung-ujungnya mulai menumbuhkan kebencian kepada Inter, terutama Mou. Sayang, mereka melampiaskannya dengan cara kurang terpuji.

Mereka mencemooh dan meneriaki kata-kata kasar dan kotor kepada Mou ketika ia menemani Javier Zanetti cs berlatih di Nou Camp pada Selasa malam. Pengelola stadion pun terpaksa mengerahkan beberapa bodyguards khusus untuk mengawal Mou. Bisa dibayangkan apa yang bakal dialami Mou di pertandingan dinihari nanti.

Tapi, bukan Mou namanya jika tak membalas. Ia balik melancarkan serangan psikologis ke kubu Guardiola. Mou menyebut Barca terlalu terobsesi menapak final di Santiago Bernabeu yang notabene markas Real Madrid. Sudah pasti tak ada yang lebih membanggakan Messi dkk daripada menjuarai Champions League di ‘halaman rumah’ musuh bebuyutan mereka di La Liga, bahkan sensasinya melebihi kala juara di Paris, Prancis (2005/2006) dan Roma, Italia (2008/2009).

Mou pasti tahu betul paham anti-Madridismo di klub Catalan itu lantaran pernah menempa ilmu kepelatihan di Barca sebagai pelatih Barcelona B sekaligus asisten pelatih Sir Bobby Robson dan Louis van Gaal pada 1996-2000.

Sebaliknya, Mou membantah membawa Inter juara Champions League adalah obsesinya. Eks arsitek FC Porto dan Chelsea itu berkelit lebih tepat jika menyebut hasrat I Nerazzuri juara Champions League sebagai mimpi. Sebab, kali terakhir Inter jadi kampiun Eropa terjadi pada 1972 ketika Champions League masih bertitel European Cup.

“Saya tak tahu masalah mereka (pendukung Barca) dan apa yang menyebabkan mereka bertindak kasar seperti itu. Apa sih susahnya bagi tim terkuat dunia (Barca) untuk membalas kekalahan 3-1? Mari kita ingat bahwa ini bukanlah sebuah perang, tapi sebuah pertandingan sepakbola,” sindir Mou (tribalfootball).

“Juara Champions League adalah mimpi bagi saya, Inter, dan fans mereka. Saya berharap memberi sedikit kontribusi untuk membantu mereka juara. Jadi, saya katakan kepada pemain saya, mereka harus mengejar mimpi, bukan obsesi. Tapi, justru Barca yang sangat terobsesi dan jelas itu bukan murni sebuah mimpi.”

“Bagi Barca, mimpi itu sudah lewat yakni ketika juara di Paris dan Roma. Namun, bermain di Santiago Bernabeu, ‘halaman rumah’ Madrid, jelas sebuah obsesi. Bagi Inter, final Champions League jadi sebuah obsesi jika dihelat di Turin (kandang Juventus),” papar Mou.

Well, di samping perang urat syaraf, kita juga sekali lagi disuguhkan kepiawaian Mou dan Guardiola beradu taktik dan strategi permainan. Guardiola diyakini bakal menerapkan skema permainan yang sama ketika menggilas Arsenal 4-1 pada 2nd leg perempat final di Nou Camp, 6 April. Di laga ini, Messi tampil brilian dengan memborong keempat gol. Namun, tak ada yang berani memastikan striker Argentina bakal bisa mengulangi hal itu terhadap Inter.

Mirisnya, sang skipper, Carles Puyol, yang absen di partai kontra Arsenal karena akumulasi kartu terpaksa absen lagi kontra Inter dengan kasus serupa. Guardiola mungkin lebih memilih Gabriel Milito ketimbang Rafael Marquez sebagai penggati Puyol untuk menemani Pique. Ini menarik karena Gabriel bakal head-to-head melawan kakak kandungnya, Diego Milito, sebagai ujung tombak Inter.

Sementara itu, Mou juga tak bisa menurunkan Dejan Stankovic yang terbelit sanksi akumulasi kartu. Tak pelak, situasi ini memunculkan masalah sendiri bagi kubu La Beneamata lantaran tak fitnya playmaker Wesley Sneijder akibat cedera lutut.

Tapi, Mou tak punya pilihan lain kecuali tetap memainkan Sneijder meski mungkin tak untuk 90 menit. Sejak bergabung dari Madrid, attacking midfielder berdarah Belanda itu memang jadi ruh permainan Inter. Andai Sneijder tak bermain optimal atau para pemain Barca bisa mematikan pergerakan atau memutus aliran bola ke Sneijder, Inter dalam masalah besar.

Yang menarik, kondisi serupa terjadi juga di Barca. Guardiola belum bisa melepaskan ketergantungannya kepada Xavi dan Messi. Di Giuseppe Meazza, salah satu kunci kemenangan Inter adalah mematikan mobilitas kedua pemain itu.

Meski begitu, Mou tak boleh mengabaikan statistika. Faktanya, dari 2 kali lawatan ke Nou Camp di ajang Champions League pada 2003 dan 2009, Inter masing-masing kalah 3-0 dan 2-0. Ini membuktikan ketajaman Barca berlipat ganda tiap kali bermain di Nou Camp.

Tak ayal, tak sedikit orang berspekulasi, Inter bakal menerapkan negative football alias bertahan total demi menjaga keunggulan 3-1. Tapi, Mou membantahnya. Ia menegaskan Inter bakal tetap bermain seperti gaya permainan yang telah membawa mereka hingga ke semifinal.

Well, Mou memang ada benarnya. Bermain bertahan melawan Barca sama saja bunuh diri. Kendati begitu, jika Inter mampu mencuri gol lebih dulu tak ada salahnya bermain sedikit ke belakang demi mengamankan gawang mereka. Lagipula, Mou bukanlah penganut gaya sepakbola indah, tapi gaya pragmatis di mana hasil akhir adalah yang terpenting. Jadi, tak masalah jika Barca menang asalkan Inter tetap lolos ke final.

5 PARTAI TERAKHIR

BARCELONA

24.04.2010 La Liga vs Xerez  (K) 3-1 (M)

20.04.2010 Champions League vs Inter (T) 1-3 (Klh)

17.04.2010 La Liga vs Espanyol (T) 0-0 (S)

14.04.2010 La Liga vs Coruna (K) 3-0 (M)

10.04.2010 La Liga vs Madrid (T) 2-0 (M)

—————

INTER

24.04.2010 Serie A vs Atalanta (K) 3-1 (M)

20.04.2010 Champions League vs Barcelona (K) 3-1 (M)

16.04.2010 Serie A vs Juventus (K) 2-0 (M)

13.04.2010 Coppa Italia vs Fiorentina (T) 1-0 (M)

10.04.2010 Serie A vs Fiorentina (T) 2-2 (S)

REKOR PERTEMUAN

20.04.2010 Champions League Inter Milan 3-1 Barcelona

24.11.2009 Champions League Barcelona 2-0 Inter Milan

16.09.2009 Champions League Inter Milan 0-0 Barcelona

26.02.2003 Champions League Inter Milan 0-0 Barcelona

18.02.2003 Champions League Barcelona 3-0 Inter Milan

PRAKIRAAN PEMAIN

BARCELONA (4-3-3) Pelatih: Pep Guardiola

1-Valdes; 2-Alves, 3-Pique, 18-G. Milito, 22-Abidal; 6-Xavi, 16-Busquets, 15-Keita; 10-Messi, 9-Ibrahimovic, 17-Pedro

———–

INTER (4-3-1-2) Pelatih: Jose Mourinho

12-Cesar; 13-Maicon, 6-Lucio, 25-Samuel, 4-Zanetti; 19-Cambiasso, 8-Motta; 9-Eto’o, 10-Sneijder, 27-Pandev; 22-D. Milito

PREDIKSI

BARCELONA 2-1 INTER

Dari berbagai sumber

Permalink 8 Komentar

REV 1st LEG SEMIFINAL CHAMPIONS LEAGUE 2009/2010: Inter Milan vs Barcelona: Kisah Buram Dibalik Kemenangan Inter

21/04/2010 at 3:56 pm (CHAMPIONS LEAGUE) (, , )

  • Inter (Sneijder  30, Maicon 48, Milito 61) 3-1 (Pedro 19) Barcelona
  • Partai 2nd leg semifinal di Nou Camp, Rabu (28/4)

EUFORIA kemenangan 3-1 Internazionale Milan atas Barcelona pada 1st leg semifinal Champions League, Selasa (20/4), menyisakan noda. Ya, kisah buram tentang ‘bocah’ bengal berusia 19 tahun, Mario Balotelli, lebih mencuat ketimbang cerita superioritas Inter atas tamunya, Barca.

Balotelli bikin onar begitu laga bubar. Emosi striker berjuluk Super Mario ini mendidih melihat para Interisti mencibirnya saat masuk ke ruang ganti. Reaksinya dengan membanting kostumnya ke tanah dan mengeluarkan sumpar serapah, tak ayal, bikin fans tambah kesal.

Ironisnya, Balotelli justru diserang rekannya sendiri, Marco Meterazzi, dengan kata-kata kasar di lorong menuju ruang ganti. Eks bomber Inter yang kini berkostum Barca, Zlatan Ibrahimovic, melihat langsung peristiwa itu. Namun, ia justru membela Balotelli dan menyalahkan Materazzi.

“Saya tak pernah melihat kejadian seperti itu sepanjang karier saya. Materazzi seharusnya merayakan kemenangan di lapangan dan membiarkan Balotelli. Jika saya diserang seperti itu, saya pasti akan segera memukulnya,” ungkap Ibra kepada RAI.

Tak cukup sampai sini, sejumlah fans berniat menyerang Balotelli ketika menuju mobilnya di halaman parkir, tapi berhasil digagalkan anggota keamanan setempat.

Jose Mourinho memberi kesempatan kepada Balotelli unjuk kebolehan untuk menggantikan Diego Milito pada menit ke-75. Namun, penampilan Super Mario sangat mengecewakan publik Giuseppe Meazza.

Setidaknya 2 kali ia menggagalkan counter attack Inter yang berpeluang memperbesar kemenangan tuan rumah. Ini yang bikin fans geram dan mulai mengejek Balotelli yang sebelumnya kerap berselisih dengan Mourinho dan sejumlah rekannya.

Insiden itu jelas merusak pesta kemenangan I Nerazzurri. Akibat ulahnya itu, Balotelli terancam dikenai sanksi disiplin oleh klub seperti yang diungkapkan Managing Director, Ernesto Paolilo. Tak cuma itu, Mou pun kemungkinan besar tak bakal memboyong sang striker ke Nou Camp untuk melakoni 2nd leg semifinal pada 28 April.

Apa pun, kemenangan 3-1 di kandang belum menjamin Inter bakal lolos ke final. Barca punya potensi membalikkan keadaan. Pasukan Pep Guardiola hanya butuh menang dengan selisih 2 gol (2-0) untuk menapak final. Lionel Messi cs sudah membuktikan ketajaman mereka di kandang kala melipat Arsenal 4-1 pada 2nd leg perempat final.

“Semua masih mungkin terjadi dan saya sangat yakin dengan kemampuan Barca. Jika Inter sanggup mencetak 2 atau 3 gol di kandang mereka, kami juga mampu menoreh 4 atau 5 gol di Nou Camp,” pungkas Ibra.

SUSUNAN PEMAIN

INTER (4-2-3-1) Pelatih: Jose Mourinho

12-Cesar; 13-Maicon (26-Chivu 73), 6-Lucio, 25-Samuel, 4-Zanetti; 8-Motta, 19-Cambiasso; 9-Eto’o, 10-Sneijder, 27-Pandev (5-Stankovic 56); 22-Milito (45-Balotelli 75)

————

BARCELONA (4-3-3) Pelatih: Pep Guardiola

1-Valdes; 2-Alves, 3-Pique, 5-Puyol, 19-Maxwell; 6-Xavi, 16-Busquets, 15-Keita; 10-Messi, 9-Ibrahimovic (22-Abidal 62), 17-Pedro

Dari berbagai sumber

Permalink 2 Komentar

PRE 1st LEG SEMIFINAL CHAMPIONS LEAGUE 2009/2010: Inter Milan vs Barcelona: A Battle of Minds

20/04/2010 at 10:54 am (CHAMPIONS LEAGUE) (, , )

GARA-gara abu vulkanik dari letusan Gunung Eyjafjallajökull di Islandia yang menutupi sebagian besar langit Eropa, Barcelona terpaksa membatalkan penerbangan ke Milan, Italia. Pasukan Pep Guardiola memilih menggunakan bus ke Ibukota Italia tersebut untuk menjalani partai 1st leg semifinal Champions League kontra Internazionale Milan di Giuseppe Meazza, Selasa (20/4) atau Rabu (21/4) dinihari WIB.

Dengan 2 bus, El Barca menempuh jarak total 985 km selama 14-15 jam. Lelah dan jenuh? Pasti. Tapi, ini bukan rintangan berarti bagi rombongan juara Champions League 2008/2009.

“Saya bahkan rela jika harus berjalan kaki (ke Milan) demi melakoni semifinal Champions League,” ujar full back Dani Alves kepada Sky Sports.

Well, tekad Alves cs menggambarkan ambisi mereka kembali juara Champions League musim ini. Jika mereka mampu melakukannya, Barca bakal mengukir sejarah sebagai klub pertama yang mampu meraih trofi Champions League 2 musim beruntun. Sebelumnya, AC Milan pernah juara Eropa 2 musim berturut-turut kala kejuaraan ini masih bernama European Cup  pada 1989 dan 1990.

Meski begitu, Barca tak boleh terlalu cepat bermimpi mengukir prestasi tersebut. Sebelum menapak final, mereka harus menyingkirkan Inter terlebih dulu di 2 leg semifinal. Jika lolos, Barca bakal melawan pemenang Olympique Lyonnais versus Bayern Muenchen.

Pasukan Guardiola memang pernah menekuk armada Jose Mourinho 2-0 pada penyisihan Grup F, 24 November 2009. Tapi, itu dilakukan Lionel Messi dkk di Nou Camp. Blaugrana hanya bisa menahan imbang Inter 0-0 di Giuseppe Meazza pada pertemuan pertama penyisihan grup, 16 September 2009. Menariknya, Barca yang juga pernah menyambangi kandang Inter pada 2nd grup stage (babak II penyisihan grup A) Champions League 2002/2003 hanya bisa main 0-0 dengan tuan rumah.

Tapi, rapor Inter tiap kali bentrok dengan Barca lebih buruk lagi. Dari 4 kali pertemuan di arena Champions League, I Nerazzurri belum pernah menang, seri 2 kali dan kalah 2 kali pula. Lebih minor lagi, Inter sama sekali belum pernah menjebol gawang Barca.

So, Javier Zanetti dkk punya tugas berat yakni menghentikan ‘kemandulan’ Inter di tangan Barca.  Di sisi lain, Messi cs harus bisa menemukan celah demi mengakhiri rekor tak terkalahkan Inter di Giuseppe Meazza sepanjang musim ini. Tak pelak, a battle of minds alias adu kejelian dan kepintaran Mourinho dan Guaridola dalam mengutak-atik taktik permainan kubu masing-masing bakal tersaji di Giuseppe Meazza.

Guardiola sadar pergerakan pasukannya tak akan sebebas kala menumpas Arsenal dengan agregat 6-3 pada perempat final. Tapi, sekali pun berstatus tamu, entrenador berdarah Spanyol itu terang-terangan bilang Barca tetap pada pakem permainannya yakni menyerang dengan pola 4-3-3.

Kreator permainan tetap dibebankan kepada Xavi Hernadez karena masih terkaparnya Andres Iniesta. Xavi didampingi 2 midfielders muda, Seydou Keita dan Sergio Busquets. Pulihnya Zlatan Ibrahimovic dari cedera paha dan ditambah manuver Messi dan Pedro jelas tak bisa diremehkan Mou.

Guardiola cukup tenang dengan komposisi kuartet bertahannya menyusul kembali tampilnya Carles Puyol pasca menjalani sanksi kartu merah yang membuatnya absen pada 2nd leg perempat final kontra Arsenal.

Di kubu Inter, sejumlah media Italia membocorkan bahwa Mou bakal mengubah strategi permainan I Nerazzurri. Mou sempat bikin kejutan dengan beralih dari pola 4-3-3 ke 4-2-3-1 saat Inter menggebuk Chelsea 1-0 pada 2nd leg babak 16 besar di Stamford Bridge.

Untuk meredam trio gelandang kreatif Barca, Mou sudah menyiapkan komposisi alternatif yakni 4-1-4-1 dengan Esteban Cambiasso bertugas sebagai defensive midfielder. Mou mungkin belajar dari Espanyol yang sukses menahan Barca 0-0, Sabtu (17/4), dengan mematikan pergerakan Messi dan menghambat aliran bola ke Xavi sebagai playmaker.

Yang menarik, Mou diisukan bakal mengganti peran Douglas Maicon yang mencetak gol indah pada kemenangan 2-0 Inter atas Juventus pada giornata 34 Serie A, Jumat (16/4). Demi menambah daya serang, Maicon didorong ke sayap kanan dan Ivan Cordoba dislot sebagai pengganti di bek kanan. Maicon akan berdiri sejajar dengan Samuel Eto’o, Wesley Sneijder, dan Thiago Motta untuk menyokong Diego Milito sebagai lone striker.

Di bek kiri, Mou mempercayakan Zanetti dan centre back bakal dihuni Lucio dan Walter Samuel. Artinya, Mou punya 3 pemain Argentina (Zanetti, Cambiasso, dan Samuel) yang berorientasi bertahan yang diharapkan mampu meredam kecepatan Messi.

Andai pola ini jadi diterapkan dan taktik berjalan sesuai rencana Mou, Inter kemungkinan bisa mencuri kemenangan atas Barca meski tak dengan skor besar. Tapi, apa pun hasil 1st leg, siapa yang berhak ke final di Madrid, Spanyol, pada 22 Mei, tetap ditentukan pada 2nd leg di Nou Camp, 28 April. Inter yang belum pernah mencapai final Champions League pasti ngotot mencetak sejarah itu sekaligus bertekad jadi Raja Eropa lagi setelah kali terakhir merasakannya pada European Cup 1965.

5 PARTAI TERAKHIR

INTER

16.04.2010 Serie A vs Juventus (K) 2-0 (M)

13.04.2010 Coppa Italia vs Fiorentina (T) 1-0 (M)

10.04.2010 Serie A vs Fiorentina (T) 2-2 (S)

06.04.2010 Champions League vs CSKA (T) 1-0 (M)

03.04.2010 Serie A vs Bologna (K) 3-0 (M)

————–

BARCELONA

17.04.2010 La Liga vs Espanyol (T) 0-0 (S)

14.04.2010 La Liga vs Coruna (K) 3-0 (M)

10.04.2010 La Liga vs Madrid (T) 2-0 (M)

06.04.2010 Champions League vs Arsenal (K) 4-1 (M)

03.04.2010 La Liga vs Bilbao (K) 4-1 (M)

REKOR PERTEMUAN

24.11.2009 Champions League Barcelona 2-0 Inter Milan

16.09.2009 Champions League Inter Milan 0-0 Barcelona

26.02.2003 Champions League Inter Milan 0-0 Barcelona

18.02.2003 Champions League Barcelona 3-0 Inter Milan

PRAKIRAAN PEMAIN

INTER (4-1-4-1) Pelatih: Jose Mourinho

12-Cesar; 2-Cordoba, 6-Lucio, 25-Samuel, 4-Zanetti; 19-Cambiasso; 13-Maicon, 8-Motta, 10-Sneijder, 9-Eto’o; 22-Milito

————

BARCELONA (4-3-3) Pelatih: Pep Guardiola

1-Valdes; 2-Alves, 3-Pique, 5-Puyol, 22-Abidal; 6-Xavi, 16-Busquets, 15-Keita; 10-Messi, 9-Ibrahimovic, 17-Pedro

PREDIKSI

INTER 1-0 BARCELONA

Dari berbagai sumber

Permalink 4 Komentar

REV SERIE A (Jumat, 16/4): Inter Milan vs Juventus: La Beneamata Lumat Juve, Selanjutnya Barca?

17/04/2010 at 2:31 pm (SERIE A) (, , )

  • INTER (Maicon 75, Eto’o 90) 2-0 JUVENTUS

GOL spektakuler Douglas Maicon di menit 75 dan Samuel Eto’o di injury time mengantar Internazionale Milan kembali ke puncak klasemen Serie A. I Nerazzurri menekuk Juventus 2-0 pada Derby d’Italia di Giuseppe Meazza, Jumat (16/4).

Tapi, Inter masih mungkin digusur AS Roma jika Francesco Totti dkk sukses melipat Lazio pada Derby della Capitale di Olimpico, Minggu (18/4). Saat ini, La Beneamata hanya unggul 2 poin dari I Lupi dan 6 poin dari AC Milan.

Kemenangan Inter atas Juve memang tak lepas dari nasib apes yang menimpa La Vecchia Signora. Juve terpaksa bermain dengan 10 orang sejak menit 37 menyusul dikartumerahkannya Mohamed Sissoko.

Midfielder Juve ini mendapat kartu kuning pertama pada menit ke-21 lantaran ribut dengan gelandang Inter, Thiago Motta. Kartu kuning kedua didapat Sissoko karena melanggar keras kapten Inter, Javier Zanetti.

Kontan, allenatore Alberto Zaccheroni bereaksi dengan menarik Alessandro Del Piero dan memasukkan defensive midfielder Christian Poulsen pada menit 42. Keputusan ini kemudian terbukti salah.

Dengan hanya mengandalkan Vicenzo Iaquinta sebagai lone striker, serangan I Biaconeri jadi kurang greget. Sebaliknya, gempuran pasukan Jose Mourinho justru kian bertubi-tubi. Puncaknya, terjadi pada menit 75.

Maicon menoreh gol indah. Berawal dari kesalahan para pemain Juve yang tak sempurna membuang bola dari tendangan bebas Wesley Sneijder. Maicon mengontrol bola dengan pahanya dan melakukan 2 kali juggling yang mengelabui striker Juve, Amauri, sebelum melepaskan tembakan voli ke pojok kanan gawang Juve dari luar kotak penalti yang tak bisa dihadang kiper Juve, Gianluigi Buffon. Gol Eto’o yang terjadi di injury team tercipta lewat kerja sama apik dengan Sulley Muntari.

Tapi, bagi Eto’o cs, kemenangan ini tak sekadar berarti kembali memimpin klasemen Serie A. Itu juga jadi motivasi positif Inter jelang melakoni partai super berat yakni sowan ke Nou Camp, markas Barcelona, pada 1st leg semifinal Champions League, Selasa (20/4). So, tunggu saja apakah Inter sanggup meredam kedahsyatan Lionel Messi cs atau malah terpuruk?

SUSUNAN PEMAIN

INTER (4-2-3-1) Pelatih: Jose Mourinho

12-Cesar; 13-Maicon, 6-Lucio, 25-Samuel, 4-Zanetti; 8-Motta (5-Stankovic 46), 19-Cambiasso; 9-Eto’o, 10-Sneijder (11-Muntari 89), 27-Pandev (45-Balotelli 56); 22-Milito

—————–

JUVENTUS (4-4-2) Pelatih: Alberto Zaccheroni

1-Buffon; 15-Zebina, 5-Cannavaro, 3-Chiellini, 6-Grosso; 22-Sissoko, 4-Melo, 8-Marchioso (7-Salihamidzic 78); 28-Diego; 10-Del Piero (18-Poulsen 42), 9-Iaquinta (11-Amauri 73)

KLASEMEN

Serie A – Italia

1. Inter                34        70

2. Roma              33        68

3. Milan              33        64

4. Palermo        33        54 (+8)

5. Sampdoria   33        54 (+3)

6. Juventus      34        51

7. Napoli           33        49

JADWAL GIORNATA 34

Sabtu (17/4): Chievo vs Livorno

Minggu (18/4): Atalanta vs Fiorentina; Bari vs Napoli; Cagliari vs Palermo; Catania vs Siena; Parma vs Genoa; Sampdoria vs Milan; Udinese vs Bologna; Lazio vs Roma

Dari berbagai sumber

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Next page »